Menguak Fakta Sejarah Pejuang Aceh di Balik Riuh Jalan Panglima Polim

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JALAN PANGLIMA POLEM: Penampakan plang nama Jalan Panglima Polim di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Seri sejarah nusantara ke-35 eksklusif untuk RakyatBekasi membedah sosok pejuang Aceh, Teuku Panglima Polem IX Muhammad Daud, yang diabadikan sebagai nama jalan karena peran masifnya dalam Perang Aceh (1873-1903) dan taktik gerilya yang ditakuti Belanda. (Ilustrasi)

JALAN PANGLIMA POLEM: Penampakan plang nama Jalan Panglima Polim di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Seri sejarah nusantara ke-35 eksklusif untuk RakyatBekasi membedah sosok pejuang Aceh, Teuku Panglima Polem IX Muhammad Daud, yang diabadikan sebagai nama jalan karena peran masifnya dalam Perang Aceh (1873-1903) dan taktik gerilya yang ditakuti Belanda. (Ilustrasi)

Jalan Panglima Polim di Jakarta Selatan merupakan penghormatan bagi Teuku Panglima Polem IX Muhammad Daud, seorang pahlawan nasional asal Aceh. Nama tersebut merujuk pada gelar kehormatan pemimpin militer dan spiritual. Beliau memimpin perlawanan gerilya yang gigih melawan kolonial Belanda demi mempertahankan kedaulatan Nusantara dari wilayah Serambi Mekkah.

Sebagai keturunan Sultan Iskandar Muda, Panglima Polem dikenal karena taktik perangnya yang tangguh di pedalaman Aceh. Penggunaan namanya pada jalan protokol di Jakarta bertujuan mengabadikan jasa dan pengorbanan beliau. Sejarah ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat mengenai perjuangan besar dalam meraih kemerdekaan Indonesia dari penjajahan.

Seri ulasan sejarah nusantara ke-35 dari 45 untuk RakyatBekasi kembali bergulir. Kali ini, Seniman Kemerdekaan sekaligus Peraih Rekor MURI, Zenza TekSas (Ir. H. Zen Zainul HP., CWC., CHt), mengupas tuntas kisah kepahlawanan luar biasa di balik arteri tersibuk di Jakarta Selatan, Jalan Panglima Polim.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penamaan jalan protokol ini bukanlah tanpa alasan, melainkan bentuk pengakuan negara atas wibawa dan kontribusi besar sang pejuang dari Serambi Mekkah.

Di Mana Lokasi Pasti Jalan Panglima Polim dan Mengapa Begitu Ikonik?

Di sebelah selatan kawasan Blok M, Jakarta Selatan, terbentang sebuah arteri jalan yang sangat sibuk dan akrab bagi para pelintas kota. Jalan Panglima Polim ini terletak di wilayah administratif Kebayoran Baru. Nama jalan ini tentu sudah sangat melekat di telinga warga Jakarta dan sekitarnya, termasuk Bekasi.

Namun, di balik plang nama jalan tersebut, tersimpan kisah kepahlawanan luar biasa dari seorang tokoh besar nusantara yang berasal dari ujung barat Indonesia.

Siapakah Sosok Sebenarnya Panglima Polim Menurut Pemegang Rekor MURI?

Secara historis, nama yang lebih tepat adalah Panglima Polem. Pemahaman terhadap sejarah ini penting bagi generasi muda.

“Secara historis, nama yang lebih tepat adalah Panglima Polem,” tegas Ir. H. Zen Zainul HP., CWC., CHt., atau akrab disapa Zenza TekSas kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (06/08/2026).

Zenza menjelaskan, masyarakat perlu memahami bahwa “Panglima Polem” bukanlah nama pemberian orang tua sejak kecil.

Ia adalah sebuah gelar kehormatan turun-temurun bagi pemimpin militer sekaligus spiritual yang memegang kekuasaan strategis di wilayah XXII Mukim, pedalaman Aceh Besar.

Tokoh paling legendaris yang menyandang gelar ini adalah Teuku Panglima Polem IX Muhammad Daud. Beliau bukan orang sembarangan.

Garis keturunannya terhubung langsung dengan Sultan Iskandar Muda, penguasa terbesar dalam sejarah Kesultanan Aceh. Sebagai seorang bangsawan berdarah biru, posisinya memegang pengaruh yang amat kuat di kalangan rakyat dan para pejuang.

