Sejarah Jalan Sam Ratulangi: Sang Doktor Jenius dari Timur

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANG GUBERNUR PERTAMA: Suasana lalu lintas dan rindangnya pepohonan di sepanjang Jalan Sam Ratulangi, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/07/2026). Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi, doktor matematika lulusan Swiss sekaligus Gubernur Sulawesi pertama yang merumuskan UUD 1945 dan mewariskan falsafah luhur

SANG GUBERNUR PERTAMA: Suasana lalu lintas dan rindangnya pepohonan di sepanjang Jalan Sam Ratulangi, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/07/2026). Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi, doktor matematika lulusan Swiss sekaligus Gubernur Sulawesi pertama yang merumuskan UUD 1945 dan mewariskan falsafah luhur "memanusiakan manusia". (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

  • Lokasi Ikonik: Jalan protokol bersejarah yang terletak strategis di jantung kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat.
  • Pendidikan Gemilang: Pribumi langka bergelar doktor (Ph.D.) di bidang matematika dan sains lulusan Universitas Zurich, Swiss.
  • Aktor Kemerdekaan: Anggota PPKI yang turut merumuskan UUD 1945 sekaligus menjabat sebagai Gubernur Sulawesi yang pertama.
  • Falsafah Luhur: Mewariskan filosofi kemanusiaan Minahasa “Si tou timou tumou tou” (manusia memanusiakan manusia lain).

Menjelang perayaan HUT RI ke-81, Seniman Kemerdekaan sekaligus peraih rekor MURI, Zenza TekSas, kembali merilis ulasan sejarah terbarunya pada Kamis (23/07/2026).

Naskah edukatif ini menyoroti pahlawan nasional di balik ketenaran nama Jalan Sam Ratulangi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Ia bukan sekadar nama ruas jalan, melainkan sosok doktor jenius, anggota PPKI, dan Gubernur Sulawesi pertama yang mewariskan falsafah kemanusiaan abadi bagi bangsa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Menggali Sejarah Jalan Sam Ratulangi di Kawasan Menteng

​Siapa Sebenarnya Sosok di Balik Nama Jalan Sam Ratulangi?

​Di jantung kawasan Menteng, Jakarta Pusat, terbentang sebuah jalan protokol yang dinamai secara khusus untuk mengenang salah satu tokoh besar bangsa.

Nama besar di balik jalan tersebut adalah Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi, atau yang lebih akrab disapa publik sebagai Sam Ratulangi.

​”Sam Ratulangi bukan sekadar figur politik biasa, melainkan sosok intelektual multidimensi yang jejak langkahnya meliputi dunia pendidikan, jurnalistik, hingga perjuangan pergerakan kebangsaan,” kata Zenza TekSas kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (23/07/2026).

​Lahir di Tondano, Sulawesi Utara, pada tahun 1890 dan wafat pada 1949, beliau diabadikan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Gelar tersebut disematkan atas jasa-jasa luar biasa dan pengorbanan yang telah didedikasikannya secara total bagi Republik ini.

​Bagaimana Rekam Jejak Pendidikan Sam Ratulangi di Eropa?

​Latar belakang pendidikan pahlawan nasional ini sangat mengagumkan dan melampaui zamannya.

Ia berani merantau jauh ke Eropa demi menimba ilmu di tengah ketatnya diskriminasi pendidikan era kolonial Belanda.

​Ketekunannya membuahkan hasil gemilang saat ia sukses meraih gelar doktor (Ph.D.) di bidang matematika dan sains dari Universitas Zurich, Swiss.

Prestasi ini merupakan sebuah pencapaian akademik yang sangat langka dan prestisius bagi seorang kaum pribumi pada era tersebut.

​Apa Peran Vital Sam Ratulangi Menjelang Kemerdekaan RI?

​Ketajaman berpikir dan kecintaannya pada tanah air mengantarkan Sam Ratulangi ke garda terdepan persiapan kemerdekaan Indonesia.

Sebagai anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), ia turut serta merumuskan fondasi hukum negara, yakni Undang-Undang Dasar 1945.

​Ia juga memegang peranan penting dalam menyebarluaskan berita proklamasi kemerdekaan ke seluruh penjuru Nusantara, khususnya wilayah timur.

Pasca-kemerdekaan, ia langsung dipercaya menjabat sebagai Gubernur Sulawesi yang pertama, di mana ia meletakkan fondasi tata kelola pemerintahan yang kuat di wilayah tersebut.

​Apa Makna Falsafah Si Tou Timou Tumou Tou?

​Lebih dari sekadar kiprah politik dan akademisnya, Sam Ratulangi dikenang abadi melalui warisan filosofi kemanusiaannya yang sangat mendalam, yaitu “Si tou timou tumou tou”. Falsafah luhur masyarakat Minahasa ini menjadi kompas moral perjuangannya.

​Kalimat tersebut mengandung makna filosofis bahwa manusia baru dapat benar-benar disebut sebagai manusia apabila ia sudah mampu memanusiakan orang lain.

Nilai-nilai keteladanan inilah yang membuat namanya tetap harum, hidup di tengah denyut nadi Kota Jakarta, serta terus menginspirasi generasi bangsa.

​Melalui penamaan Jalan Sam Ratulangi di kawasan Menteng, pemerintah memastikan bahwa warisan intelektual dan humanisme dari pahlawan asal Sulawesi Utara ini tidak akan pernah pudar dimakan zaman.

​Bagaimana falsafah “memanusiakan manusia” dari Sam Ratulangi menginspirasi kehidupan Anda hari ini?

Sampaikan opini berharga Anda di kolom komentar! Jangan lupa bagikan artikel sejarah inspiratif ini ke media sosial Anda dan ikuti terus penelusuran sejarah bangsa karya Zenza TekSas eksklusif hanya di RakyatBekasi.com.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Penggilingan Tumpah Ruah di Panggung Gembira Puncak Peringatan HUT RI ke-81
HUT ke-19 Alfamidi: Ekspansi 2.600 Gerai dan Aksi Nyata Sosial
Sejarah Jalan Sunan Gunung Jati: Jejak Sang Pandita Ratu
HUT RI 81: Zenza TekSas Cetak 2 Rekor Gila di Bekasi!
Sejarah Jalan Sunan Muria: Maestro Dakwah Kultural Inklusif
Sejarah Jalan Sunan Kudus: Jejak Panglima Ulama Pelopor Toleransi
Sejarah Jalan Sunan Kalijaga: Jejak Dakwah Kultural Walisongo di Jakarta Timur
Promo Bright Gas Bekasi Spesial HUT RI: Diskon Isi Ulang Hingga Rp8.100
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Warga Penggilingan Tumpah Ruah di Panggung Gembira Puncak Peringatan HUT RI ke-81

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:33 WIB

HUT ke-19 Alfamidi: Ekspansi 2.600 Gerai dan Aksi Nyata Sosial

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:50 WIB

Sejarah Jalan Sunan Gunung Jati: Jejak Sang Pandita Ratu

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:25 WIB

HUT RI 81: Zenza TekSas Cetak 2 Rekor Gila di Bekasi!

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Sejarah Jalan Sunan Muria: Maestro Dakwah Kultural Inklusif

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x