Bekasi Darurat Riba! Babe Fayadh Ajak Warga Lawan Bank Emok

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Babe Fayadh (Kang Faisal) bersama para peserta dan panitia Power Camp Pengusaha Muslim Anti Riba (MPC) saat menggaungkan penolakan terhadap riba di Wisata Granada Land, Tanjung Sari, Bogor, Ahad (12/07/2026). (Istimewa)

Babe Fayadh (Kang Faisal) bersama para peserta dan panitia Power Camp Pengusaha Muslim Anti Riba (MPC) saat menggaungkan penolakan terhadap riba di Wisata Granada Land, Tanjung Sari, Bogor, Ahad (12/07/2026). (Istimewa)

  • ​Babe Fayadh (Kang Faisal) memotivasi peserta Power Camp Pengusaha Muslim Anti Riba di Granada Land, Bogor (11-12 Juli 2026).
  • ​Adanya peringatan keras atas invasi rentenir ‘Bank Emok’ yang mulai meresahkan warga di Kelurahan Bekasi Jaya dan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.
  • ​Ajakan bagi kaum muslimin untuk menjaga ketaatan syariat dari lingkup keluarga guna mencegah jerat riba dan kemungkaran.
  • ​Pesan pamungkas agar umat Islam berani mengambil sikap istiqomah dalam menuntut ilmu agama dan berdakwah.

​Tokoh Agama Bekasi Raya, Babe Fayadh, menyerukan perlawanan sengit terhadap praktik rentenir berkedok ‘Bank Emok’ yang kini dilaporkan merajalela di wilayah Kecamatan Bekasi Timur.

Seruan tegas ini disampaikan Kang Faisal di hadapan para peserta Power Camp Pengusaha Muslim Anti Riba (MPC) di Wisata Granada Land, Tanjung Sari, Bogor, Ahad (12/07/2026).

​Mengapa Bank Emok Menjadi Ancaman Serius di Bekasi Timur?

​Praktik pinjaman berbunga tinggi atau rentenir keliling ini dinilai sudah sangat mengancam ketahanan ekonomi warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Babe Fayadh secara spesifik menyoroti pergerakan masif para lintah darat tersebut di dua wilayah utama, yakni Kelurahan Bekasi Jaya dan Kelurahan Duren Jaya.

​”Bang Emok atau Bang Keliling ini sudah berani masuk ke wilayah Bekasi Jaya dan Duren Jaya. Naudzubillah min dzalik, ini patut dilawan sampai ke akar-akarnya,” tegas Babe Fayadh kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Ahad (12/07/2026).

​Perlawanan terhadap riba, menurutnya, tidak bisa hanya mengandalkan para da’i, asatidz, atau ulama semata.

Seluruh elemen masyarakat awam memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang sama untuk saling berdakwah menyerukan kebaikan serta mencegah kemungkaran di lingkungan masing-masing.

​Bagaimana Cara Membentengi Keluarga dari Praktik Riba?

​Langkah pertama yang paling efektif adalah memulai perbaikan ketaatan dari lingkup terkecil, yaitu keluarga.

Mengutip Al-Qur’an Surat At-Tahrim ayat 6 tentang kewajiban menjaga diri dan keluarga dari api neraka, Babe Fayadh menegaskan pentingnya implementasi syariat secara menyeluruh.

​Ia membagikan sebuah kisah nyata sebagai ibroh, tentang seorang ustaz yang kesulitan melunasi utangnya di sebuah bank syariah.

Kesulitan tersebut rupanya berkaitan dengan teguran dari Allah SWT karena anggota keluarganya (sang istri) belum sempurna menutup aurat.

Setelah sang istri bertaubat dan berpakaian syar’i, jalan keluar untuk melunasi utang pun seketika terbuka lebar.

​Berikut adalah langkah antisipasi kemaksiatan dan riba dari lingkungan keluarga menurut Babe Fayadh:

  • ​Memperbaiki dan menjaga ketaatan syariat keluarga, termasuk hal mendasar seperti menutup aurat.
  • ​Wajib menghadiri majelis ilmu di mana pun berada, karena majelis tersebut dinaungi oleh 70 ribu malaikat.
  • ​Berani menolak secara terang-terangan segala bentuk kemaksiatan modern, termasuk fenomena LGBT.

​Apa Pesan Khusus bagi Pengusaha Muslim Anti Riba?

​Dalam penutupan acara yang telah berlangsung sejak Sabtu (11/07/2026) tersebut, Babe Fayadh memberikan motivasi pamungkas bagi para peserta, panitia, dan asatidz yang hadir. Ia membagi filosofi hidup menjadi dua pilihan mutlak yang harus diambil.

​Pilihan pertama adalah tetap istiqomah berada dalam jalan kebenaran serta terus menuntut ilmu (tholabul ilmi).

Sedangkan pilihan kedua adalah memilih untuk ‘istirahat’ di rumah, yang ia analogikan sebagai kemunduran dari nilai juang seorang pengusaha muslim.

Acara ditutup dengan jargon penyemangat: “Pengusaha Muslim Bisnis Ngaji Dakwah, Semakin Gaspol! Isy Kariman Aw Mut Syahidan (Hidup Mulia Atau Mati Syahid).”

​Praktik riba tidak hanya merusak sendi perekonomian lokal, tetapi juga membawa dampak buruk bagi ketahanan moral masyarakat Kota Bekasi.

Oleh karena itu, sinergi antara ulama, pemerintah daerah, dan warga sangat dibutuhkan untuk memutus mata rantai rentenir berkedok koperasi atau bank keliling.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai maraknya fenomena Bank Emok di lingkungan tempat tinggal Anda? Bagikan opini Anda di kolom komentar, dan baca terus pembaruan berita seputar kebijakan dan layanan publik hanya di RakyatBekasi.com!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DBMSDA Kota Bekasi Selesaikan Pembongkaran Tanggul Ilegal Grand Galaxy City
Gelar Raker Pertama, Sahabat MUI Kota Bekasi Fokus Susun Program Pencegahan Narkoba dan LGBT
Miliaran Rupiah APBD Kota Bekasi 2026 Rawan Bocor: Belanja Internet Sekolah Tumpang Tindih
Percepat Penanganan Stunting, Wali Kota Bekasi Optimalkan Peran TP PKK
Akhirnya Buka Suara! Plt Kadisdik Tantang Bukti Transfer Pungli SPMB
Biadab! 9 Tahun Diperkosa Ayah dan Paman di Cikarang, Ibu: Asal Tidak Hamil
Beda Persepsi Lahan, Groundbreaking PSEL Bantargebang Molor
Skandal SPMB Kota Bekasi 2026: Warga Asli Berjarak ± 500 Meter dari SMPN 12 Malah Tersingkir!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:22 WIB

DBMSDA Kota Bekasi Selesaikan Pembongkaran Tanggul Ilegal Grand Galaxy City

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:00 WIB

Bekasi Darurat Riba! Babe Fayadh Ajak Warga Lawan Bank Emok

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:29 WIB

Gelar Raker Pertama, Sahabat MUI Kota Bekasi Fokus Susun Program Pencegahan Narkoba dan LGBT

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:51 WIB

Miliaran Rupiah APBD Kota Bekasi 2026 Rawan Bocor: Belanja Internet Sekolah Tumpang Tindih

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:49 WIB

Akhirnya Buka Suara! Plt Kadisdik Tantang Bukti Transfer Pungli SPMB

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x