Mengapa Nama Panglima Polem Diabadikan Menjadi Nama Jalan Utama?

Penetapan namanya sebagai nama jalan utama bukanlah tanpa alasan. Panglima Polem adalah salah satu figur paling ditakuti oleh pemerintah kolonial Belanda pada masa lalu berkat kontribusinya yang masif terhadap kemerdekaan Indonesia.

Berikut beberapa alasan kuat diabadikannya nama beliau:

  • Taktik Perang Gerilya yang Tangguh: Bersama deretan pahlawan nasional lainnya seperti Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien, Panglima Polem menjadi otak pertahanan rakyat Aceh. Ia memanfaatkan benteng alam berupa hutan rimba lebat dan jajaran Bukit Barisan untuk melancarkan taktik gerilya yang sukses membuat pasukan kolonial frustrasi selama Perang Aceh (1873–1903).
  • Jiwa Besar Demi Keselamatan Rakyat: Menjelang akhir hayatnya, ia memilih mengakhiri perlawanan terbuka demi menghentikan penderitaan dan jatuhnya lebih banyak korban jiwa dari kalangan rakyat sipil yang tertindas blokade militer Belanda. Ia kemudian menjalani masa pengasingan hingga akhirnya wafat di Batavia (Jakarta) pada 13 September 1939.
  • Pengakuan Negara: Atas jasa-jasa, keberanian, dan pengorbanan luar biasa yang telah didedikasikannya bagi bumi pertiwi, negara menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional Indonesia kepadanya.

Apa Makna Sejarah Nusantara untuk Bekasi dalam Penamaan Trotoar Jalan Panglima Polim?

Ulasan seri sejarah nusantara ini diharapkan memberikan perspektif baru bagi masyarakat, termasuk pembaca di Kota dan Kabupaten Bekasi.

Setiap kali kita melintasi Jalan Panglima Polim, baik saat menikmati suasana Blok M, berbelanja, maupun menaiki moda transportasi massal seperti MRT, kita sebenarnya sedang menyusuri jejak sejarah seorang pejuang besar.

Pengabadian namanya di Jakarta Selatan menjadi pengingat abadi bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini dibangun atas keringat, darah, dan air mata para pahlawan dari berbagai penjuru nusantara, termasuk dari Serambi Mekkah.

Kisah Panglima Polem adalah satu dari sekian banyak bukti wibawa dan harga diri bangsa yang dipertahankan dengan nyawa.

Ayo beri komentar mengenai pahlawan nasional yang paling menginspirasi Anda di kolom bawah! Bagikan artikel ini agar lebih banyak yang mengetahui sejarah nusantara.

Ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi agar selalu update berita pemerintahan, politik, ekonomi, dan ulasan sejarah nusantara terbaru.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejarah Jalan Brawijaya: Simbol Akhir Keemasan Majapahit
Hijrah Camp Curug Cijalu: Healing Alam Sambil Perkuat Akidah
Sejarah Jalan Adityawarman: Diplomat Majapahit Pendiri Pagaruyung
Sejarah Jalan Gunawarman: Pangeran Kashmir Penyebar Buddha
Sejarah Jalan Trunojoyo Kebayoran Baru dan Profil Kesatria Madura Penakluk Mataram
Pertamina Patra Niaga Perkuat Pendidikan Anak Lewat Program RASI dan TEBAR 4.0
Resmi! Harga Pertamax Turun Mulai 1 Agustus 2026, Cek Rinciannya
Rahasia Sehat Usia 40 Tahun: Pola Makan Alami Sesuai Tuntunan Alquran
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Menguak Fakta Sejarah Pejuang Aceh di Balik Riuh Jalan Panglima Polim

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:26 WIB

Sejarah Jalan Brawijaya: Simbol Akhir Keemasan Majapahit

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Hijrah Camp Curug Cijalu: Healing Alam Sambil Perkuat Akidah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Sejarah Jalan Adityawarman: Diplomat Majapahit Pendiri Pagaruyung

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Sejarah Jalan Gunawarman: Pangeran Kashmir Penyebar Buddha

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Bekasi

Analogi Diet Korupsi: Alarm Keras bagi Wali Kota Bekasi

Kamis, 6 Agu 2026 - 18:15 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x