Poin Utama:
- Komisi IV DPRD Provinsi Banten kembali melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kantor Pusat Perumda Tirta Bhagasasi, Kabupaten Bekasi untuk ketiga kalinya.
- Agenda utama pertemuan membedah strategi penanganan angka kehilangan air atau non-revenue water (NRW).
- Rombongan DPRD Banten diterima langsung oleh Direktur Umum dan Direktur Teknik pada Senin (30/03/2026).
Entah karena memang krisis referensi atau sekadar merutinkan serapan anggaran perjalanan dinas, Komisi IV DPRD Provinsi Banten kembali menyambangi Kantor Pusat Perumda Tirta Bhagasasi, Kabupaten Bekasi.
Kunjungan yang berlangsung pada Senin (30/03/2026) ini tercatat sudah yang ketiga kalinya dilakukan oleh para wakil rakyat asal Banten tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Agenda utama mereka mengklaim ingin membedah jurus jitu BUMD milik Pemkab Bekasi ini dalam menekan angka kehilangan air bersih di daerah.
Mengapa DPRD Provinsi Banten Sampai Tiga Kali Bolak-Balik ke Perumda Tirta Bhagasasi?
Ketertarikan wakil rakyat Banten ini rupanya dilatarbelakangi oleh pencapaian Perumda Tirta Bhagasasi dalam mengelola tata air minum di wilayah Kabupaten Bekasi.
0Mereka secara khusus ingin menggali strategi BUMD ini dalam menekan angka non-revenue water (NRW) atau kebocoran air yang kerap menjadi hantu kerugian bagi perusahaan daerah.
Rombongan kunker tersebut disambut langsung oleh Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi Daud Husin dan Direktur Teknik Rika Nursantika, lengkap bersama jajaran kepala bagian dan subbagian.
”Selamat datang di Perumda Tirta Bhagasasi, Kabupaten Bekasi. Mudah-mudahan, hasil diskusi hari ini bisa mendapatkan ilmu dari teman-teman DPRD Provinsi Banten dan kita juga bisa sharing knowledge apa yang sudah kita lakukan di Perumda Tirta Bhagasasi,” kata Daud Husin kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Kantor Pusat Perumda Tirta Bhagasasi, Kabupaten Bekasi, Senin (30/03/2026).
Daud menaruh asa agar forum studi banding berjilid-jilid ini tak sekadar berakhir seremonial. Ia berharap pertemuan ini benar-benar menghasilkan masukan konkret bagi kemajuan tata kelola air, baik di wilayah Provinsi Banten maupun bagi Perumda Tirta Bhagasasi sendiri.
Apa Persamaan Tantangan Layanan Air Bersih di Banten dan Kabupaten Bekasi?
Secara geografis dan karakteristik alam, wilayah Banten dan Kabupaten Bekasi ternyata memiliki kemiripan masalah yang cukup identik.
Ketua rombongan Komisi IV DPRD Banten, Tubagus Luay Shofani, membeberkan bahwa kedua daerah ini sama-sama menghadapi dilema ekstrem pasokan air baku.
Kondisinya, air kerap tumpah ruah saat musim penghujan, namun langsung berujung krisis pasokan ketika kemarau melanda.
Apalagi, kedua wilayah ini sama-sama memiliki kawasan pesisir yang rawan krisis air bersih dan intrusi air laut.
”Air sudah menjadi kebutuhan dasar hidup manusia. Kalau tidak ada air, bisa sirna kehidupan. Kami ingin men-support Perumda yang ada di Provinsi Banten melayani kebutuhan air masyarakat,” ungkap Tubagus Luay Shofani kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com seusai rapat koordinasi di Kabupaten Bekasi, Senin (30/03/2026).
Diskusi teknis ini kemudian digawangi langsung oleh Direktur Teknik Perumda Tirta Bhagasasi, Rika Nursantika.
Jajaran internal seperti Bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) hingga Satuan Pengawas Internal (SPI) turut dilibatkan untuk membedah strategi riil di lapangan.
Tujuannya jelas, memastikan para wakil rakyat Banten ini pulang membawa “oleh-oleh” ilmu tata kelola air yang sepadan dengan ongkos kunker mereka.
Publik tentu berharap, rangkaian kunjungan kerja yang sudah dilakukan hingga tiga kali ini tak sekadar berakhir di meja rapat dan sesi foto bersama, melainkan tereksekusi menjadi kebijakan nyata yang mendongkrak kualitas layanan air bersih bagi masyarakat luas.
Bagaimana pendapat Anda tentang efektivitas kunker wakil rakyat ini? Tinggalkan komentar Anda di bawah, bagikan artikel ini, dan baca terus update berita terkini seputar kebijakan Pemkab Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















