Sejarah Jalan Sunan Ampel: Jejak Dakwah dan Falsafah Moh Limo

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ULAMA VISIONER NUSANTARA: Suasana jalan perumahan dan aktivitas warga di sekitar ruas Jalan Sunan Ampel, kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (10/08/2026). Nama jalan ini diabadikan untuk mengenang jasa Raden Rahmat (Sunan Ampel), tokoh sentral Walisongo pencetus falsafah moral

ULAMA VISIONER NUSANTARA: Suasana jalan perumahan dan aktivitas warga di sekitar ruas Jalan Sunan Ampel, kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (10/08/2026). Nama jalan ini diabadikan untuk mengenang jasa Raden Rahmat (Sunan Ampel), tokoh sentral Walisongo pencetus falsafah moral "Moh Limo" yang sukses menyebarkan Islam melalui perpaduan jalur pendidikan, budaya, dan sosial politik pada abad ke-15 Masehi. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

  • Lokasi Historis: Jalan Sunan Ampel terletak di kawasan perumahan bernuansa religius di Rawamangun, Jakarta Timur, yang jalan-jalannya mengabadikan nama Walisongo.
  • Profil Ulama: Mengabadikan nama Raden Rahmat (Sayyid Ali Rahmatullah), ulama kelahiran Champa abad ke-15 yang mendirikan Pesantren Ampel Denta.
  • Peran Politik: Berperan sangat krusial dalam membidani berdirinya Kesultanan Demak (kerajaan Islam pertama di Jawa) dan Masjid Agung Demak.
  • Warisan Ajaran: Mewariskan ajaran moral Moh Limo (Moh Main, Moh Ngombe, Moh Maling, Moh Madat, Moh Madon) guna menghindari perbuatan tercela.

​Menjelang perayaan HUT RI ke-81, seri ulasan sejarah jalan protokol edisi ke-39 (Senin, 10/08/2026) kembali mengupas tata ruang ibu kota.

Seniman Kemerdekaan sekaligus Peraih Rekor MURI, Zenza TekSas, kali ini menyoroti Sejarah Jalan Sunan Ampel di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.

Penamaan ini bukan sekadar identitas geografis, melainkan wujud penghormatan bagi ulama besar yang menanamkan fondasi pendidikan, politik, dan moralitas Islam di Nusantara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Menelusuri Sejarah Jalan Sunan Ampel di Kawasan Rawamangun

​Di Mana Letak Jalan Sunan Ampel dan Siapa Sosok di Baliknya?

​Di tengah laju modernisasi, wilayah Jakarta Timur menyimpan sebuah perumahan yang memelihara memori historis para penyebar agama Islam.

​”Di tengah hiruk-pikuk kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, tersembunyi sebuah kawasan perumahan yang sarat akan nuansa historis dan religius. Uniknya, seluruh jalan di perumahan ini dinamai mengikuti para tokoh penyebar Islam di tanah Jawa, yaitu Walisongo. Salah satu sudut yang paling menarik untuk ditelusuri adalah Jalan Sunan Ampel, sebuah nama yang langsung membawa ingatan kita pada sosok ulama besar Nusantara abad ke-15,” kata Zenza TekSas kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (10/08/2026).

​Jalan tersebut diambil dari nama Sunan Ampel yang memiliki nama asli Raden Rahmat atau Sayyid Ali Rahmatullah. Beliau lahir di Negeri Champa pada tahun 1401 Masehi.

Putra dari pasangan Syekh Ibrahim As-Samarkandi dan Dewi Candrawulan ini mengabdikan diri sepenuhnya untuk syiar Islam hingga wafat pada 1467 M, dan makamnya di dekat Masjid Ampel, Surabaya, kini menjadi destinasi ziarah utama Nusantara.

​Bagaimana Strategi Dakwah dan Peran Politik Sang Walisongo?

​Sebagai tokoh sentral Walisongo, Sunan Ampel dikenal memiliki strategi dakwah yang sangat visioner, damai, dan berakar kuat pada pendekatan budaya. Beliau merangkul masyarakat lokal dengan kesantunan serta menjauhi cara-cara kekerasan.

