Tergusur Proyek MRT, Pembangunan Monumen Sasak Kapuk Ditunda

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi bersama unsur pimpinan DPRD Kota Bekasi dan aparatur wilayah saat melakukan prosesi tabur bunga dalam peringatan Doa dan Tabur Bunga II Perjuangan Sasak Kapuk di Bekasi Utara, Senin (17/08/2026). Pembangunan monumen di lokasi ini terpaksa ditunda akibat tumpang tindih dengan proyek MRT.

Wali Kota Bekasi bersama unsur pimpinan DPRD Kota Bekasi dan aparatur wilayah saat melakukan prosesi tabur bunga dalam peringatan Doa dan Tabur Bunga II Perjuangan Sasak Kapuk di Bekasi Utara, Senin (17/08/2026). Pembangunan monumen di lokasi ini terpaksa ditunda akibat tumpang tindih dengan proyek MRT.

  • ​Pembangunan Monumen Sasak Kapuk di Bekasi Utara ditunda akibat tumpang tindih lahan dengan proyek strategis nasional MRT.
  • ​Pemkot Bekasi sejatinya telah menyiapkan alokasi APBD tahun 2026 untuk mendirikan monumen pahlawan K.H. Noer Ali tersebut.
  • ​Relokasi dan penyesuaian tata ruang dijadwalkan ulang, dengan target pembangunan rampung pada tahun 2027.

​Rencana pelestarian sejarah di Kota Bekasi terpaksa harus mengalah sementara pada laju pembangunan infrastruktur transportasi.

Pembangunan Monumen Perjuangan Sasak Kapuk di wilayah Bekasi Utara dipastikan tertunda karena adanya tumpang tindih lahan dengan rute proyek strategis nasional, Mass Rapid Transit (MRT).

Kepastian penundaan ini terungkap di tengah khidmatnya peringatan Doa dan Tabur Bunga II yang bertepatan dengan perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/08/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Nasib Pembangunan Monumen Sasak Kapuk di Tengah Proyek MRT

​Anggota DPRD Kota Bekasi sekaligus Tokoh Masyarakat Bekasi Utara, Arief Rahman Hakim, mengungkapkan bahwa Pemkot Bekasi sejatinya sudah menyiapkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 untuk proyek historis ini.

Namun, evaluasi tata ruang memaksa pemerintah melakukan penjadwalan ulang agar monumen tidak tergerus proyek infrastruktur.

​”Untuk monumen seharusnya memang sudah kita anggarkan pada tahun 2026. Namun, karena ada proyek nasional yaitu pembangunan MRT, jadi kita tunda terlebih dahulu. Nanti, setelah MRT selesai dibangun, baru kita akan melihat kembali di mana titik lokasi yang pas untuk pembangunan monumen sejarah tersebut,” kata Arief Rahman Hakim kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di sela peringatan Tabur Bunga Sasak Kapuk, Senin (17/08/2026).

​Kapan Monumen Sejarah Sasak Kapuk Akan Dibangun?

​Pembangunan monumen bersejarah ini ditargetkan baru akan terealisasi pada tahun 2027 mendatang setelah seluruh infrastruktur transportasi di titik tersebut rampung.

Arief yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi ini optimistis monumen yang didedikasikan untuk K.H. Noer Ali dan pasukan Hizbullah tersebut akan segera berdiri tegak di lokasi yang tepat. Pihaknya berkomitmen penuh untuk terus mengawal penyesuaian tata ruang kota.

​”Kita berharap monumen ini sudah terbangun pada tahun 2027, setelah proyek MRT selesai dibangun,” tambah Arief.

​Mengapa Bukti Fisik Sejarah Bekasi Sangat Penting?

​Bukti fisik sejarah sangat penting sebagai medium edukasi visual yang nyata dan pengingat identitas historis daerah bagi generasi muda di tengah modernisasi kota.

