- Lokasi: Jalan Raya Pekayon, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.
- Penyelenggara: Yayasan Damaris Pancasila Indonesia.
- Kuota Harian: 100 porsi makan siang gratis setiap hari.
- Target: Warga berpenghasilan rendah (pengemudi ojek online, pemulung, pedagang, pekerja serabutan).
Jarum jam belum menunjukkan pukul 11.00 WIB, namun puluhan orang sudah berkerumun di sebuah rumah makan sederhana di Jalan Raya Pekayon, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Senin (27/07/2026).
Mereka datang lebih awal bukan untuk berburu menu baru, melainkan demi memastikan perut terisi melalui program makan siang gratis.
Meski pembagian kupon baru dimulai pukul 11.45 WIB, antrean panjang warga yang didominasi pekerja kasar ini tetap tertib.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program dari Yayasan Damaris Pancasila Indonesia ini menjadi oase bagi masyarakat kecil di tengah himpitan ekonomi perkotaan.
Fenomena Rumah Makan Gratis Bekasi: Bukti Nyata Kepedulian Sosial
Begitu kupon berwarna merah mulai dibagikan, warga maju satu per satu. Tidak ada keluhan yang terlontar meski mereka harus berdiri menunggu hampir dua jam di pelataran.
Bagaimana Sistem Pembagian Kupon Makan Siang Gratis di Jatiasih?
Setiap harinya, yayasan ini hanya mengalokasikan sekitar 100 porsi makanan. Keterbatasan kuota inilah yang mendorong warga datang jauh lebih awal sebelum jam operasional dimulai agar tidak kehabisan jatah.
Begitu pintu rumah makan dibuka, para penerima manfaat masuk secara bergelombang menuju meja kayu dan bangku plastik yang tertata rapi.
Di dalam ruangan berpendingin udara yang jauh dari kesan mewah tersebut, mereka dihidangkan nasi hangat, ayam, sayuran, lauk pendamping, dan air mineral.
Siapa Saja Target Penerima Manfaat Rumah Makan Gratis Ini?
Penerima manfaat sangat beragam, mulai dari ibu yang menggendong balita, pemulung, pengemudi ojek online, lansia, hingga pedagang sayur.
Salah satunya adalah Fajar (46), pedagang di Pasar Baru Bekasi yang berpenghasilan Rp 1,8 juta per bulan.
”Kadang uang makan dari bos tidak mencukupi karena habis untuk ongkos dan kebutuhan lain. Jadi program ini sangat membantu,” kata Fajar dikutip dari Kompas, Selasa (28/07/2026).
Bagi Fajar, tidak ada gengsi untuk mengantre makanan gratis demi menekan pengeluaran harian keluarganya. “Saya orang kecil. Kenapa harus malu?” tuturnya.
Mengapa Yayasan Damaris Membuka Rumah Makan Gratis di Bekasi?
Koordinator Wilayah Jabodetabek Yayasan Damaris Pancasila Indonesia, Erna Agustin, menjelaskan bahwa program sosial ini sejatinya sudah berjalan selama tujuh tahun.
Selama dua bulan terakhir, pihaknya memutuskan membuka fasilitas rumah makan agar warga bisa menyantap makanan dengan lebih manusiawi dan nyaman.
”Saat ini, Yayasan Damaris Pancasila Indonesia memiliki titik pelayanan di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Cibubur, Depok, Parung, serta tiga wilayah di Bekasi,” kata Erna Agustin dikutip dari Kompas di lokasi yang sama, Selasa (28/07/2026).
Seluruh operasional didanai penuh oleh para donatur. Oleh karena itu, yayasan tidak mematok syarat khusus bagi warga yang ingin makan.
“Semua yang membutuhkan boleh datang. Yang penting dapat kupon. Kalau kupon habis berarti jatah hari itu habis,” tambahnya.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







