- Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyoroti tingginya angka perceraian akibat pernikahan usia dini pada puncak peringatan Hari Anak Nasional ke-42.
- Pemerintah Kota Bekasi menjadikan data faktual di lapangan sebagai dasar utama dalam merumuskan kebijakan perlindungan anak.
- Forum Anak Daerah dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bekasi segera menggelar sosialisasi turun ke sekolah.
- Target edukasi menyasar pelajar tingkat SMP hingga SMA untuk mencegah pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, dan aksi perundungan.
Tingginya angka perceraian di Kota Bekasi yang dipicu maraknya pernikahan usia dini mendapat sorotan tajam dari Pemerintah Kota Bekasi.
Pada momentum peringatan Hari Anak Nasional ke-42, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto secara khusus memperingatkan para orang tua di Taman Plaza Patriot Chandrabhaga, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, untuk proaktif menyelamatkan masa depan generasi muda.
Wali Kota Bekasi Dorong Kebijakan Perlindungan Anak Berbasis Data
Mengapa Pernikahan Dini Berkaitan Erat dengan Tingginya Angka Perceraian?
Pernikahan pada usia anak dinilai berisiko tinggi karena belum matangnya kesiapan psikologis dan finansial, sehingga sangat rentan berujung pada keretakan rumah tangga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fenomena sosial ini menuntut peningkatan literasi dan kepedulian ekstra dari orang tua dalam menjaga serta membimbing anak-anak mereka.
”Pernikahan usia dini memang menjadi perhatian anak-anak, mari kita dengarkan. Tetapi, basis tindakannya haruslah data,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Taman Plaza Patriot Chandrabhaga, Minggu (02/08/2026).
Berdasarkan komparasi aspirasi dan data faktual di lapangan, pernikahan di bawah umur diyakini menjadi salah satu faktor penyumbang terbesar angka perceraian di Kota Bekasi. Kondisi ini membuat struktur keluarga hancur sebelum berkembang secara matang.
”Kita meyakini bahwa perceraian adalah sesuatu yang halal dan dibolehkan oleh agama, tetapi yakinlah bahwa anak-anaklah yang akan menjadi korbannya,” katanya.
Apa Dampak Psikologis Perceraian terhadap Anak?
Perpisahan orang tua dipastikan akan meninggalkan trauma mendalam dan luka psikis berkepanjangan bagi perkembangan emosional anak.
Merespons efek merusak tersebut, Pemkot Bekasi mengajak seluruh elemen masyarakat agar memprioritaskan pembangunan lingkungan keluarga yang sehat sebagai fondasi utama.
”Oleh karena itu, mari kita lindungi anak-anak kita dan berikan rasa kebahagiaan, dimulai dari membangun keluarga yang sehat dan kuat,” sambungnya.
Masa remaja merupakan fase transisi kritis di mana banyak anak sedang mencari jati diri. Tanpa pendampingan dan arahan yang tepat, mereka rentan mengambil jalan pintas yang keliru demi mendapatkan pengakuan dan eksistensi di lingkungan pergaulannya.
”Kita tahu bahwa hari ini masih banyak anak-anak yang keliru dalam rangka meningkatkan dan menunjukkan eksistensinya. Kita harus membuka jalan untuk masa depan mereka dan tentu ini menjadi tugas dan amanah bagi kita, sebagai orang tua,” jelasnya.
Kolaborasi Edukasi ke Sekolah-Sekolah di Kota Bekasi
Bagaimana Langkah Preventif Pemerintah Kota Bekasi Mencegah Pernikahan Dini?
Sebagai tindak lanjut, Forum Anak Daerah bersama Generasi Berencana (Genre) Kota Bekasi telah menyusun program intervensi langsung ke fasilitas pendidikan.
Bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bekasi, tim ini akan menyasar kalangan pelajar tingkat SMP hingga SMA.
”Pak Wali, izin selaku Bunda Genre, saya bersama Dinas DPPKB insyaallah dalam bulan ini akan turun langsung ke sekolah-sekolah. Tujuannya adalah untuk mensosialisasikan pencegahan pernikahan dini, bahaya narkoba, sekaligus pencegahan perundungan (anti-bullying),” kata Wiwiek Hargono kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di lokasi yang sama, Minggu (02/08/2026).
Langkah jemput bola ke sekolah-sekolah ini merupakan wujud nyata upaya preventif agar para remaja memiliki pemahaman komprehensif mengenai bahaya pergaulan bebas.
Edukasi ini diharapkan mampu mendorong remaja memprioritaskan pendidikan tinggi dan kesehatan ketimbang menikah di usia yang belum matang.
Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong terwujudnya Kota Layak Anak melalui berbagai program perlindungan progresif, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan peran keluarga di tengah masyarakat. Lingkungan yang aman dan nyaman merupakan kunci utama bagi tumbuh kembang anak-anak di Kota Bekasi.
Bagikan artikel ini untuk bersama-sama menyebarkan kesadaran tentang pentingnya mencegah pernikahan usia dini di lingkungan kita. Simak terus kabar terbaru seputar kebijakan Pemerintah Kota Bekasi lainnya hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