Besarnya animo masyarakat akan sejarah lokal ini terlihat dari kehadiran Wali Kota Bekasi, Wakil Wali Kota Bekasi, pimpinan DPRD, serta ratusan pelajar yang memadati kawasan Kaliabang, Pondok Ungu, hingga Medansatria dalam peringatan tabur bunga.

​”Hal ini harus terus diingat. Dengan adanya monumen, cerita dan sejarah tidak lagi hanya dilihat melalui video atau gambar, tetapi mereka bisa merasakan secara langsung jejak betapa heroiknya perjuangan para pahlawan bangsa yang ada di Kota Bekasi ini,” papar Arief.

​Berikut adalah sejumlah alasan mengapa pelestarian Monumen Sasak Kapuk krusial bagi Kota Bekasi:

  • ​Menjadi simbol nyata perlawanan heroik pahlawan nasional K.H. Noer Ali.
  • ​Mencegah abrasi identitas sejarah lokal di tengah masifnya pembangunan tata ruang kota modern.
  • ​Menjadi ruang publik sekaligus pusat edukasi sejarah yang interaktif bagi pelajar dan masyarakat umum.

​Oleh karena itu, Arief berpesan agar agenda peringatan sejarah lokal seperti ini wajib masuk dalam kalender rutin pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

​”Sekalipun kami nanti sudah menua, generasi-generasi penerus bangsa ini harus terus ada untuk menyelenggarakan kegiatan serupa,” pungkasnya.

​Pembangunan infrastruktur yang modern memang penting untuk kemajuan transportasi publik Kota Bekasi.

Meski demikian, menghargai dan menyediakan ruang bagi jejak sejarah perjuangan bangsa adalah fondasi utama yang tidak boleh dilupakan oleh para generasi penerus.

​Simak terus update informasi terbaru seputar kebijakan pemerintahan, pembangunan, dan sejarah Kota Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com.

Bagikan artikel ini kepada rekan Anda dan pastikan untuk mengikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [sini] agar selalu mendapatkan berita paling aktual dan tepercaya!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak HUT RI ke-81 ala Misbahudin Center, Jemput Bola Sapa Warga Jatiasih
Bukan Janji Manis, Anggota DPRD Kota Bekasi Ini Hadirkan Dokter Sunat ke Rumah Warga Miskin
Komisi IV Desak Dispora dan KONI Carikan Tempat Latihan Atlet Pabersi Jelang Porprov XV Jabar 2026
Rekomendasi Diabaikan Dinkes, DPRD Kota Bekasi Berang!
DPRD Kota Bekasi Sosialisasikan Raperda Produk Halal untuk Dorong UMKM Naik Kelas
DPRD Kota Bekasi Sosialisasi Raperda Penyimpangan Seksual
Pansus 10 DPRD Kota Bekasi Targetkan Raperda LGBT Rampung Akhir Agustus 2026
Tanggul Kali Bekasi Mangkrak, Warga PML Ancam Gugatan Class Action
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Semarak HUT RI ke-81 ala Misbahudin Center, Jemput Bola Sapa Warga Jatiasih

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Tergusur Proyek MRT, Pembangunan Monumen Sasak Kapuk Ditunda

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Bukan Janji Manis, Anggota DPRD Kota Bekasi Ini Hadirkan Dokter Sunat ke Rumah Warga Miskin

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Komisi IV Desak Dispora dan KONI Carikan Tempat Latihan Atlet Pabersi Jelang Porprov XV Jabar 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Rekomendasi Diabaikan Dinkes, DPRD Kota Bekasi Berang!

Berita Terbaru

Wali Kota Bekasi bersama unsur pimpinan DPRD Kota Bekasi dan aparatur wilayah saat melakukan prosesi tabur bunga dalam peringatan Doa dan Tabur Bunga II Perjuangan Sasak Kapuk di Bekasi Utara, Senin (17/08/2026). Pembangunan monumen di lokasi ini terpaksa ditunda akibat tumpang tindih dengan proyek MRT.

Parlementaria

Tergusur Proyek MRT, Pembangunan Monumen Sasak Kapuk Ditunda

Senin, 17 Agu 2026 - 18:00 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x