Resmi, Pemkot Bekasi Gabung Aglomerasi Jabodetabek Connected

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disparbud Kota Bekasi, Nadih Arifin (berdiri, paling kanan), turut hadir menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Jabodetabek Connected yang diselenggarakan di Paviliun Raden Saleh, Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/07/2026). Kesepakatan ini mengikat komitmen integrasi pembangunan kawasan dan pelestarian budaya.

Kepala Disparbud Kota Bekasi, Nadih Arifin (berdiri, paling kanan), turut hadir menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Jabodetabek Connected yang diselenggarakan di Paviliun Raden Saleh, Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/07/2026). Kesepakatan ini mengikat komitmen integrasi pembangunan kawasan dan pelestarian budaya.

  • ​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Jabodetabek Connected dengan Pemprov DKI Jakarta.
  • ​Penandatanganan kesepakatan aglomerasi berlangsung di Paviliun Raden Saleh, Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (30/07/2026).
  • ​Fokus utama kolaborasi adalah sinkronisasi pembangunan fisik yang sejalan dengan kelestarian eksistensi Budaya Betawi.
  • ​Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bekasi, Nadih Arifin, hadir mewakili Pemkot Bekasi dalam perumusan kebijakan tersebut.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi secara resmi menyepakati kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beserta empat kota penyangga lainnya dalam program Jabodetabek Connected.

Mengusung semangat “Nyambungin Kota, Nyambungin Budaya”, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini disahkan di Paviliun Raden Saleh, Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (30/07/2026).

Langkah konkret ini menjadi pijakan vital bagi kawasan penyangga untuk memastikan laju pembangunan infrastruktur tidak menggerus identitas kebudayaan lokal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kolaborasi Strategis Pemkot Bekasi dalam Aglomerasi Jabodetabek

​Mengapa Aglomerasi Jabodetabek Penting bagi Pemkot Bekasi?

​Integrasi kawasan aglomerasi sangat krusial karena pembangunan masif sebuah kota kerap berpotensi mengikis akar kebudayaan masyarakatnya.

Daerah penyangga seperti Kota Bekasi dan Depok memiliki irisan budaya Betawi yang sangat kental dan tak terpisahkan dari ekosistem kultural DKI Jakarta.

​”Jakarta memerlukan aglomerasi, dan aglomerasi juga memerlukan Jakarta,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno kepada awak media di Paviliun Raden Saleh, Jakarta Pusat, Kamis (30/07/2026).

​Rano Karno menegaskan bahwa pelestarian ekosistem budaya menuntut sinergi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk komitmen penuh dari Pemkot Bekasi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dalam merawat warisan budaya secara berkelanjutan.

​”Kita ingin sekali mengembangkan konsep besar ini. Tentu kerja sama ini saya harapkan tidak sekadar tanda tangan di atas kertas, ada sesuatu yang harus segera kita desain,” tegasnya.

​Apa Target Program Jabodetabek Connected pada 2027?

​Menjelang peringatan HUT ke-500 Kota Jakarta pada 2027 mendatang, Pemprov DKI Jakarta tengah menyusun serangkaian kalender acara berskala masif.

Demi menyukseskan perayaan monumental tersebut, dukungan serta keterlibatan langsung dari wilayah-wilayah aglomerasi menjadi elemen kunci yang tidak bisa diabaikan.

​”Jakarta memerlukan aglomerasi, dan aglomerasi juga memerlukan Jakarta,” tegas Rano.

​Lebih lanjut, Rano menjelaskan bahwa jajaran pemerintah daerah lintas wilayah kini memikul tugas khusus untuk segera menggodok rancangan program kolaboratif yang terukur dan saling menguntungkan.

​”Mudah-mudahan ikhtiar bersama ini bisa mengangkat ekosistem budaya Betawi khususnya agar tetap adaptif, inklusif dan berkelanjutan,” harapnya.

​Bagaimana Peran Disparbud Kota Bekasi dalam Kesepakatan Ini?

​Penguatan identitas kultural merupakan poin sentral dari pakta integritas aglomerasi ini.

Delegasi Pemkot Bekasi diwakili langsung oleh Kepala Disparbud Kota Bekasi, Nadih Arifin, untuk memastikan bahwa kebudayaan Kota Patriot tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi besar kemajuan kawasan Jabodetabek.

​Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Miftahulloh Tamary, menekankan bahwa Jakarta dan wilayah aglomerasi merupakan satu kesatuan kawasan yang saling terhubung secara kultural.

Menjelang usia lima abad Jakarta, kemajuan metropolitan harus berjalan beriringan dengan penguatan muruah budaya lokal.

​”Hari ini kami melanjutkan program Jabodetabek Connected yang telah dimulai sejak 2025, sebagai langkah nyata kolaborasi antardaerah,” tandasnya.

Sinergi lintas wilayah aglomerasi ini diharapkan mampu menghadirkan wajah pembangunan yang seimbang—maju secara infrastruktur, namun tetap kokoh menjaga identitas kebudayaannya.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai keterlibatan Pemkot Bekasi dalam integrasi Jabodetabek Connected ini? Tinggalkan opini Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini agar lebih banyak warga Bekasi yang terinformasi!


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Darurat Fiskal! Belanja Pemkot Bekasi 2027 Merosot Drastis ke Rp6,69 Triliun, Apa Dampaknya ke Publik?
DBMSDA Kota Bekasi Ultimatum Pengelola JPO Stasiun Kranji: Perbaikan Total atau Kontrak Tidak Diperpanjang!
Tiga JPO di Kota Bekasi Menua dan Rusak Parah, DBMSDA Buru Investor untuk Peremajaan Terintegrasi TOD
Viral di Threads: Keluhan KTP Pemkot Bekasi Direspons Wali Kota Tri Adhianto, Warga Justru Buktikan Kecepatan Aplikasi e-Open
BKD Provinsi Jawa Barat Ambil Alih Pansel, Siapa Layak Rebut Kursi Panas Sekda Kota Bekasi?
JPO Tua Membahayakan Warga, Wali Kota Bekasi Desak Swasta Terapkan Standar Keselamatan Ketat
Peran Strategis BUMD Jadi Mesin Pendapatan di Era Efisiensi Fiskal Daerah
Sempat Viral Gegara Curam, Pemkot Bekasi Paksa Pengelola JPO Tol Bekasi Barat Pasang Anak Tangga

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:01 WIB

Darurat Fiskal! Belanja Pemkot Bekasi 2027 Merosot Drastis ke Rp6,69 Triliun, Apa Dampaknya ke Publik?

Jumat, 11 September 2026 - 10:44 WIB

DBMSDA Kota Bekasi Ultimatum Pengelola JPO Stasiun Kranji: Perbaikan Total atau Kontrak Tidak Diperpanjang!

Jumat, 11 September 2026 - 09:55 WIB

Tiga JPO di Kota Bekasi Menua dan Rusak Parah, DBMSDA Buru Investor untuk Peremajaan Terintegrasi TOD

Kamis, 10 September 2026 - 15:48 WIB

BKD Provinsi Jawa Barat Ambil Alih Pansel, Siapa Layak Rebut Kursi Panas Sekda Kota Bekasi?

Kamis, 10 September 2026 - 14:55 WIB

JPO Tua Membahayakan Warga, Wali Kota Bekasi Desak Swasta Terapkan Standar Keselamatan Ketat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x