Analisis Politik Bendera One Piece: Akademisi UNISMA Duga Ada ‘Uji Soliditas’ Kekuasaan Prabowo

- Jurnalis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera One Piece ini pertama kali dilaporkan terlihat berkibar di rumah warga di lingkungan RT 04/RW 02, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Bendera One Piece ini pertama kali dilaporkan terlihat berkibar di rumah warga di lingkungan RT 04/RW 02, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Di tengah maraknya fenomena pengibaran bendera One Piece atau ‘Jolly Roger’ menjelang HUT ke-80 RI, muncul sebuah analisis politik tajam dari kalangan akademisi.

Wakil Rektor III Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi, Abdul Khoir, memandang tren ini lebih dari sekadar ekspresi budaya pop.

Dalam analisisnya yang diterima pada Rabu (06/08/2025), Abdul Khoir mengemukakan dugaan bahwa fenomena ini bisa jadi merupakan sebuah gerakan politik terselubung untuk menguji soliditas kekuasaan pemerintahan saat ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan Gerakan Politik ‘Jokowisme’

Menurut Abdul Khoir, pengibaran bendera bajak laut ini memiliki dua lapisan makna. Lapisan pertama adalah bentuk protes sosial terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap memberatkan rakyat, dengan memanfaatkan momentum hari kemerdekaan untuk menuntut solusi.

Namun, ia menyoroti lapisan kedua yang lebih bernuansa politis. Ia mensinyalir adanya keterkaitan fenomena ini dengan dinamika kekuasaan pasca-Pilpres.

“Ini bisa dikaitkan dengan gerakan politik yang disinyalir datang dari pendukung yang terafiliasi dengan Gibran Rakabuming Raka atau gerakan Jokowisme,” ungkap Abdul Khoir.

Tujuannya, menurut analisisnya, adalah untuk “menguji soliditas kekuasaan politik Prabowo Subianto berikut dengan partai-partai pendukungnya.” Gerakan simbolik ini dinilai sebagai cara untuk melihat seberapa solid dan responsif koalisi yang berkuasa dalam menghadapi isu yang viral di masyarakat.

Ekspresi Demokrasi dan Batasannya

Meskipun menyajikan analisis politik yang dalam, Abdul Khoir tetap menempatkan fenomena ini dalam koridor demokrasi. Menurutnya, sebagai bentuk ekspresi kekecewaan rakyat, hal tersebut masih dapat dianggap wajar.

“Sebagai ekspresi kekecewaan rakyat, masih bisa dianggap wajar di negara demokrasi,” katanya.

Namun, ia menggarisbawahi adanya batasan yang tidak boleh dilanggar. “Tetapi jika bendera One Piece sampai mendegradasi kehormatan pada bendera resmi negara Republik Indonesia, tentu itu harus dicegah dan ditindak tegas,” tegasnya.

Konteks Fenomena yang Lebih Luas

Analisis politik yang disampaikan oleh akademisi UNISMA ini menjadi salah satu dari beragam interpretasi yang muncul.

Di kalangan penggemar, pengibaran bendera kru Topi Jerami adalah perayaan atas nilai-nilai kebebasan, persahabatan, dan perlawanan terhadap tirani yang menjadi tema utama manga One Piece.

Sementara itu, dari sisi pemerintah daerah, seperti yang telah disampaikan Pemkot Bekasi dalam kesempatan berbeda, imbauan difokuskan pada ajakan untuk menjaga nasionalisme dan tidak menyandingkan bendera Merah Putih dengan simbol-simbol lain yang dianggap kurang etis dalam konteks perayaan kemerdekaan.

Dengan demikian, selembar bendera dari dunia fiksi kini menjadi arena pertarungan makna yang kompleks di ruang publik Indonesia, membentang dari ekspresi penggemar, kritik sosial, hingga dugaan manuver politik tingkat tinggi.

Bagaimana Anda menafsirkan fenomena ini? Sampaikan pandangan Anda di kolom komentar.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerindra Tumbangkan PDIP di Survei Elektabilitas Parpol IPO 2026
Survei IPO 2026: Surya Paloh Ungguli Prabowo dan Megawati
Taktik Bobby Nasution: Sekda Provsu HKBP Hanya Jabat 3 Bulan
Aksi Gubernur Sumut Bobby Nasution Berkantor di Nias Dikritik, Pemborosan APBD?
Siap-Siap! Dapil DPRD Kota Bekasi Berpotensi Berubah di Pemilu Legislatif 2029
Sekjend PKS Lantik DPP Gema Keadilan 2026-2031, Fokus Rebut Suara Pemuda di Pemilu 2029
Sikat Koruptor dan Kawal MBG, Gerindra Kota Bekasi Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo
Usut Korupsi MBG, PDIP Desak BGN Buka Data Keterlibatan Kader
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Gerindra Tumbangkan PDIP di Survei Elektabilitas Parpol IPO 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Survei IPO 2026: Surya Paloh Ungguli Prabowo dan Megawati

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Taktik Bobby Nasution: Sekda Provsu HKBP Hanya Jabat 3 Bulan

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:30 WIB

Aksi Gubernur Sumut Bobby Nasution Berkantor di Nias Dikritik, Pemborosan APBD?

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:53 WIB

Siap-Siap! Dapil DPRD Kota Bekasi Berpotensi Berubah di Pemilu Legislatif 2029

Berita Terbaru

Seniman Kemerdekaan, Zenza TekSas, tengah berinteraksi dan dikelilingi antusiasme warga saat memecahkan rekor menjawab 2.026 soal kalender tahun 2026 secara langsung di area Car Free Day (CFD) Grand Kamala Lagoon, Kota Bekasi, Minggu (09/08/2026).

Bekasi

Aksi Zenza TekSas Pecahkan Rekor 2.026 Soal di CFD Bekasi

Senin, 10 Agu 2026 - 17:30 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x