​Langkah strategis sang ulama terbukti berhasil mengubah peradaban, di antaranya meliputi:

  • Sektor Pendidikan: Mendirikan Pesantren Ampel Denta di Surabaya yang sukses mencetak kader da’i tangguh penyambung estafet dakwah, seperti Sunan Bonang, Sunan Drajat, dan Sunan Giri.
  • Sektor Kenegaraan: Berperan krusial dalam membidani berdirinya Kesultanan Demak (kerajaan Islam pertama di Jawa) dan mengawal pembangunan Masjid Agung Demak. Hal ini membuktikan dakwah berjalan seiring penataan politik dan struktur sosial masyarakat.

​Apa Makna Falsafah Moh Limo yang Diwariskan Sunan Ampel?

​Warisan pemikiran Sunan Ampel yang paling ikonik dan relevan menembus batas zaman adalah ajaran moral bernama Moh Limo (menolak lima perbuatan).

Falsafah ini secara tegas melarang masyarakat dari lima perbuatan tercela, yakni:

  • Moh Main: Pantang berjudi dalam bentuk apa pun.
  • Moh Ngombe: Larangan meminum minuman keras atau mabuk-mabukan.
  • Moh Maling: Larangan keras untuk mencuri atau mengambil hak orang lain.
  • Moh Madat: Ajaran untuk menghindari candu atau narkoba.
  • Moh Madon: Larangan mendekati perbuatan zina atau perselingkuhan.

​Melalui ajaran moral Moh Limo yang sederhana namun mendalam tersebut, Sunan Ampel berhasil membimbing masyarakat menuju tatanan kehidupan yang lebih beretika, bersih, dan bermartabat.

Kini, papan nama Jalan Sunan Ampel di Rawamangun berdiri sebagai pengingat abadi atas visi dan kedamaian sang mahaguru di tengah gemerlap kota metropolitan.

​Bagaimana falsafah moral Moh Limo ini relevan dengan kehidupan Anda di era digital? Sampaikan pandangan Anda di kolom komentar dan bagikan artikel sejarah ini! Ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi agar selalu update berita pemerintahan, politik, ekonomi, dan layanan publik.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejarah Jalan Sunan Giri: Jejak Ulama Pendiri Giri Kedaton
Sejarah Jalan Pangeran Antasari: Sultan Banjar Anti Kompromi
Menguak Fakta Sejarah Pejuang Aceh di Balik Riuh Jalan Panglima Polim
Sejarah Jalan Brawijaya: Simbol Akhir Keemasan Majapahit
Hijrah Camp Curug Cijalu: Healing Alam Sambil Perkuat Akidah
Sejarah Jalan Adityawarman: Diplomat Majapahit Pendiri Pagaruyung
Sejarah Jalan Gunawarman: Pangeran Kashmir Penyebar Buddha
Sejarah Jalan Trunojoyo Kebayoran Baru dan Profil Kesatria Madura Penakluk Mataram
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:04 WIB

Sejarah Jalan Sunan Ampel: Jejak Dakwah dan Falsafah Moh Limo

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Sejarah Jalan Sunan Giri: Jejak Ulama Pendiri Giri Kedaton

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:39 WIB

Sejarah Jalan Pangeran Antasari: Sultan Banjar Anti Kompromi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Menguak Fakta Sejarah Pejuang Aceh di Balik Riuh Jalan Panglima Polim

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:26 WIB

Sejarah Jalan Brawijaya: Simbol Akhir Keemasan Majapahit

Berita Terbaru

Seniman Kemerdekaan, Zenza TekSas, tengah berinteraksi dan dikelilingi antusiasme warga saat memecahkan rekor menjawab 2.026 soal kalender tahun 2026 secara langsung di area Car Free Day (CFD) Grand Kamala Lagoon, Kota Bekasi, Minggu (09/08/2026).

Bekasi

Aksi Zenza TekSas Pecahkan Rekor 2.026 Soal di CFD Bekasi

Senin, 10 Agu 2026 - 17:30 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x