- Komisi 3 DPRD mendesak Pemkot Bekasi agar pemerataan penataan pasar tradisional tidak hanya berpusat di Pasar Baru Bekasi.
- Terdapat sekitar 5 hingga 6 pasar tradisional di bawah pengelolaan langsung pemerintah daerah yang mendesak untuk segera dibenahi.
- Target utama revitalisasi kawasan pasar meliputi kebersihan, kenyamanan pedagang, serta memastikan aktivitas pasar tidak memicu kemacetan lalu lintas.
- Pemkot Bekasi diminta segera melakukan inventarisasi menyeluruh sebagai acuan perbaikan infrastruktur dan ekonomi kerakyatan.
WAKIL KETUA KOMISI 3 DPRD KOTA BEKASI, ALIT JAMALUDDIN, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi agar tidak menganakemaskan satu pasar tradisional saja dalam program revitalisasi.
Kebijakan tata ruang dan perbaikan fasilitas publik dinilai harus berjalan merata, serta tidak sekadar terpusat pada kemegahan Pasar Baru Bekasi di Kecamatan Bekasi Timur.
Urgensi Pemkot Bekasi Meratakan Penataan Pasar Tradisional
Mengapa Penataan Pasar Tradisional di Kota Bekasi Harus Merata?
Pemerataan penataan sangat penting agar kualitas pelayanan publik dan perputaran ekonomi kerakyatan dapat meningkat di seluruh wilayah kecamatan, bukan hanya di pusat kota.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberhasilan konsep revitalisasi satu kawasan sejatinya harus diduplikasi ke titik lain untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional melawan dominasi pasar modern.
”Ini juga bisa menjadi stimulasi bagi pemerintah untuk melakukan penataan di pasar-pasar lain yang ada di beberapa wilayah Kota Bekasi. Kalau tidak salah masih ada sekitar lima atau enam pasar yang pengelolaannya langsung di bawah pemerintah,” kata Alit Jamaluddin kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Kamis (01/10/2026).
Apa Saja Dampak dan Indikator Keberhasilan Penataan Pasar?
Indikator keberhasilan sebuah penataan kawasan pasar mencakup terwujudnya lingkungan yang bersih, aman, serta jaminan kelancaran arus lalu lintas bagi warga sekitar.
Revitalisasi dinilai gagal jika hanya mempercantik fisik bangunan namun tetap membiarkan kesemrawutan pedagang kaki lima dan parkir liar yang menyumbat jalan raya.
”Penataannya tentu agar masyarakat lebih nyaman. Pasarnya bersih, tertata rapi, dan yang paling penting tidak mengganggu lalu lintas di sekitarnya,” katanya.
Politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menegaskan pentingnya kenyamanan bagi penjual maupun pembeli.
”Target penataan itu bagaimana pasar bisa nyaman, aman, tertib, tidak merugikan pedagang, dan lalu lintas di sekitarnya tetap lancar. Jangan sampai pasar menjadi penyebab kemacetan,” tegasnya.
Bagaimana Langkah Konkret yang Harus Segera Diambil Pemerintah Daerah?
Langkah paling nyata dan konkret yang harus segera dilakukan oleh dinas terkait adalah eksekusi inventarisasi data seluruh pasar tradisional yang kondisinya memprihatinkan. Pendataan ini krusial untuk menyusun cetak biru penataan kawasan secara simultan.
”Nah, hal yang sama juga harus dilakukan terhadap pasar-pasar di wilayah lainnya. Pemerintah perlu mulai menginventarisasi pasar mana saja yang masih menjadi pekerjaan rumah untuk ditata dan dibenahi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Alit mengingatkan bahwa esensi pembangunan fasilitas ekonomi harus berdampak langsung pada kesejahteraan pedagang secara kolektif.
”Jangan sampai perhatian hanya terpusat di satu pasar. Pasar-pasar lain juga harus mendapatkan sentuhan penataan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan para pedagang,” tandasnya.
Langkah simultan dan komitmen kuat dari Pemkot Bekasi kini sangat dinantikan publik agar pasar tradisional kembali menjadi denyut nadi perekonomian yang tertata dan ramah pengunjung.
Tetap ikuti perkembangan berita politik, kebijakan pemerintah, dan layanan publik di Bekasi. Jangan sampai ketinggalan informasi terbaru, segera bagikan artikel ini dan ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update!
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















