- Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, belum menyetujui rencana rute Sky Train (kereta layang) di atas Jalan Ahmad Yani karena alasan ruang publik dan Car Free Day (CFD).
- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi saat ini tengah menunggu progres pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Summarecon Stasiun Bekasi Extension sebelum melangkah ke Sky Train.
- Rencana rute Sky Train Bekasi yang diusulkan diminta untuk memutar melalui belakang Bekasi Cyber Park (BCP) untuk menghindari gangguan pada Jalan Ahmad Yani.
- Proyek TOD Summarecon Bekasi ditargetkan rampung dalam 18 bulan dengan investasi infrastruktur mencapai Rp 78 miliar.
- Wali Kota Bekasi menekankan pentingnya integrasi moda angkutan massal untuk mendukung keberhasilan kawasan TOD tersebut.
Pembangunan proyek monorel Sky Train atau kereta layang di Kota Bekasi saat ini masih berada dalam tahap perencanaan yang panjang.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menegaskan masih menunggu progres pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Summarecon Stasiun Bekasi Extension selesai sebelum membahas detail rute dan pembangunannya lebih jauh.
Wali Kota Bekasi bahkan dengan tegas menolak salah satu usulan rute penting proyek tersebut demi kepentingan ruang publik warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Wali Kota Bekasi Belum Menyetujui Rute Sky Train di Jalan Ahmad Yani?
Keputusan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, untuk tidak menyetujui usulan rute Sky Train di atas Jalan Ahmad Yani didasari oleh pertimbangan kepentingan ruang publik warga Kota Bekasi.
Lokasi Jalan Ahmad Yani merupakan jalur utama di tengah perkotaan dan menjadi lokasi rutin penyelenggaraan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD).
Jika proyek konstruksi tiang pancang dilakukan di sekitar lokasi, hal itu akan mengganggu aktivitas publik tersebut.
”Jalan Ahmad Yani itu kan digunakan untuk ruang publik Car Free Day yang harus bebas kendaraan,” tegas Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (24/12/2025).
“Jadi, Pak Wali meminta rutenya memutar di belakang BCP (Bekasi Cyber Park), baru masuk ke arah sana. Perencanaannya sekarang sudah mulai berjalan,” tuturnya.
Apa Kabar Pembangunan Sky Train Bekasi Saat Ini?
Proyek Sky Train Bekasi saat ini masih berada di tahap perencanaan besar yang terkait erat dengan pembangunan kawasan TOD Summarecon Stasiun Bekasi Extension.
Pemkot Bekasi, melalui DBMSDA, terus berkoordinasi langsung dengan pihak investor Summarecon Bekasi mengenai perkembangan proyek ini.
Fokus utama saat ini adalah memastikan kawasan TOD berjalan terlebih dahulu sebelum melangkah ke pembangunan fisik Sky Train.
- Status Perencanaan: Masih dalam tahap desain, dengan Wali Kota Bekasi menolak usulan rute di atas Jalan Ahmad Yani.
- Target TOD Summarecon: Ditargetkan rampung dalam 18 bulan ke depan.
- Investasi Infrastruktur TOD: Mencapai Rp 78 miliar.
- Konektivitas Sky Train: Direncanakan menghubungkan area komersial Summarecon Bekasi, kawasan pemerintahan Pemkot Bekasi, hingga bermuara di Stasiun LRT Bekasi Barat.
Idi Sutanto menambahkan bahwa investor Summarecon sudah berkoordinasi dan Wali Kota terus berkomunikasi langsung terkait rencana besar ini.
“Baru setelah TOD jalan, rencananya akan dibangun tower yang terkoneksi ke Stasiun, lalu ada Jalur Sky Train menuju ke Stasiun LRT Bekasi Barat,” ucapnya.
Bagaimana Integrasi Transportasi di TOD Summarecon Bekasi?
Pemerintah Kota Bekasi menyadari sepenuhnya pentingnya integrasi moda angkutan massal untuk mendukung keberhasilan kawasan TOD Summarecon Stasiun Bekasi Extension.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menekankan bahwa penyediaan transportasi lanjutan bagi pendatang yang hadir di Kota Bekasi masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang perlu segera disiapkan.
Langkah-langkah strategis sedang disiapkan untuk memastikan konektivitas antar moda berjalan mulus.
”Catatan tentu pada saat pendatang yang kemudian hadir di Kota Bekasi, tentu harus ada transportasi lanjutannya. Nah, itu yang saya kira masih menjadi PR (Pekerjaan Rumah),” kata Tri Adhianto saat ditemui di Gedung Plaza Pemkot Bekasi selepas pelaksanaan Giat Apel Pagi, Senin (27/07/2026) lalu.
Pihaknya berharap secara desain, kawasan TOD ini dapat memudahkan integrasi dan tetap terlayani oleh angkutan umum yang sudah ada saat ini.
“Tapi mudah-mudahan secara desain lebih memudahkan terkait dengan kesiapan kawasan TOD nya. Yang nantinya akan tetap terlayani oleh para angkutan umum yang memang hari ini sudah ada. Termasuk, dari Angkot, Ojol dan lain sebagainya. Dan juga Trans Patriot Bekasi Keren,” sambungnya.
Perencanaan pembangunan Sky Train Bekasi menjadi bukti nyata upaya Pemkot Bekasi dalam menghadirkan sistem transportasi massal yang modern dan terintegrasi di masa depan.
Meskipun masih menghadapi tantangan terkait rute dan koordinasi, komitmen Wali Kota Bekasi dalam memprioritaskan kepentingan ruang publik warga menjadi catatan positif tersendiri. Ikuti terus perkembangan proyek strategis ini hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



![Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto (tengah, memegang cetak biru), mendengarkan penjelasan dari seorang insinyur (kiri, memegang rute) tentang usulan rute Sky Train di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Summarecon Stasiun Bekasi Extension. Tri Adhianto menegaskan penolakannya terhadap usulan rute di atas Jalan Ahmad Yani demi menjaga ruang publik Car Free Day warga Bekasi. Foto: [Ilustrasi/RakyatBekasi.Com].](https://i0.wp.com/rakyatbekasi.com/wp-content/uploads/2026/08/wp-17859026081444289599378654225515.jpg?resize=225%2C129&ssl=1)


![Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto (kedua dari kanan), saat menghadiri penandatanganan komitmen bersama pencegahan korupsi tata ruang dengan KPK dan ATR/BPN, yang disaksikan oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (tengah), di Kota Cimahi, Selasa (04/08/2026). [Dokumentasi Pemkot Bekasi/RakyatBekasi.Com]](https://i0.wp.com/rakyatbekasi.com/wp-content/uploads/2026/08/wp-17858890012001387556294574205447.jpg?resize=225%2C129&ssl=1)
