Terkuak! Rekam Jejak Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi Picu Ancaman Mogok

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pegawai saat membentangkan spanduk panjang berisi ratusan tanda tangan mosi tidak percaya terhadap Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi di depan gerbang kantor wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (21/7/2026). Aksi ini diwarnai dengan ancaman mogok kerja massal jika tuntutan perombakan direksi tidak segera dipenuhi oleh Pemkab Bekasi.

Sejumlah pegawai saat membentangkan spanduk panjang berisi ratusan tanda tangan mosi tidak percaya terhadap Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi di depan gerbang kantor wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (21/7/2026). Aksi ini diwarnai dengan ancaman mogok kerja massal jika tuntutan perombakan direksi tidak segera dipenuhi oleh Pemkab Bekasi.

  • ​Ketegangan internal Perumda Tirta Bhagasasi meningkat usai rekam jejak kontroversial Direktur Umum (Dirum) terbongkar ke publik.
  • ​Sang Dirum tercatat memiliki riwayat pemecatan dari Yayasan Al Azhar dan kalah dalam sidang sengketa perdata melawan Yayasan Waqaf Al Muhajirin Jaka Permai.
  • ​Ratusan pegawai dan pemangku jabatan cabang mengancam mogok kerja massal jika Pemkab Bekasi tidak segera mencopot Dirum.
  • ​Plt Bupati Bekasi selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) didesak segera turun tangan menyelamatkan kondusivitas pelayanan perusahaan.

​Gejolak mosi tidak percaya di tubuh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi memasuki babak baru yang kian meruncing pada Senin (27/07/2026).

Ratusan pegawai, termasuk pejabat tingkat cabang, kini mematangkan rencana aksi mogok kerja massal.

Eskalasi ini dipicu oleh temuan rekam jejak kelam masa lalu Direktur Umum (Dirum) berinisial DH yang membuat para pekerja merasa tertipu dan kehilangan kepercayaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Rekam Jejak Kelam Dirum Tirta Bhagasasi Terbongkar

​Kondisi internal perusahaan pelat merah milik Pemkab Bekasi tersebut dinilai sudah tidak lagi kondusif untuk menunjang pelayanan publik yang optimal.

Kekecewaan para pegawai memuncak setelah menelusuri rentetan masalah hukum dan etika yang membelit sang direktur di masa lalu.

​“Ini kan sudah jelas rekam jejaknya yang sangat buruk, hingga akhirnya sekarang karyawan yang merasakan. Nyesel saya pernah percaya sama dia,” ungkap salah seorang pemangku jabatan di wilayah cabang Perumda Tirta Bhagasasi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (27/07/2026).

​Apa Saja Rekam Jejak Kontroversial Dirum Tirta Bhagasasi?

​Berdasarkan data yang dihimpun para pegawai, DH memiliki sejarah panjang terkait pemecatan dan polemik hukum. Ia tercatat pernah diberhentikan secara tidak hormat saat masih berstatus pegawai di Yayasan Al Azhar.

​Fakta hukum lainnya menunjukkan DH kalah dalam persidangan perdata melawan Yayasan Waqaf Al Muhajirin Jaka Permai.

Kekalahan tersebut telah berkekuatan hukum tetap dan tertuang resmi dalam putusan Mahkamah Agung (MA) dengan Nomor 1829 K/Pdt.Sus-PHI/2022.

​Jejak kontroversial DH juga merambah ke organisasi olahraga. Ia sempat dilengserkan paksa dari kursi Ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Provinsi Jawa Barat periode 2018-2022 sebelum masa baktinya selesai.

Pengurus pusat memberhentikan DH akibat ketidakmampuannya meredam konflik internal dan adanya dugaan kuat penggelapan anggaran cabang olahraga.

​”Saya melihat ini bentuk karakter yang tak pernah berubah dari yang bersangkutan. Beberapa kasusnya terdahulu ternyata memang membuktikan bahwa dia tidak mampu bekerja sama,” tambahnya.

​Mengapa Pegawai Mendesak Plt Bupati Bekasi Segera Bertindak?

​Menghadapi kebuntuan komunikasi dengan pihak manajemen, para pegawai kini menggantungkan harapan pada intervensi pemerintah daerah.

Mereka mendesak Kuasa Pemilik Modal (KPM), yakni Plt Bupati Bekasi, untuk segera turun tangan mengevaluasi dan merombak kursi kepemimpinan Dirum.

