- Pemkot Bekasi tengah merancang ekosistem aplikasi terintegrasi berbasis digital untuk seluruh sektor pelayanan publik daerah.
- Program ‘Bekasi Satu Data’ akan menghimpun informasi lintas sektoral, mulai dari ekonomi, kependudukan, hingga sosial yang dikelola oleh setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
- Diskominfostandi Kota Bekasi mulai mengkaji implementasi Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat infrastruktur tata kelola digital.
- Transformasi ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto guna memangkas tumpang tindih aplikasi dalam ekosistem Government Technology.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kini tengah mempercepat langkah menuju reformasi Smart Government dengan merancang sistem digitalisasi terpadu untuk pelayanan dasar masyarakat.
Melalui inisiatif ‘Bekasi Satu Data’, seluruh lini layanan birokrasi dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bekasi akan disatukan dalam sebuah aplikasi tunggal.
Transformasi integrasi data ini dirancang untuk menjawab tuntutan warga atas akses layanan kesehatan, sosial, hingga perizinan yang lebih cepat, transparan, dan efisien.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Bekasi Targetkan Transformasi Digital Ekosistem Layanan Terpadu
Guna mendukung kemudahan akses bagi masyarakat, kepemimpinan eksekutif daerah saat ini fokus memperkuat fondasi digitalisasi di seluruh lini pemerintahan.
Sinkronisasi big data menjadi prioritas untuk mewujudkan ekosistem birokrasi yang responsif dan modern.
”Sekarang sudah kita mulai, jadi paling tidak kita sudah menuju kepada yang namanya Bekasi Satu Data,” kata Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Rabu (05/08/2026).
Apa Saja Jenis Layanan yang Terintegrasi dalam Bekasi Satu Data?
Proyeksi skema database terpadu ini nantinya akan menghubungkan secara langsung seluruh jenis pelayanan primer dari setiap perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bekasi.
Basis data kependudukan, perputaran indikator ekonomi, hingga jaminan sosial akan terangkum dalam satu wadah digital yang mudah diakses.
Publik tidak perlu lagi mengunduh atau berpindah ke banyak aplikasi berbeda hanya untuk mengurus administrasi harian.
”Katakan lah mulai dari perizinan, kemudian kesehatan, dinas sosial. Kita akan himpun (data-data) dari OPD-OPD yang ada, kita satukan,” tuturnya.
Mengapa Pemkot Bekasi Membidik Pemanfaatan Teknologi AI?
Era disrupsi digital memaksa pemerintah daerah untuk beradaptasi dengan menghadirkan inovasi yang tajam dan taktis.
Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi, Eka Chorid Ivo Vauzi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi mandat khusus dari Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, untuk segera mengeksekusi terobosan di sektor pelayanan.
”Itu menjadi salah satu atensi pak wali kota untuk menunjang kegiatan-kegiatan yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi seiring dengan kondisi masyarakat sekarang yang menuntut semua berbasis digital,” jelasnya.
Guna menjaga kelancaran operasional sistem, Diskominfostandi Kota Bekasi kini tengah mempelajari secara intensif pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).
Imitasi kecerdasan buatan ini diproyeksikan mampu mendiagnosis persoalan teknis di lingkup internal serta meningkatkan efisiensi sistem administrasi pemerintahan secara mandiri.
Langkah strategis daerah ini pada akhirnya bermuara pada keselarasan dengan visi Presiden Prabowo Subianto mengenai Government Technology.
Digitalisasi tata kelola birokrasi menjadi syarat mutlak untuk menghilangkan aplikasi pemerintah yang saling tumpang tindih, sehingga distribusi program bantuan dan layanan publik berjalan lebih presisi serta tepat sasaran.
Inovasi tata kelola pemerintahan lewat skema digitalisasi ini diharapkan dapat segera dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di wilayah aglomerasi Kota Bekasi.
Kemudahan aksesibilitas melalui satu perangkat aplikasi akan menjadi tonggak baru yang membuktikan bahwa birokrasi dapat bekerja lebih lincah melayani publik.
Bagaimana pandangan Anda terhadap inovasi layanan satu pintu digital di Kota Bekasi ini? Bagikan artikel ini, tinggalkan komentar Anda di bawah, dan terus ikuti perkembangan kabar terkini seputar kebijakan Pemkot Bekasi lainnya hanya di RakyatBekasi.Com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




![Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto (kedua dari kanan), saat menghadiri penandatanganan komitmen bersama pencegahan korupsi tata ruang dengan KPK dan ATR/BPN, yang disaksikan oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (tengah), di Kota Cimahi, Selasa (04/08/2026). [Dokumentasi Pemkot Bekasi/RakyatBekasi.Com]](https://i0.wp.com/rakyatbekasi.com/wp-content/uploads/2026/08/wp-17858890012001387556294574205447.jpg?resize=225%2C129&ssl=1)


