- Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, memberikan evaluasi tajam terhadap sistem SPMB 2026, khususnya terkait lemahnya sinkronisasi data dengan Disdukcapil.
- Pemkot Bekasi mengakui belum semua lulusan SD tertampung di SMP Negeri karena keterbatasan Ruang Kelas Baru (RKB) dan infrastruktur sekolah.
- Sebanyak 37.237 calon siswa resmi dinyatakan lolos dan diterima pada jenjang SD, SMP Negeri, serta SMP Swasta Gratis dari total 40.829 pendaftar.
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kota Bekasi resmi berakhir dengan menyisakan sejumlah pekerjaan rumah.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, memberikan sorotan khusus dan evaluasi tajam terkait lemahnya sinkronisasi data kependudukan antara panitia penerimaan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Selain urusan sistem, keterbatasan daya tampung fisik sekolah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi juga menjadi catatan krusial yang harus segera dibenahi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa Saja Evaluasi Pemkot Bekasi pada Penyelenggaraan SPMB 2026?
Pemkot Bekasi secara terbuka mengakui adanya kelemahan teknis selama proses pendaftaran, khususnya pada tahapan verifikasi nomor induk dan domisili kependudukan.
Wakil Wali Kota Bekasi memastikan temuan ini akan menjadi pijakan untuk memperbaiki arsitektur digital penerimaan siswa baru di masa mendatang agar lebih presisi.
”Ya tentu ada beberapa catatan evaluasi yang kedepannya perlu dilakukan proses evaluasi. Yang pertama sistem itu akan terus kita perbaiki. Kemudian, kedua masih ada catatan di sinkronisasi itu agak kurang dengan Dukcapil tentang data kependudukan itu kita akan coba perbaiki kedepan,” kata Abdul Harris Bobihoe kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Kota Bekasi, Senin (13/07/2026).
(Baca juga: [Hasil Final SPMB Kota Bekasi 2026: 37.237 Siswa Lolos Seleksi])
Mengapa Belum Semua Lulusan SD Tertampung di SMP Negeri?
Terkait masih banyaknya keluhan warga yang anaknya terlempar dari persaingan sekolah negeri, Pemkot Bekasi mengakui bahwa rasio ketersediaan infrastruktur saat ini belum seimbang dengan lonjakan lulusan SD.
Kapasitas SMP Negeri di Kota Bekasi mentok di angka 18.957 kursi, memaksa pemerintah memutar otak untuk menambah daya tampung fisik ke depannya.
”Kita bagaimana mengupayakan bahwa sekolah itu sama, tidak ada sekolah unggulan. Tentunya memang kita melihat proses pendaftaran yang masuk itu luar biasa, kita akan berupaya kedepan bahwasanya harus ada ruang ruang baru yang kita bangun dan dapat menampung yang lebih banyak lagi,” sambungnya.
Berapa Rincian Data Siswa yang Lolos SPMB 2026 di Kota Bekasi?
Menyambung pernyataan evaluasi pimpinan daerah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi juga merilis hasil rekapitulasi akhir pasca-penutupan pendaftaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Bekasi, Chondro Wibhowo, mengonfirmasi puluhan ribu siswa telah berhasil disalurkan.
”Adapun catatannya mencapai 37.237 Siswa berdasarkan hasil rekapitulasi dan sinkronisasi data internal Disdik melalui pelaksanaan pendaftaran SPMB Kota Bekasi Tahun 2026,” jelas Chondro.
Berdasarkan data final Disdik Kota Bekasi dari total 40.829 pendaftar yang masuk ke dalam sistem, rincian hasil seleksinya adalah sebagai berikut:
- SD Negeri: Dari 18.863 pendaftar, sebanyak 18.322 siswa diterima.
- SMP Negeri: Dari 21.012 pendaftar, sebanyak 17.821 siswa diterima.
- SMP Swasta Gratis: Dari 1.134 pendaftar, sebanyak 1.094 siswa diterima.
Pemerintah berjanji akan terus menggenjot standardisasi kualitas pendidikan sehingga tidak ada lagi dominasi pendaftar pada sekolah tertentu (stigma sekolah unggulan).
Simak terus analisis mendalam seputar kebijakan publik dan pendidikan Kota Bekasi hanya di rakyatbekasi.com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







