Geruduk Fasilitas RDF, Ratusan Warga Bantargebang Tuntut Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

- Jurnalis

Rabu, 16 Juli 2025 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan warga dari beberapa kelurahan di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, menggelar aksi demonstrasi di depan fasilitas pengolahan sampah Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Kawasan Unit Pelaksana Teknis (UPST) DKI Jakarta pada Rabu (16/07/2025).

Ratusan warga dari beberapa kelurahan di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, menggelar aksi demonstrasi di depan fasilitas pengolahan sampah Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Kawasan Unit Pelaksana Teknis (UPST) DKI Jakarta pada Rabu (16/07/2025).

Ratusan warga dari beberapa kelurahan di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, menggelar aksi demonstrasi di depan fasilitas pengolahan sampah Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Kawasan Unit Pelaksana Teknis (UPST) DKI Jakarta pada Rabu (16/07/2025). Mereka menuntut agar pihak pengelola memprioritaskan warga sekitar dalam rekrutmen tenaga kerja.

Aksi ini didasari oleh dugaan bahwa pihak pengelola fasilitas RDF belum sepenuhnya merealisasikan komitmen penyerapan tenaga kerja dari masyarakat terdampak langsung, sebagaimana yang telah disepakati dalam perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Latar Belakang Tuntutan: Janji Kesejahteraan Sosial

Para demonstran yang terdiri dari warga Kelurahan Bantargebang, Cikiwul, Ciketing Udik, dan Sumurbatu merasa hanya menjadi penonton di tengah berdirinya fasilitas modern di wilayah mereka. Mereka menagih janji dan tanggung jawab sosial perusahaan kepada lingkungan sekitar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Happy Haerul Saleh, selaku koordinator aksi, menyatakan bahwa kedatangan massa adalah untuk memastikan warga lokal tidak terpinggirkan.

“Di sini ada sekitar 250 warga Bantargebang. Kami berharap fasilitas RDF ini menerima karyawan dari Bantargebang, Cikiwul, Ciketing Udik, dan Sumurbatu,” tegas Happy kepada wartawan di lokasi, Rabu (16/07/2025).

Menurutnya, penyerapan tenaga kerja lokal adalah sebuah kewajiban moral dan bagian dari kompensasi sosial yang harus dipenuhi oleh pengelola.

Dalam orasinya, para warga menyuarakan beberapa poin tuntutan utama yang ditujukan langsung kepada manajemen fasilitas RDF dan pemerintah terkait:

Prioritaskan Warga Lokal

Tuntutan inti dari aksi ini adalah agar manajemen mendahulukan pelamar kerja yang berasal dari empat kelurahan di Kecamatan Bantargebang. Warga merasa memiliki hak utama untuk bekerja di fasilitas yang beroperasi di tanah kelahiran mereka.

“Pihak RDF Kawasan UPST DKI Jakarta mempunyai tanggung jawab untuk mendahulukan penyerapan warga sekitar. Jangan jadikan kami penonton di rumah sendiri,” lanjut Happy.

Keterbukaan Informasi Lowongan Kerja

Warga juga mendesak adanya transparansi dalam proses rekrutmen. Informasi mengenai lowongan kerja di RDF Bantargebang diharapkan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat sekitar, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk melamar.

“Kami bertanggung jawab kalau warga di sini melamar. Kami coba untuk bersahabat, tapi ya tolong libatkan kami. Jangan persulit kami,” sambungnya dengan nada tegas.

Potensi Eskalasi Jika Tuntutan Diabaikan

Suasana aksi sempat memanas ketika koordinator aksi menegaskan bahwa kesabaran warga ada batasnya. Mereka mengancam akan mengambil tindakan lebih jauh jika aspirasi mereka terus diabaikan oleh pihak perusahaan.

“Pedulikan warga sekitar! Jika perusahaan ini tidak mengabulkan permintaan warga, harga mati, warga akan tutup perusahaan ini,” seru Happy, yang disambut gemuruh oleh para peserta aksi.

Ancaman ini menunjukkan puncak kekecewaan warga yang merasa kontribusi dan keberadaan mereka tidak dihargai oleh pengelola salah satu proyek strategis pengolahan sampah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RDF Plant Bantargebang maupun perwakilan dari Pemprov DKI Jakarta belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan para demonstran.

Ikuti terus perkembangan berita ini untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai hasil mediasi antara warga dan pihak pengelola RDF Bantargebang.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gebrakan Siswa Sekolah Rakyat Kota Bekasi Rakit Perahu Elektrik hingga Lukisan Daur Ulang Bikin Mensos Gus Ipul Terpukau
​Tolak Usulan Wali Kota Bekasi Tutup Ponpes, Yusril Nager: Tindak Tegas Pelakunya, Bukan Lembaganya!
Kadin Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang Demi Stabilkan Harga Sembako
​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?
Wali Kota Bekasi Boyong Donasi Warga Rp2,1 Miliar Bangun RS Rumah Kasih di Manggarai Timur NTT
Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota
Terseret Arus Sejauh 2 Kilometer: Pria Diduga Anggota BNPT yang Lompat ke Kalimalang Bekasi Ditemukan Meninggal Dunia
Abai Tertibkan Prostitusi Panti Pijat ‘Be Glow’, 190 Personel Satpol PP Kota Bekasi Malah Touring ke Bogor
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Gebrakan Siswa Sekolah Rakyat Kota Bekasi Rakit Perahu Elektrik hingga Lukisan Daur Ulang Bikin Mensos Gus Ipul Terpukau

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:04 WIB

​Tolak Usulan Wali Kota Bekasi Tutup Ponpes, Yusril Nager: Tindak Tegas Pelakunya, Bukan Lembaganya!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Kadin Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang Demi Stabilkan Harga Sembako

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:53 WIB

​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x