Porsi Belanja Pegawai Tembus 35 Persen, DPRD Desak Pemkot Bekasi Lakukan Inovasi Anggaran 2027

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kota Bekasi di Gedung DPRD, Jalan Chairil Anwar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kamis (10/09/2026).

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kota Bekasi di Gedung DPRD, Jalan Chairil Anwar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kamis (10/09/2026).

  • ​Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bekasi mendesak Pemkot Bekasi menekan porsi belanja pegawai dari 35 persen menjadi 30 persen pada tahun 2027.
  • ​Proyeksi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2027 mengalami penurunan sebesar 3,14 persen menjadi Rp6,5 Triliun.
  • ​Total Belanja Daerah turut disesuaikan turun sebesar 3,06 persen menjadi Rp6,6 Triliun.
  • ​DPRD mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menjaga kesejahteraan ASN sekaligus mengakomodasi kebutuhan sosial masyarakat.

​BADAN ANGGARAN (BANGGAR) DPRD KOTA BEKASI secara tegas mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk segera merasionalisasi porsi belanja pegawai pada tahun 2027 mendatang.

Desakan ini muncul setelah evaluasi Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027 menunjukkan porsi belanja pegawai masih mendominasi hingga 35 persen dari total postur anggaran daerah.

​Desakan DPRD Terkait Rasionalisasi Belanja Pegawai Pemkot Bekasi

​Rekomendasi strategis tersebut disampaikan langsung oleh Tim Banggar DPRD sebagai catatan kritis terhadap rancangan anggaran yang diajukan oleh pihak eksekutif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemkot Bekasi dituntut untuk bekerja lebih kreatif dalam mengelola keuangan daerah di tengah proyeksi turunnya target pendapatan.

​”Dengan porsi belanja pegawai di mencapai 35 persen. Pemerintah Kota Bekasi harus dapat melakukan inovasi agar belanja pegawai menjadi 30 persen,” kata Juru Bicara BANGGAR DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary dalam pidatonya di Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Kamis (10/09/2026).

​Mengapa Porsi Belanja Pegawai Menjadi Sorotan Utama?

​Porsi belanja pegawai menjadi sorotan utama karena tingginya alokasi tersebut berpotensi membatasi ruang fiskal Pemkot Bekasi untuk mendanai pembangunan infrastruktur dan program bantuan sosial kemasyarakatan.

Menurut Latu Har Hary, pemerintah daerah wajib mengedepankan aspek sosial bagi warga tanpa harus mengorbankan tingkat kesejahteraan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bekasi.

​”Termasuk bagaimana opsional yang mesti diupayakan yaitu dengan menggali dan memaksimalkan potensi pendapatan daerah,” jelasnya.

​Bagaimana Rincian Proyeksi APBD Kota Bekasi Tahun 2027?

​Pembahasan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 menunjukkan adanya tren penyusutan, baik dari sektor pendapatan maupun belanja daerah yang memaksa Pemkot Bekasi melakukan penyesuaian ketat. Berikut adalah rincian proyeksi struktur anggaran tersebut:

  • ​Pendapatan Daerah: Proyeksi pendapatan menyusut sebesar Rp211 Miliar (turun 3,14%) dari target awal Rp6,7 Triliun menjadi Rp6,5 Triliun lebih. Komposisi ini bertumpu pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp3,8 Triliun dan Pendapatan Transfer sebesar Rp2,6 Triliun.
  • ​Belanja Daerah: Akibat turunnya target pendapatan, alokasi belanja daerah pun dipangkas sebesar Rp211 Miliar (turun 3,06%) dari rancangan awal Rp6,9 Triliun menjadi Rp6,6 Triliun. Angka ini dialokasikan untuk Belanja Operasi (Rp5,5 Triliun), Belanja Modal (Rp1,1 Triliun), dan Belanja Tidak Terduga (Rp15 Miliar), yang menyisakan defisit anggaran sebesar Rp183 Miliar lebih.
  • ​Pembiayaan Daerah: Untuk menutup defisit tersebut, skema pembiayaan daerah menetapkan Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp210 Miliar lebih dan Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp27 Miliar, sehingga menghasilkan Pembiayaan Netto sebesar Rp183 Miliar lebih.

​Pemkot Bekasi kini berpacu dengan waktu untuk merumuskan kebijakan fiskal yang tajam dan solutif. Langkah strategis dari Wali Kota Bekasi beserta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat dinanti publik agar postur anggaran 2027 tetap sehat dan berorientasi pada pelayanan masyarakat secara paripurna.

​Mari pantau terus perkembangan kebijakan anggaran Pemkot Bekasi dan dinamika politik daerah secara real-time! Ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi sekarang juga. Jangan lupa bagikan artikel ini dan sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dana Kompensasi TPST Bantargebang Dijanjikan Cair Awal November 2026 Tanpa Pemotongan
Komisi IV Desak Calon Dewan Pendidikan Kota Bekasi 2026–2031 Hadirkan Terobosan Konkret
Wanti-wanti Jangan Ada Titipan Politik, Komisi IV Soroti Ketertutupan Seleksi Dewan Pendidikan Kota Bekasi
Warga Bulak Sentul Tagih Bansos Lansia dan U-Ditch, Nawal Husni Janji Kawal Mati-matian!
Awas SiLPA Membengkak! Serapan APBD Kota Bekasi Baru 58 Persen, DPRD Desak OPD Kejar Target 99 Persen
Reses III Dewan Rudy Heryansah di Medansatria: Komitmen Kawal Ketat Aspirasi Infrastruktur Warga
Kucurkan Rp 1 Miliar untuk Infrastruktur Jatimekar, Dewan Madong Buktikan Komitmen Aspirasi Warga
Gelar Reses III di Bantargebang, Dewan Anton Desak Kepastian Hak Kompensasi TPST Warga
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Dana Kompensasi TPST Bantargebang Dijanjikan Cair Awal November 2026 Tanpa Pemotongan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Komisi IV Desak Calon Dewan Pendidikan Kota Bekasi 2026–2031 Hadirkan Terobosan Konkret

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Wanti-wanti Jangan Ada Titipan Politik, Komisi IV Soroti Ketertutupan Seleksi Dewan Pendidikan Kota Bekasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Warga Bulak Sentul Tagih Bansos Lansia dan U-Ditch, Nawal Husni Janji Kawal Mati-matian!

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:08 WIB

Awas SiLPA Membengkak! Serapan APBD Kota Bekasi Baru 58 Persen, DPRD Desak OPD Kejar Target 99 Persen

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x