DPRD Kota Bekasi Minta Renovasi 10.000 Puskesmas Diimbangi Peningkatan SDM, Obat dan Alat Medis

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis.

Infografis.

  • ​Pemerintah Pusat menargetkan renovasi 10.000 Puskesmas di 7.285 kecamatan mulai 2027.
  • ​Dibutuhkan tambahan 84.781 dokter umum dan ribuan tenaga spesialis untuk menunjang fasilitas baru.
  • ​DPRD Kota Bekasi tegaskan perbaikan gedung wajib dibarengi ketersediaan dokter, obat, dan alat kesehatan.
  • ​Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dinilai krusial untuk menekan beban ekonomi melalui deteksi dini.

​Ketua Fraksi Gerindra Demokrat DPRD Kota Bekasi, Misbahudin, menyambut baik rencana strategis Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat infrastruktur medis nasional.

Rencana besar yang tertuang dalam Nota Keuangan RAPBN 2027 tersebut mencakup perbaikan fasilitas tingkat pertama hingga revitalisasi rumah sakit.

Meski memberikan apresiasi, wakil rakyat dari Kota Bekasi ini memberikan catatan kritis agar program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Ini merupakan langkah positif. Negara mulai mendorong pelayanan kesehatan agar semakin dekat dengan masyarakat, terutama di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan fasilitas dan akses,” kata Misbahudin kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Gedung DPRD Kota Bekasi, dikutip Minggu (23/08/2026).

​Evaluasi Kritis DPRD Kota Bekasi terhadap Layanan Kesehatan Prabowo

​Apa Saja Target Fisik Layanan Kesehatan Era Prabowo pada 2027?

​Pemerintah menargetkan renovasi besar-besaran yang mencakup 10.000 Puskesmas dengan alokasi anggaran Rp4 miliar per titik.

Selain itu, pemerintah juga fokus pada pembangunan 514 Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) yang ditargetkan rampung pada 2030.

Ekspansi layanan ini turut menyentuh daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui pembangunan 66 rumah sakit baru serta revitalisasi 441 RSUD di berbagai wilayah.

​“Yang harus diperbaiki bukan hanya gedungnya. Pemerintah juga harus memastikan ketersediaan dokter, tenaga kesehatan, obat, alat kesehatan, serta sistem pelayanan,” ujarnya.

​Mengapa Pembangunan Fisik Harus Diikuti Penambahan Tenaga Medis?

​Infrastruktur megah tidak akan berfungsi optimal tanpa adanya sumber daya manusia yang mumpuni di lapangan.

Saat ini, pemerintah mencatat adanya defisit tenaga medis yang cukup signifikan di ratusan kabupaten/kota, yang rinciannya meliputi:

  • ​Kebutuhan 84.781 dokter umum.
  • ​Kebutuhan 127.580 dokter gigi di 505 kabupaten/kota.
  • ​Kebutuhan 55.712 dokter spesialis di 481 kabupaten/kota.

​Selain tenaga medis, Misbahudin menyoroti pentingnya kepastian anggaran operasional dan pemeliharaan dari pemerintah pusat ke daerah.

Dalam RAPBN 2027, alokasi transfer ke daerah memang diproyeksikan naik dari Rp692,9 triliun (2026) menjadi Rp725,5 triliun.

​“Ukuran keberhasilannya bukan berapa banyak Puskesmas yang direnovasi atau RSUD yang dibangun, tetapi apakah masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, berkualitas dan terjangkau,” tuturnya.

​Bagaimana Dampak Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi Warga?

​Program CKG mengubah paradigma layanan dari yang berfokus pada pengobatan menjadi pencegahan preventif.

Pemeriksaan tanpa biaya ini membantu masyarakat mendeteksi faktor risiko penyakit kronis sejak awal, yang pada gilirannya akan menekan biaya medis jangka panjang baik bagi warga maupun negara.

​”Program CKG mendorong pergeseran penekanan layanan kesehatan, dari yang selama ini banyak berfokus pada pengobatan menuju penguatan pencegahan dan deteksi dini,”

​Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Bekasi ini optimis bahwa deteksi dini membuka peluang kesembuhan yang jauh lebih besar sebelum pasien membutuhkan intervensi medis yang kompleks.

​“Karena itu, kami mendukung dan mengapresiasi Program Cek Kesehatan Gratis sebagai bagian dari upaya membangun sistem kesehatan yang lebih preventif, mudah diakses, dan berorientasi pada kualitas hidup masyarakat,” tandasnya.

​Pembangunan infrastruktur kesehatan idealnya memang harus berjalan lurus dengan peningkatan kualitas layanan dan kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.

Jangan sampai informasi penting seputar kebijakan publik di Kota Bekasi terlewatkan. Dapatkan update berita terbaru, tajam, dan tepercaya dengan bergabung sekarang juga di Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan berikut: [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini].


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puji Kebijakan UMKM Presiden Prabowo, Gerindra Kota Bekasi Kawal Digitalisasi Usaha Kecil Menengah
Porsi Ojol 92 Persen, Ketua Fraksi Gerindra Kota Bekasi Buka Suara
Semarak HUT RI ke-81 ala Misbahudin Center, Jemput Bola Sapa Warga Jatiasih
Tergusur Proyek MRT, Pembangunan Monumen Sasak Kapuk Ditunda
Bukan Janji Manis, Anggota DPRD Kota Bekasi Ini Hadirkan Dokter Sunat ke Rumah Warga Miskin
Komisi IV Desak Dispora dan KONI Carikan Tempat Latihan Atlet Pabersi Jelang Porprov XV Jabar 2026
Rekomendasi Diabaikan Dinkes, DPRD Kota Bekasi Berang!
DPRD Kota Bekasi Sosialisasikan Raperda Produk Halal untuk Dorong UMKM Naik Kelas
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:06 WIB

DPRD Kota Bekasi Minta Renovasi 10.000 Puskesmas Diimbangi Peningkatan SDM, Obat dan Alat Medis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Puji Kebijakan UMKM Presiden Prabowo, Gerindra Kota Bekasi Kawal Digitalisasi Usaha Kecil Menengah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:43 WIB

Porsi Ojol 92 Persen, Ketua Fraksi Gerindra Kota Bekasi Buka Suara

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Semarak HUT RI ke-81 ala Misbahudin Center, Jemput Bola Sapa Warga Jatiasih

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Tergusur Proyek MRT, Pembangunan Monumen Sasak Kapuk Ditunda

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x