Distaru Kota Bekasi Ultimatum Warga Bongkar Mandiri Bangli di Margajaya

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Sejumlah bangunan semi permanen berdiri di bantaran Kali Bekasi kawasan RT 05 RW 01, Kelurahan Margajaya, yang menjadi target penertiban untuk proyek normalisasi sungai.

​Sejumlah bangunan semi permanen berdiri di bantaran Kali Bekasi kawasan RT 05 RW 01, Kelurahan Margajaya, yang menjadi target penertiban untuk proyek normalisasi sungai.

Poin Utama:

  • Lokasi Target: RT 05 RW 01, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan (Kawasan Lotte Mart Rawa Panjang).
  • Jumlah Terdampak: Sekitar 137 Kepala Keluarga (KK).
  • Status Peringatan: Surat Peringatan (SP) 1, 2, dan 3 telah dilayangkan.
  • Tujuan: Percepatan proyek strategis nasional normalisasi dan pembangunan tanggul Kali Bekasi.

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Tata Ruang (Distaru) melayangkan peringatan keras kepada warga yang mendiami bangunan liar (bangli) di sepanjang bantaran Kali Bekasi, khususnya di RT 05 RW 01, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Langkah tegas ini diambil karena keberadaan ratusan bangunan tanpa izin tersebut menghambat proses normalisasi sungai yang krusial untuk penanggulangan banjir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Bangunan di Margajaya Harus Segera Dibongkar?

​Keberadaan bangunan liar di kawasan Rawa Panjang, tepatnya di belakang Lotte Mart, dinilai menjadi kendala teknis utama dalam pengerjaan tanggul penahan banjir.

Sekretaris Distaru Kota Bekasi, Ashari, menegaskan bahwa lahan tersebut harus segera dikosongkan (steril) agar alat berat dapat masuk dan proyek pengendalian banjir bisa berjalan sesuai target waktu.

​”Lantaran bangunan tersebut tidak memiliki izin pendirian bangunan. Maka, akan kita lakukan peringatan kembali terkait dengan rencana pembongkaran bangunan liar sebagai bagian dari pembangunan tanggul Kali Bekasi,” kata Ashari kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Bekasi, Selasa (03/02/2026).

​Ashari menjelaskan bahwa Pemkot Bekasi tidak memiliki opsi lain selain melakukan penertiban demi kepentingan umum yang lebih mendesak, yakni keselamatan warga Kota Bekasi dari ancaman banjir tahunan.

​Bagaimana Prosedur Peringatan yang Diberikan?

​Sebelum mengambil tindakan tegas berupa pembongkaran paksa, Distaru memastikan seluruh prosedur administrasi telah ditempuh.

Pihak pemerintah daerah mengedepankan pendekatan persuasif dengan meminta warga melakukan pembongkaran secara mandiri.

​”Pilihannya tidak ada lagi, kita harus bersikap memilih kepada kepentingan masyarakat Kota Bekasi yang lebih luas dibanding kepada masyarakat yang ada (di bantaran),” ujarnya.

​Hingga saat ini, Distaru telah melayangkan surat peringatan secara bertahap:

  • ​Surat Peringatan 1 (Teguran awal).
  • ​Surat Peringatan 2 (Desakan pembongkaran).
  • ​Surat Peringatan 3 (Ultimatum terakhir).

​Berapa Banyak Warga yang Terdampak Penertiban Ini?

​Berdasarkan pendataan awal di lapangan, kepadatan hunian di lokasi tersebut cukup tinggi. Ashari mengungkapkan data warga yang terdampak:

  • Total Hunian: Tersebar di sepanjang sempadan sungai area Margajaya.
  • Jumlah Penghuni: Kurang lebih 137 Kepala Keluarga (KK).

​”Akan tetapi pada prinsip dasarnya memang secara administrasi akan kita persiapkan secara baik. Tapi ini mungkin menjadi catatan terakhir, karena informasinya berkembang,” pungkasnya.

​Pemkot Bekasi berharap warga dapat kooperatif mengosongkan lahan negara tersebut agar proyek normalisasi yang didanai pemerintah pusat ini tidak mangkrak akibat kendala sosial di lapangan.

​Langkah penertiban ini diharapkan menjadi momentum percepatan penanganan banjir di wilayah Bekasi Selatan dan sekitarnya.

Masyarakat diimbau untuk tidak mendirikan bangunan di garis sempadan sungai (GSS) demi keselamatan bersama.

Punya informasi terkait layanan publik atau infrastruktur di lingkungan Anda? Laporkan segera ke Redaksi RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja
Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga
Perbaikan Jalan Ir H Juanda Capai 60%, Kapan Rampung Total?
Kali Bekasi Mengering, Pemkot Desak BBWSCC Kebut Normalisasi
Penataan Pasar Baru Bekasi: Wali Kota Tri Adhianto Kaji Eskalator dan Awning Rooftop demi Kenyamanan
Perpustakaan Modern Bekasi Dirombak, Target Beroperasi 2027
753 RW di Kota Bekasi Belum Cairkan Dana Hibah Rp100 Juta
Realisasi Lingkar RW Beken Melonjak, 267 RW Sudah Nikmati Dana Rp100 Juta
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:09 WIB

Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:12 WIB

Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:41 WIB

Perbaikan Jalan Ir H Juanda Capai 60%, Kapan Rampung Total?

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:20 WIB

Kali Bekasi Mengering, Pemkot Desak BBWSCC Kebut Normalisasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:07 WIB

Perpustakaan Modern Bekasi Dirombak, Target Beroperasi 2027

Berita Terbaru

ARSITEK NEGARA: Suasana hiruk-pikuk aktivitas masyarakat dan lalu lintas di sekitar Jalan R.P. Soeroso, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Raden Panji Soeroso, Wakil Ketua BPUPKI sekaligus Gubernur Jawa Tengah pertama yang meletakkan fondasi tangguh birokrasi pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan R.P. Soeroso: Sang Arsitek Kemerdekaan RI

Selasa, 21 Jul 2026 - 16:54 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x