Dugaan Penyelewengan Retribusi Parkir Puluhan Miliar, Massa Aksi Fopera Geruduk Kantor Dishub

- Jurnalis

Senin, 10 November 2025 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI, Rakyatbekasi.com – Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Perjuangan Rakyat Bekasi Raya (Fopera) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Senin (10/11/2025).

Aksi ini digelar untuk membongkar dugaan praktik penyelewengan uang negara dari hasil retribusi parkir di Kota Bekasi.

Berdasarkan data investigasi internal forum tersebut, potensi kerugian ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Dugaan Kebocoran PAD dan Keterlibatan Oknum

​Koordinator Forum Perjuangan Rakyat Bekasi Raya, Imron Syarif, menegaskan dalam orasinya bahwa sektor parkir yang seharusnya menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang vital, justru diduga dijadikan “lahan basah” oleh oknum pejabat.

​“Kami menilai Dinas Perhubungan Kota Bekasi telah gagal menjalankan amanah publik,” tegas Imron Syarif di tengah massa aksi.

​Menurutnya, kegagalan ini terlihat dari banyaknya tempat parkir yang beroperasi tanpa izin dan maraknya juru parkir liar.

​“Banyak juru parkir liar menarik retribusi tidak sesuai aturan, dan kami menemukan indikasi kuat adanya oknum pejabat (Dishub) yang ikut menikmati hasil pungutan liar,” sambungnya.

​Sorotan Tarif Parkir dan Evaluasi Pihak Ketiga

​Massa aksi tidak hanya menyoroti dugaan kebocoran PAD, tetapi juga praktik di lapangan yang meresahkan masyarakat. Mereka mendesak Dishub Kota Bekasi untuk segera mengevaluasi total seluruh pihak ketiga pengelola parkir.

​Selain itu, para juru parkir, baik yang resmi maupun liar, diduga sering melakukan pemungutan tarif yang tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 90 Tahun 2018 tentang penetapan tarif parkir di Kota Bekasi.

​Aksi yang dipimpin oleh Piong selaku Koordinator Lapangan (Korlap) ini juga mendesak Wali Kota Bekasi untuk segera melakukan reformasi total terhadap tata kelola parkir yang dijalankan Dishub Kota Bekasi.

​“Ini bukan sekadar persoalan parkir, ini soal moralitas dan keadilan publik. Kami tidak akan berhenti sebelum kebobrokan ini dibongkar dan para oknum ditindak secara hukum,” seru Piong.

​Enam Tuntutan Utama FPRBR

​Dalam aksi damai tersebut, Forum Perjuangan Rakyat Bekasi Raya menyampaikan enam poin tuntutan utama yang ditujukan kepada Dishub dan Pemerintah Kota Bekasi:

  1. Evaluasi Pihak Ketiga: Mendesak Dishub Kota Bekasi melakukan evaluasi total terhadap seluruh pihak ketiga pengelola parkir.
  2. Tertibkan Jukir: Mendesak Kepala Dishub menertibkan juru parkir liar yang menarik tarif melebihi Perda Nomor 90 Tahun 2018.
  3. Usut Oknum Internal: Mendesak Kepala Dishub mengusut oknum internal yang terlibat penyalahgunaan wewenang dan penggelapan dana retribusi.
  4. Penegakan Hukum: Mendesak penegakan hukum yang tegas dan transparan terhadap pelaku pungutan liar (pungli) di sektor parkir.
  5. Legalisasi Parkir: Mendesak Dishub menerbitkan izin resmi bagi seluruh tempat parkir dan penitipan motor yang beroperasi tanpa legalitas.
  6. Evaluasi Kadishub: Mendesak Wali Kota Bekasi mengevaluasi Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi yang dinilai gagal dan diduga membiarkan praktik pungli.

​Ancam Gelar Aksi Lanjutan

​Aksi ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap. Imron Syarif menegaskan, pihaknya akan terus mengawal isu ini dan mengancam akan kembali melakukan aksi jika tuntutan tidak direspons.

​“Kami akan terus mengawal isu ini, jangan ada lagi uang rakyat yang diselewengkan. Hentikan praktik kotor di tubuh Dinas Perhubungan Kota Bekasi!” pungkasnya.

​Pihaknya menegaskan aksi ini adalah peringatan keras kepada “mafia parkir” dan oknum Dishub yang diduga terlibat dalam penyelewengan uang retribusi perparkiran di Kota Bekasi.

Visited 120 times, 1 visit(s) today


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semester I Belum Usai, Realisasi PAD Kota Bekasi Hampir Tembus 40 Persen dari Target
Peluang Emas! PBPI Kota Bekasi Buka Sertifikasi Wasit Padel
Akses PSEL Bantargebang Dikebut, Pemkot Bekasi Siapkan Rp24 Miliar
Bansos Tunai Rp5,4 Juta: Pemkot Bekasi Siap, Tunggu Aturan!
Piala Dunia 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jagokan Portugal demi CR7
Kontrak BOT Betos Habis: Pemkot Bekasi Didesak Ambil Alih Aset!
Praktik Suap Pendidikan Bekasi Dikuliti Habis Majelis SEPAGETI
Proyek Pirolisis Bantargebang, Gunungan Sampah Bakal Disulap Jadi BBM
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:11 WIB

Semester I Belum Usai, Realisasi PAD Kota Bekasi Hampir Tembus 40 Persen dari Target

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WIB

Akses PSEL Bantargebang Dikebut, Pemkot Bekasi Siapkan Rp24 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:02 WIB

Bansos Tunai Rp5,4 Juta: Pemkot Bekasi Siap, Tunggu Aturan!

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:35 WIB

Piala Dunia 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jagokan Portugal demi CR7

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:36 WIB

Kontrak BOT Betos Habis: Pemkot Bekasi Didesak Ambil Alih Aset!

Berita Terbaru

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menerima audiensi jajaran GoTo di Kantor Kementerian Sosial, Jumat (12/06/2026). (Dok. Kemensos)

Nasional

Cegah Bansos Salah Sasaran, Kemensos Gunakan Teknologi GoTo

Sabtu, 13 Jun 2026 - 13:50 WIB

Truk tangki distribusi BBM milik Pertamina (PT Trans Migasindo) bersiap melakukan bongkar muat pasokan bahan bakar di salah satu area SPBU pada malam hari, guna memastikan ketersediaan stok Pertalite tetap aman dan terdistribusi maksimal bagi masyarakat pengguna jalan.

Nasional

Stok Pertalite Pertamina Aman, Warga Bekasi Jangan Panik!

Sabtu, 13 Jun 2026 - 04:33 WIB

Ilustrasi Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya (tengah), saat memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta, belum lama ini. Sony kini resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dan berani mengungkap 26 nama elite politik yang diduga terlibat.

Nasional

Siapa Berani Bantah “Nyanyian MBG” Sony Sanjaya?

Jumat, 12 Jun 2026 - 20:25 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x