- Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober menjadi momentum krusial merefleksikan nilai ideologi bagi warga Kota Bekasi.
- Ancaman perpecahan akibat misinformasi dan polarisasi digital menuntut kearifan masyarakat dalam mencerna arus informasi.
- Generasi muda memegang kendali penting untuk mempertahankan nilai gotong royong dan toleransi di tengah pesatnya kemajuan teknologi.
- Sinergi yang kuat antara masyarakat, Pemkot Bekasi, dan seluruh elemen daerah mutlak diperlukan untuk pembangunan berkelanjutan.
HARI KESAKTIAN PANCASILA yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober dinilai bukan sekadar agenda seremonial tahunan belaka.
Ketua Fraksi Gerindra Demokrat DPRD Kota Bekasi, Misbahudin, menegaskan bahwa momen bersejarah ini harus dimanfaatkan oleh seluruh elemen masyarakat Kota Bekasi untuk memperkokoh benteng ideologi bangsa di tengah gencarnya gempuran disinformasi digital.
Peringatan ini menjadi titik tolak untuk mengevaluasi implementasi nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesan Kebangsaan Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi di Tengah Arus Digitalisasi
Menghadapi dinamika zaman yang bergerak serba cepat, pedoman ideologi menjadi jangkar agar peradaban lokal tidak mudah tercerabut dari akarnya.
Misbahudin secara tajam menyoroti bahwa perkembangan teknologi tidak boleh menggerus identitas komunal warga.
”Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pemersatu bangsa. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus terus kita jaga dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kerukunan dan persatuan masyarakat,” kata Misbahudin kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (01/10/2026).
Potensi gesekan sosial akibat perbedaan pandangan politik atau provokasi berita hoaks dinilai makin tinggi.
Karena itu, nalar kritis warga sangat dibutuhkan agar tidak mudah terseret pusaran berita yang belum terverifikasi kebenarannya.
Mengapa Generasi Muda Rentan Kehilangan Semangat Gotong Royong?
Paparan gawai dan individualisme di era digital secara perlahan mengikis interaksi sosial konvensional di tengah masyarakat.
Misbahudin memandang generasi muda sebagai pewaris tongkat estafet bangsa yang harus diberikan pemahaman mendalam terkait sejarah dan nilai luhur Pancasila sejak dini.
”Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai Pancasila. Jangan sampai kemajuan teknologi justru membuat kita kehilangan semangat gotong royong, toleransi, dan rasa persaudaraan,” tuturnya.
Edukasi dan keteladanan sangat krusial agar sikap gotong royong, toleransi, serta keutamaan menghargai perbedaan tetap menjadi fondasi tata krama generasi milenial dan Gen Z di Kota Bekasi.
Bagaimana Sinergi Warga dan Pemerintah Membangun Kota Bekasi?
Pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang digagas oleh pemerintah daerah tidak akan berjalan optimal tanpa adanya modal persatuan sosial.
Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bermula dari ketahanan di tingkat akar rumput.
”Dengan mengamalkan Pancasila, kita bisa menjaga persatuan di tengah keberagaman. Mari kita jadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dan membangun Kota Bekasi yang semakin maju dan sejahtera,” ucapnya.
Nilai kebersamaan ini harus senantiasa dihidupkan agar gerak laju pembangunan daerah tetap berlandaskan asas kemanusiaan dan keadilan sosial yang merata.
Hari Kesaktian Pancasila adalah alarm pengingat bahwa keutuhan warga tidak boleh ditukar dengan kepentingan sesaat.
Dukung terus jurnalisme berkualitas yang menyajikan fakta objektif dan independen seputar kebijakan publik. Jangan tertinggal dinamika politik serta berita pemerintahan terbaru; mari bergabung dan ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update.
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