​Jika aspirasi penyelamatan perusahaan ini terus diabaikan, para pekerja lintas unit telah bersepakat untuk melumpuhkan operasional melalui aksi mogok kerja massal.

Langkah radikal ini dianggap sebagai opsi terakhir melawan arogansi dan ketidakmampuan pimpinan.

​“Kalau dibiarkan, profesionalitas kerja tidak akan berjalan bagus. Saat ini sudah ada tembok besar yang menghalangi pegawai dengan Dirum,” tegasnya.

​Hingga kini, gelombang protes tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Spanduk raksasa berisi mosi tidak percaya masih membentang kokoh di area kantor pusat Perumda Tirta Bhagasasi sebagai simbol perlawanan nyata terhadap krisis kepemimpinan.

​Kredibilitas Pemkab Bekasi kini dipertaruhkan dalam menyikapi krisis manajemen di BUMD penyedia air bersih ini.

Keputusan cepat dan terukur dari Plt Bupati Bekasi sangat krusial untuk mencegah kelumpuhan layanan yang akan merugikan masyarakat luas.

​Apakah aksi mogok kerja massal benar-benar akan melumpuhkan pasokan air di Bekasi? Ikuti terus pembaruan informasi dari konflik Perumda Tirta Bhagasasi secara eksklusif hanya di RakyatBekasi.com. Sampaikan juga pandangan Anda mengenai kasus ini di kolom komentar!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Genitnya Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi
Seorang Warga Polisikan Disdukcapil Kota Bekasi Gegara Terbitkan KK dengan Akta Cerai Palsu
Tegas! Bapenda Kota Bekasi Tarik Piutang Pajak Rp36 Miliar
Pematangan Lahan PSEL Bantargebang Tahap II Telan Rp25 Miliar
Proyek TOD Stasiun Bekasi Extension Dimulai, Wali Kota Tri Adhianto Kebut Integrasi Angkutan
​Sempat Tertunda, PSEL Bantargebang Groundbreaking 4 Agustus
Pemkot Bekasi Targetkan Angka Pengangguran Turun di Bawah 7,3 Persen
Tak Disangka, Evakuasi Cincin jadi Salah Satu Layanan Tersibuk Disdamkarmat Kota Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 13:13 WIB

Genitnya Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi

Senin, 27 Juli 2026 - 12:54 WIB

Terkuak! Rekam Jejak Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi Picu Ancaman Mogok

Senin, 27 Juli 2026 - 11:47 WIB

Seorang Warga Polisikan Disdukcapil Kota Bekasi Gegara Terbitkan KK dengan Akta Cerai Palsu

Senin, 27 Juli 2026 - 11:12 WIB

Tegas! Bapenda Kota Bekasi Tarik Piutang Pajak Rp36 Miliar

Senin, 27 Juli 2026 - 10:28 WIB

Proyek TOD Stasiun Bekasi Extension Dimulai, Wali Kota Tri Adhianto Kebut Integrasi Angkutan

Berita Terbaru

Kantor Pusat Perumda Tirta Bhagasasi.

Bekasi

Genitnya Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi

Senin, 27 Jul 2026 - 13:13 WIB

SANG PENAKLUK VOC: Suasana aktivitas warga dan padatnya laju kendaraan di sepanjang ruas Jalan Sultan Agung, kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (27/07/2026). Penamaan jalan protokol strategis di sisi selatan rel kereta api ini didedikasikan secara khusus untuk menghormati Sultan Agung Hanyokrokusumo, raja terbesar Kesultanan Mataram yang secara heroik memimpin invasi militer melawan VOC di Batavia sekaligus mewariskan sistem penanggalan kalender Jawa bagi Nusantara. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Sultan Agung: Raja Mataram Penakluk VOC

Senin, 27 Jul 2026 - 12:13 WIB

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Bapenda Kota Bekasi, Agustinus Prakoso, saat memaparkan capaian penarikan piutang pajak daerah sebesar Rp36 miliar di ruang kerjanya, Senin (27/07/2026). Bapenda segera menerjunkan jurusita untuk melakukan eksekusi penyitaan aset dan pemblokiran rekening bagi wajib pajak yang membandel. (Foto: RakyatBekasi.Com)

Bekasi

Tegas! Bapenda Kota Bekasi Tarik Piutang Pajak Rp36 Miliar

Senin, 27 Jul 2026 - 11:12 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x