Transisi Energi: Industri dan RS Primaya Kompak Pasang PLTS Atap Xurya

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang terpasang kokoh di atas gedung Primaya Hospital. Ekspansi instalasi panel surya ini menjadi wujud nyata komitmen fasilitas layanan kesehatan dan sektor industri dalam mendukung percepatan transisi energi ramah lingkungan di Indonesia. (Dok. Istimewa/Xurya)

Fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang terpasang kokoh di atas gedung Primaya Hospital. Ekspansi instalasi panel surya ini menjadi wujud nyata komitmen fasilitas layanan kesehatan dan sektor industri dalam mendukung percepatan transisi energi ramah lingkungan di Indonesia. (Dok. Istimewa/Xurya)

  • ​Bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional sukses mencapai 17,89% pada April 2026, melampaui target awal pemerintah.
  • ​Sektor industri dan komersial, termasuk RS Primaya, makin gencar beralih ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap untuk ketahanan operasional.
  • ​Xurya mencatat O&M (Operations & Maintenance) menjadi kunci kepuasan pelanggan, terbukti dari hampir 50% proyek berasal dari penambahan kapasitas klien lama.

Percepatan transisi energi di Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif sepanjang tahun 2026, seiring dengan tingginya kesadaran sektor industri dan komersial terhadap keberlanjutan lingkungan.

Data terbaru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bauran energi baru terbarukan (EBT) sukses menembus 17,89 persen pada April lalu, melampaui target tahunan sebesar 16,46 persen.

Keberhasilan ini tidak lepas dari masifnya perusahaan dan fasilitas layanan publik yang menggandeng Xurya sebagai mitra strategis pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Perusahaan Makin Selektif Memilih Developer PLTS Atap?

​Tingginya barrier to entry membuat korporasi wajib selektif mencari mitra, mengingat instalasi panel surya bukan sekadar pengadaan barang, melainkan investasi ketahanan energi yang berumur panjang.

Kualitas implementasi dan jaminan performa pasca-pemasangan menjadi dua faktor paling krusial sebelum perusahaan mengetuk palu kerja sama.

​”Berdasarkan pengalaman kami, salah satu tantangan terbesar dalam mendorong adopsi PLTS di sektor industri dan komersial adalah karena PLTS merupakan investasi jangka panjang. Karenanya, perusahaan perlu yakin bahwa mereka memilih developer PLTS yang tepat. Untuk membangun kepercayaan tersebut, kami fokus pada pemahaman terhadap kebutuhan operasional setiap pelanggan, kualitas implementasi, serta memastikan sistem dapat memberikan kinerja yang optimal sepanjang masa operasionalnya. Hasilnya, banyak pelanggan kembali mempercayakan pengembangan PLTS kepada Xurya melalui penambahan kapasitas maupun ekspansi ke fasilitas operasional lainnya,” kata Co-Founder sekaligus Director Technology Xurya, Edwin Widjonarko kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (13/07/2026).

​Siapa Saja Korporasi yang Telah Menggunakan PLTS Xurya?

​Adopsi energi hijau kini meluas ke berbagai lini bisnis strategis, mulai dari pabrik manufaktur hingga fasilitas kesehatan rujukan masyarakat.

Primaya Hospital Group, yang fasilitas kesehatannya juga melayani warga di kawasan Rawalumbu dan wilayah Kota Bekasi lainnya, memperluas implementasi PLTS di dua rumah sakit mereka dengan total kapasitas lebih dari 550 kWp.

​Berikut adalah deretan perusahaan yang terus melakukan ekspansi kapasitas PLTS bersama Xurya:

  • PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO): Menjangkau 20 pabrik dengan kapasitas 8 MWp, rekor terbanyak di industri AMDK.
  • PT Uni-Charm Indonesia Tbk: Ekspansi di 3 fasilitas dengan kapasitas 12 MWp.
  • FKS Group & Gajah Tunggal: FKS Group di 7 lokasi (4 MWp) dan Gajah Tunggal di 4 lokasi (16 MWp).
  • CT Corp: Instalasi di tiga lokasi pusat perbelanjaan, yakni TSM Bandung, Cibubur, dan Makassar.

