- Bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional sukses mencapai 17,89% pada April 2026, melampaui target awal pemerintah.
- Sektor industri dan komersial, termasuk RS Primaya, makin gencar beralih ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap untuk ketahanan operasional.
- Xurya mencatat O&M (Operations & Maintenance) menjadi kunci kepuasan pelanggan, terbukti dari hampir 50% proyek berasal dari penambahan kapasitas klien lama.
Percepatan transisi energi di Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif sepanjang tahun 2026, seiring dengan tingginya kesadaran sektor industri dan komersial terhadap keberlanjutan lingkungan.
Data terbaru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bauran energi baru terbarukan (EBT) sukses menembus 17,89 persen pada April lalu, melampaui target tahunan sebesar 16,46 persen.
Keberhasilan ini tidak lepas dari masifnya perusahaan dan fasilitas layanan publik yang menggandeng Xurya sebagai mitra strategis pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Perusahaan Makin Selektif Memilih Developer PLTS Atap?
Tingginya barrier to entry membuat korporasi wajib selektif mencari mitra, mengingat instalasi panel surya bukan sekadar pengadaan barang, melainkan investasi ketahanan energi yang berumur panjang.
Kualitas implementasi dan jaminan performa pasca-pemasangan menjadi dua faktor paling krusial sebelum perusahaan mengetuk palu kerja sama.
”Berdasarkan pengalaman kami, salah satu tantangan terbesar dalam mendorong adopsi PLTS di sektor industri dan komersial adalah karena PLTS merupakan investasi jangka panjang. Karenanya, perusahaan perlu yakin bahwa mereka memilih developer PLTS yang tepat. Untuk membangun kepercayaan tersebut, kami fokus pada pemahaman terhadap kebutuhan operasional setiap pelanggan, kualitas implementasi, serta memastikan sistem dapat memberikan kinerja yang optimal sepanjang masa operasionalnya. Hasilnya, banyak pelanggan kembali mempercayakan pengembangan PLTS kepada Xurya melalui penambahan kapasitas maupun ekspansi ke fasilitas operasional lainnya,” kata Co-Founder sekaligus Director Technology Xurya, Edwin Widjonarko kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (13/07/2026).
Siapa Saja Korporasi yang Telah Menggunakan PLTS Xurya?
Adopsi energi hijau kini meluas ke berbagai lini bisnis strategis, mulai dari pabrik manufaktur hingga fasilitas kesehatan rujukan masyarakat.
Primaya Hospital Group, yang fasilitas kesehatannya juga melayani warga di kawasan Rawalumbu dan wilayah Kota Bekasi lainnya, memperluas implementasi PLTS di dua rumah sakit mereka dengan total kapasitas lebih dari 550 kWp.
Berikut adalah deretan perusahaan yang terus melakukan ekspansi kapasitas PLTS bersama Xurya:
- PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO): Menjangkau 20 pabrik dengan kapasitas 8 MWp, rekor terbanyak di industri AMDK.
- PT Uni-Charm Indonesia Tbk: Ekspansi di 3 fasilitas dengan kapasitas 12 MWp.
- FKS Group & Gajah Tunggal: FKS Group di 7 lokasi (4 MWp) dan Gajah Tunggal di 4 lokasi (16 MWp).
- CT Corp: Instalasi di tiga lokasi pusat perbelanjaan, yakni TSM Bandung, Cibubur, dan Makassar.
Bagaimana Xurya Menjamin Kinerja Panel Surya Jangka Panjang?
Sebagai local champion di industri energi surya domestik, Xurya mengandalkan pemantauan performa real-time serta layanan tim ahli 24 jam penuh.
Fokus pada operations & maintenance (O&M) berbuah manis dengan capaian indeks performa agregat di atas 100% sepanjang 2025 lalu.
”Selama mengembangkan lebih dari 300 proyek PLTS dengan total kapasitas terpasang lebih dari 200 MW, kami melihat bahwa setiap pelanggan memiliki kebutuhan yang berbeda. Pengalaman inilah yang membentuk cara kami dalam menghadirkan solusi yang benar-benar menyesuaikan kebutuhan operasional pelanggan, bukan sekadar memasang sistem PLTS,” papar Edwin.
Ia menambahkan, survei internal bersama Populix mencatatkan skor kepuasan 4,6 dari skala 5 untuk kualitas layanan Xurya.
Konsistensi ini juga diakui LAPP Indonesia melalui penghargaan Outstanding Operational Excellence Award.
”Melalui pengalaman implementasi di berbagai sektor, kapabilitas teknis, dan kualitas layanan yang terus dijaga, Xurya akan terus mendukung sektor industri dan komersial dalam membangun sistem energi yang lebih tangguh,” tegasnya.
Adopsi PLTS terbukti bukan lagi sekadar tren pelestarian lingkungan, melainkan strategi jitu korporasi dalam efisiensi beban operasional sekaligus memastikan ketahanan energi jangka panjang.
Lantas, bagaimana menurut Anda? Apakah ke depan Pemkot Bekasi dan Pemkab Bekasi perlu memberikan regulasi insentif khusus bagi para pelaku usaha lokal yang proaktif beralih ke energi bersih? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan baca terus pembaruan informasi ekonomi bisnis hanya di RakyatBekasi.Com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







