DKPP Periksa Anggota KPU Kota Bekasi Terkait Dugaan Gratifikasi dari Caleg PSI

- Jurnalis

Rabu, 25 Desember 2024 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) untuk perkara Nomor 254-PKE-DKPP/X/2024 di Kantor Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (24/12/2024).

Sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) untuk perkara Nomor 254-PKE-DKPP/X/2024 di Kantor Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (24/12/2024).

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memeriksa Anggota KPU Kota Bekasi, Achmad Edwin Sholihin, dalam sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) untuk perkara Nomor 254-PKE-DKPP/X/2024 di Kantor Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung.

Edwin sapaan akrabnya diperiksa karena diduga menerima gratifikasi berupa pembayaran tiket perjalanan dan akomodasi dari peserta Pemilu pada April 2024.

Dugaan gratifikasi ini dilaporkan oleh Asep Sukarya, sekretaris LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kota Bekasi, yang memberikan kuasa kepada Herli dan partner.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perjalanan itu dari Bekasi ke Pulau Bali dan diduga dibiayai oleh salah satu caleg DPRD Kota Bekasi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI),” kata Asep.

Dia mengungkapkan bahwa Edwin pergi ke Bali dengan sejumlah mantan Ketua/Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kota Bekasi.

Asep juga menambahkan bahwa persoalan ini telah menjadi perhatian sejumlah media lokal di Kota Bekasi.

“Kami menduga perjalanan wisata tersebut sebagai bentuk terima kasih dari caleg tersebut kepada Saudara Achmad Edwin Sholihin dan pihak-pihak PPK,” ungkap Asep.

Asep Sukarya berharap dan berkeyakinan bahwa hasil dari sidang kode etik ini akan menjatuhkan vonis atau sanksi berat berupa pemberhentian dengan tidak hormat sebagai anggota KPU Kota Bekasi.

Sementara itu Edwin mengakui bahwa dirinya memang pergi berlibur ke Bali pada akhir April 2024. Ia mengatakan bahwa niat untuk berlibur ini disampaikannya kepada eks Anggota PPK Bekasi Barat yang bernama Adriyanto Abdillah.

“Saat itu saudara Adriyanto Abdillah menelepon teradu. Adriyanto Abdillah saat itu sedang di Bali dalam rangka menghadiri perayaan ulang tahun salah satu keluarga dari caleg DPRD Kota Bekasi Tanti Herawati,” ungkap Edwin dalam sidang.

Selanjutnya, kata Edwin, Adriyanto pun mengirimkan tiket pesawat Jakarta-Denpasar PP dan akomodasi penginapan di Denpasar pada 24-29 April 2024 kepadanya tanpa memberitahukan pihak yang membiayai tiket pesawat dan akomodasi penginapan.

Menurut Edwin, ternyata Adriyanto menyampaikan keinginannya berlibur ke Bali kepada Tanti Herawati.

Setibanya di Bali pada 24 April 2024, Achmad mengklaim baru mengetahui jika tiket pesawat dan akomodasi penginapan dibiayai oleh caleg tersebut (Tanti Herawati).

“Saya segera menghubungi caleg tersebut dan menyatakan akan mengganti biaya tiket pesawat dan akomodasi penginapan di Bali. Walaupun ditolak, teradu terus beritikad baik meminta rekening caleg tersebut untuk mengembalikan uang tersebut. Namun terus ditolak oleh Tanti Herawati,” tutur Edwin.

Tak berhenti di situ, Achmad berupaya melaporkan gratifikasi tersebut dengan mengunduh aplikasi GOL KPK yang merupakan aplikasi milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tanggal 30 April 2024 setelah kembali dari Bali untuk melaporkan gratifikasi secara online.

Setelah terkendala, Edwin memutuskan untuk mendatangi Gedung KPK guna melaporkan penerimaan gratifikasi sebagaimana dijelaskan di atas bersama dengan beberapa advokat pada tanggal 16 Mei 2024 yang dilanjutkan dengan klarifikasi oleh KPK pada tanggal 21 Mei 2024.

“Teradu terus mencari cara hingga melakukan konsultasi hukum dengan beberapa rekan teradu. Lalu pada 13 Juni 2024 KPK mengirim surat kepada teradu yang berisi penagihan uang sejumlah Rp13.350.000 yang harus dikembalikan oleh teradu,” tutup Edwin.

Sidang ini dipimpin oleh Ketua Majelis Ratna Dewi Pettalolo yang didampingi tiga Anggota Majelis dari Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Jawa Barat, yaitu Martinus Basuki Herlambang (unsur Masyarakat), Hari Nazarudin (unsur KPU), dan Nuryamah (unsur Bawaslu).


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bongkar Biang Kerok Banjir Jatibening, Wali Kota Bekasi Instruksikan Pelebaran Saluran dan Bangun Long Storage di Crossing Tol
Naik Motor, Wali Kota Bekasi Cek 9 Titik Rawan Banjir dan Jalan Rusak
Waspada! Kandungan Mikrobiologis Sejumlah Depot Air Minum Isi Ulang Melampaui Baku Mutu
Dinding Kaca Mulai Dibongkar, Kapan JPO Stasiun Bekasi Bisa Diakses Penumpang KRL?
Krisis Lahan Parkir ASN, Disperkimtan Usulkan CCTV dan Benahi Penerangan Rooftop GOR Patriot yang Minim Fasilitas
Korupsi PT Migas Kota Bekasi Kian Mengerucut: Kejagung Kembali Cecar Saksi HR dari Foster
KADIN Fest Bekasi 2027 Siap Boyong Slank hingga Tipe-X ke Harapan Indah
​Hari Santri 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tekankan Pengawasan Ketat dan Keteladanan di Lingkungan Pesantren
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Bongkar Biang Kerok Banjir Jatibening, Wali Kota Bekasi Instruksikan Pelebaran Saluran dan Bangun Long Storage di Crossing Tol

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Naik Motor, Wali Kota Bekasi Cek 9 Titik Rawan Banjir dan Jalan Rusak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Waspada! Kandungan Mikrobiologis Sejumlah Depot Air Minum Isi Ulang Melampaui Baku Mutu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Dinding Kaca Mulai Dibongkar, Kapan JPO Stasiun Bekasi Bisa Diakses Penumpang KRL?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Krisis Lahan Parkir ASN, Disperkimtan Usulkan CCTV dan Benahi Penerangan Rooftop GOR Patriot yang Minim Fasilitas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x