​Bagaimana Xurya Menjamin Kinerja Panel Surya Jangka Panjang?

​Sebagai local champion di industri energi surya domestik, Xurya mengandalkan pemantauan performa real-time serta layanan tim ahli 24 jam penuh.

Fokus pada operations & maintenance (O&M) berbuah manis dengan capaian indeks performa agregat di atas 100% sepanjang 2025 lalu.

​”Selama mengembangkan lebih dari 300 proyek PLTS dengan total kapasitas terpasang lebih dari 200 MW, kami melihat bahwa setiap pelanggan memiliki kebutuhan yang berbeda. Pengalaman inilah yang membentuk cara kami dalam menghadirkan solusi yang benar-benar menyesuaikan kebutuhan operasional pelanggan, bukan sekadar memasang sistem PLTS,” papar Edwin.

​Ia menambahkan, survei internal bersama Populix mencatatkan skor kepuasan 4,6 dari skala 5 untuk kualitas layanan Xurya.

Konsistensi ini juga diakui LAPP Indonesia melalui penghargaan Outstanding Operational Excellence Award.

​”Melalui pengalaman implementasi di berbagai sektor, kapabilitas teknis, dan kualitas layanan yang terus dijaga, Xurya akan terus mendukung sektor industri dan komersial dalam membangun sistem energi yang lebih tangguh,” tegasnya.

Adopsi PLTS terbukti bukan lagi sekadar tren pelestarian lingkungan, melainkan strategi jitu korporasi dalam efisiensi beban operasional sekaligus memastikan ketahanan energi jangka panjang.

​Lantas, bagaimana menurut Anda? Apakah ke depan Pemkot Bekasi dan Pemkab Bekasi perlu memberikan regulasi insentif khusus bagi para pelaku usaha lokal yang proaktif beralih ke energi bersih? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan baca terus pembaruan informasi ekonomi bisnis hanya di RakyatBekasi.Com!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPMB 2026 Usai, Wawali Bekasi Soroti Sengkarut Data Disdukcapil dan Keterbatasan Sekolah Negeri
Hasil Final SPMB Kota Bekasi 2026: 37.237 Siswa Lolos Seleksi
Awas Perpeloncoan! Disdik Kota Bekasi Awasi Ketat MPLS 2026
SPMB 2026 Ditutup, 3 SMPN di Kota Bekasi Malah Sepi Peminat
Libur MBG Bikin Harga Pangan di Kota Bekasi Turun, Kok Bisa?
Tekan Inflasi, Pemkot Bekasi Gelar Pasar Murah di 12 Kecamatan
Gagal Serobot Antrean, Sopir Angkot K-02 Arogan Aniaya Pengemudi di Pekayon Bekasi
Pentingnya Circle Pertemanan, Babe Fayadh: Hijrah dari Dosa
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 11:07 WIB

SPMB 2026 Usai, Wawali Bekasi Soroti Sengkarut Data Disdukcapil dan Keterbatasan Sekolah Negeri

Senin, 13 Juli 2026 - 09:22 WIB

Transisi Energi: Industri dan RS Primaya Kompak Pasang PLTS Atap Xurya

Senin, 13 Juli 2026 - 08:58 WIB

Hasil Final SPMB Kota Bekasi 2026: 37.237 Siswa Lolos Seleksi

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:52 WIB

SPMB 2026 Ditutup, 3 SMPN di Kota Bekasi Malah Sepi Peminat

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:24 WIB

Libur MBG Bikin Harga Pangan di Kota Bekasi Turun, Kok Bisa?

Berita Terbaru

SANG ARSITEK TAKTIK: Suasana rimbunnya pepohonan dan arsitektur anggun di sepanjang Jalan Teuku Umar, kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat. Nama jalan protokol ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Teuku Umar, sosok pejuang dari Aceh yang berhasil mengelabuhi militer kolonial Belanda melalui taktik Kuda Troya demi merebut logistik perang pada tahun 1896. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Teuku Umar: Taktik Kuda Troya di Perang Aceh

Senin, 13 Jul 2026 - 04:26 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x