Rapor Merah CKG: 3.334 Warga Kota Bekasi Tercatat Perokok Aktif

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis Skrining Cek Kesehatan Gratis Dinas Kesehatan Kota Bekasi 2026.

Infografis Skrining Cek Kesehatan Gratis Dinas Kesehatan Kota Bekasi 2026.

  • ​Dinkes Kota Bekasi mencatat 3.334 perokok aktif (5,2%) sepanjang Januari hingga pertengahan Juni 2026.
  • ​Data diperoleh melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 134.723 orang yang terintegrasi di Aplikasi Sehat Indonesiaku.
  • ​Angka perokok aktif di Kota Bekasi secara mayoritas didominasi oleh warga berusia 18 tahun ke atas.
  • ​Pemkot Bekasi maksimalkan klinik Upaya Berhenti Merokok (UBM) di Puskesmas dan memperketat pengawasan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

​Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mengungkapkan temuan krusial terkait status kesehatan masyarakat di wilayahnya.

Sepanjang Januari hingga pertengahan Juni 2026, tercatat sebanyak 3.334 warga teridentifikasi sebagai perokok aktif.

Data valid tersebut terhimpun langsung dari hasil Skrining Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terintegrasi ke dalam sistem Aplikasi Sehat Indonesiaku.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Upaya Dinkes Kota Bekasi Tekan Angka Perokok Aktif

​Temuan ribuan perokok aktif tersebut mencerminkan persentase sekitar 5,2 persen dari total warga yang mengikuti tahapan skrining kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan medis.

Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis ini sengaja digencarkan guna memetakan risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) di tengah masyarakat.

​”Dengan proses skrining melibatkan sebanyak 134.723 orang yang berusia lebih dari 7 tahun ke atas,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (29/07/2026).

​Mengapa Perokok Dewasa Mendominasi Hasil Skrining di Kota Bekasi?

​Berdasarkan hasil himpunan data dari Dinkes, angka perokok aktif secara mutlak didominasi oleh warga pada kategori usia 18 tahun ke atas.

Faktor kebiasaan yang tertanam sejak remaja, tingkat stres lingkungan kerja, serta pergaulan disinyalir menjadi penyumbang utama tingginya paparan rokok pada usia dewasa produktif.

​Apa Langkah Konkret Pemkot Bekasi Tangani Perokok Aktif?

​Menyikapi tingginya angka perokok ini, Pemkot Bekasi tidak tinggal diam dan terus memperkuat sistem mitigasi terpadu di setiap layanan fasilitas kesehatan.

​”Secara umum, dalam upaya meminimalisir tingkat angka perokok, Dinkes Kota Bekasi melakukan berbagai upaya mitigasi dan penanganan terkait layanan kesehatan berhenti merokok,” sambungnya.

​Guna mewujudkan lingkungan yang lebih sehat, Dinkes Kota Bekasi tengah mengimplementasikan beberapa langkah strategis, meliputi:

  • ​Optimalisasi Klinik UBM: Meningkatkan layanan di tingkat Puskesmas dengan membuka klinik Upaya Berhenti Merokok (UBM) yang fokus pada pendampingan dan konseling.
  • ​Edukasi dan Sosialisasi: Memperkuat pemahaman masyarakat terkait bahaya merokok bagi kesehatan jangka panjang.
  • ​Pengawasan Perda KTR: Menegakkan aturan Kawasan Tanpa Rokok melalui Perda Nomor 15 Tahun 2019 dengan menerjunkan langsung Tim Pengawas Penyelenggaraan Kawasan Tanpa Rokok di berbagai titik publik di Kota Bekasi.

​Kesehatan masyarakat merupakan fondasi utama bagi kemajuan sebuah daerah. Kepatuhan terhadap aturan kawasan tanpa rokok serta kemauan untuk memanfaatkan fasilitas konseling di Puskesmas, diharapkan mampu menekan angka perokok secara drastis di masa mendatang.

​Bagaimana pendapat Anda mengenai langkah penyediaan klinik konseling berhenti merokok di Puskesmas terdekat? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar dan baca terus update kebijakan publik Pemkot Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Manajer Risiko ke Kursi Direksi: Bahrul Alam Resmi Ditetapkan Jadi Dirtek Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi Periode 2026–2031
Tekan 98 Ribu Pengangguran, Wali Kota Bekasi Genjot Investasi dan Magang ke Luar Negeri
Antisipasi Lonjakan dan Kelangkaan Jelang Nataru 2027, Pemkot Bekasi Kerahkan Satgas Gabungan Awasi Harga Bahan Pokok
Ultimatum Wali Kota Bekasi Jelang Konstruksi Fly Over Bulak Kapal 15 November: Bongkar Mandiri Pekan Depan atau Dieksekusi Pemkot!
Dilirik Wali Kota Mississauga Kanada Berdarah Indonesia, Tri Adhianto Siap Jajaki Sister City Sektor Farmasi hingga Aerospace
Polemik Grand Kamala Lagoon: Evaluasi SE Wali Kota Bekasi, Pembentukan P3SRS, hingga IPL Rp622 Ribu
Pemkot Bekasi Matangkan Rekayasa Lalu Lintas Fly Over Bulak Kapal
Wali Kota Bekasi Pastikan Proyek Fly Over Bulak Kapal Dimulai 15 November 2026
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Dari Manajer Risiko ke Kursi Direksi: Bahrul Alam Resmi Ditetapkan Jadi Dirtek Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi Periode 2026–2031

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Tekan 98 Ribu Pengangguran, Wali Kota Bekasi Genjot Investasi dan Magang ke Luar Negeri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Antisipasi Lonjakan dan Kelangkaan Jelang Nataru 2027, Pemkot Bekasi Kerahkan Satgas Gabungan Awasi Harga Bahan Pokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Ultimatum Wali Kota Bekasi Jelang Konstruksi Fly Over Bulak Kapal 15 November: Bongkar Mandiri Pekan Depan atau Dieksekusi Pemkot!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Dilirik Wali Kota Mississauga Kanada Berdarah Indonesia, Tri Adhianto Siap Jajaki Sister City Sektor Farmasi hingga Aerospace

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x