Sejarah Jalan Pangeran Antasari: Sultan Banjar Anti Kompromi

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULTAN BANJAR ANTI KOMPROMI: Penampakan suasana jalan layang (flyover) non-tol di sepanjang ruas Jalan Pangeran Antasari, kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (07/08/2026). Jalan arteri strategis ini diabadikan untuk menghormati kepahlawanan Pangeran Antasari, Sultan Banjar ke-20 pahlawan Perang Banjar (1859) yang tangguh menolak damai dengan penjajah Belanda. Sosoknya juga diabadikan oleh negara pada mata uang pecahan Rp2.000. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

SULTAN BANJAR ANTI KOMPROMI: Penampakan suasana jalan layang (flyover) non-tol di sepanjang ruas Jalan Pangeran Antasari, kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (07/08/2026). Jalan arteri strategis ini diabadikan untuk menghormati kepahlawanan Pangeran Antasari, Sultan Banjar ke-20 pahlawan Perang Banjar (1859) yang tangguh menolak damai dengan penjajah Belanda. Sosoknya juga diabadikan oleh negara pada mata uang pecahan Rp2.000. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

  • Lokasi Protokol: Jalan Pangeran Antasari membentang dari arah Blok M ke selatan di kawasan Jakarta Selatan, dilengkapi fasilitas jalan layang modern.
  • Profil Tokoh: Didedikasikan untuk Pangeran Antasari (Gusti Inu Kartapati), Sultan Banjar ke-20 yang wajahnya abadi di uang kertas Rp2.000.
  • Perang Banjar: Memimpin serangan telak menghancurkan tambang batu bara kolonial Belanda di Pengaron pada 1859.
  • Gelar Pahlawan: Dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1968 setelah wafat mempertahankan tanah air tanpa pernah mau berkompromi.

​Rangkaian ulasan sejarah jalan protokol nusantara ke-36 dari 45 edisi Jumat (07/08/2026) menyoroti pesona Jalan Pangeran Antasari di Jakarta Selatan.

Di balik megahnya infrastruktur jalan layang yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan, terukir kisah kepahlawanan luar biasa dari sosok Sultan Banjar.

Beliau adalah figur pejuang anti kompromi yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk membumihancurkan kekuatan kolonial Belanda di tanah Kalimantan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Menelusuri Sejarah Jalan Pangeran Antasari di Jakarta Selatan

​Siapa Sebenarnya Pangeran Antasari di Balik Uang Rp2.000?

​Bagi warga yang kerap melintasi kawasan Blok M menuju selatan Jakarta, nama Jalan Pangeran Antasari tentu sudah menjadi bagian dari rute harian. Namun, makna di balik nama ini sering kali luput dari perhatian publik.

​”Di kawasan Jakarta Selatan, tepatnya di sepanjang Jalan Pangeran Antasari, terdapat sebuah jalan layang modern yang membentang dari arah Blok M ke selatan,” kata Zenza TekSas kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Jumat (07/08/2026).

​Pangeran Antasari, yang wajah tegasnya abadi pada pecahan uang kertas rupiah Rp2.000, lahir dengan nama Gusti Inu Kartapati di Kayu Tangi, Martapura, sekitar tahun 1797 atau 1809.

Beliau merupakan putra dari pasangan Pangeran Mas’ud dan Gusti Hadijah. Darah kepemimpinan yang mengalir kuat membawanya dinobatkan sebagai pemimpin tertinggi Kesultanan Banjar ke-20 pada 14 Maret 1862, dengan gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin.

​Bagaimana Strategi Pangeran Antasari dalam Perang Banjar Melawan Belanda?

​Perlawanan sengit yang dipimpin oleh Pangeran Antasari meledak dalam peristiwa bersejarah Perang Banjar pada 18 April 1859. Strategi gerilya dan serangan langsungnya sangat merepotkan militer kolonial.

​Bersama ribuan prajurit yang setia, beliau melancarkan serangan telak terhadap tambang batu bara milik Belanda di Pengaron.

Pasukan ini juga sukses membumihancurkan berbagai pos militer musuh yang didirikan secara sepihak di sepanjang aliran Sungai Barito.

​Dalam kesehariannya, kepemimpinan sang pangeran dikenal sangat merakyat dan dekat dengan para ulama.

Ia memiliki integritas tinggi, terbukti dari sikap tegasnya yang selalu menolak segala bentuk bujukan maupun tawaran damai dari pihak Belanda.

​Apa Warisan Kepahlawanan Pangeran Antasari Hingga Saat Ini?

​Pangeran Antasari terus berjuang tanpa kenal menyerah dari dalam hutan rimba. Sang pemimpin besar akhirnya menutup usia pada 11 Oktober 1862 di tengah-tengah pasukannya di Bayan Begok, Kalimantan.

​Beliau gugur bukan karena peluru musuh, melainkan setelah berjuang melawan komplikasi penyakit paru-paru dan cacar.

Atas jasa-jasa besar dan semangat patriotismenya, pemerintah Indonesia resmi menetapkan Pangeran Antasari sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui SK Presiden No. 06/TK/1968.

​Kini, nama besar Pangeran Antasari tidak hanya hidup dalam lembaran buku sejarah pendidikan atau sekadar mata uang rupiah saja.

Warisannya terus membersamai denyut nadi kehidupan masyarakat perkotaan melalui kemegahan jalan protokol dan jalan layang yang membentang kokoh di jantung ibu kota.

​Bagaimana semangat pantang menyerah Pangeran Antasari menginspirasi Anda hari ini? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar!

Ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi agar selalu update berita pemerintahan, politik, ekonomi, dan layanan publik.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Penggilingan Tumpah Ruah di Panggung Gembira Puncak Peringatan HUT RI ke-81
HUT ke-19 Alfamidi: Ekspansi 2.600 Gerai dan Aksi Nyata Sosial
Sejarah Jalan Sunan Gunung Jati: Jejak Sang Pandita Ratu
HUT RI 81: Zenza TekSas Cetak 2 Rekor Gila di Bekasi!
Sejarah Jalan Sunan Muria: Maestro Dakwah Kultural Inklusif
Sejarah Jalan Sunan Kudus: Jejak Panglima Ulama Pelopor Toleransi
Sejarah Jalan Sunan Kalijaga: Jejak Dakwah Kultural Walisongo di Jakarta Timur
Promo Bright Gas Bekasi Spesial HUT RI: Diskon Isi Ulang Hingga Rp8.100
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Warga Penggilingan Tumpah Ruah di Panggung Gembira Puncak Peringatan HUT RI ke-81

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:33 WIB

HUT ke-19 Alfamidi: Ekspansi 2.600 Gerai dan Aksi Nyata Sosial

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:50 WIB

Sejarah Jalan Sunan Gunung Jati: Jejak Sang Pandita Ratu

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:25 WIB

HUT RI 81: Zenza TekSas Cetak 2 Rekor Gila di Bekasi!

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Sejarah Jalan Sunan Muria: Maestro Dakwah Kultural Inklusif

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x