- Peletakan batu pertama (groundbreaking) PSEL Sumurbatu Kota Bekasi dijadwalkan berlangsung pada Rabu (26/08/2026) dengan kesiapan perizinan lahan mencapai 100 persen.
- Rangkaian peresmian diawali dengan Apel Gerakan K3 (Keamanan, Kebersihan, dan Keindahan) pada pukul 08.00 WIB di Lapangan Sepak Bola Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang.
- Sebanyak 2.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat, sekolah, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bekasi ditargetkan hadir memeriahkan aksi pemilahan sampah.
- Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dikabarkan bakal menghadiri peresmian infrastruktur Waste-to-Energy di lahan seluas 12 hektare tersebut.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi memastikan kesiapan lahan seluas 12 hektare untuk pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang.
Acara peresmian yang dijadwalkan bergulir pada Rabu (26/08/2026) esok ini, akan didahului dengan Apel Gerakan K3 massal yang menargetkan keterlibatan 2.000 peserta di Lapangan Sepak Bola Ciketing Udik.
Persiapan Matang Jelang Groundbreaking PSEL Sumurbatu Kota Bekasi
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus mengebut segala instrumen pendukung demi menyukseskan tonggak sejarah penanganan krisis persampahan di wilayah aglomerasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
DLH Kota Bekasi memprakarsai apel pemilahan sampah skala besar sebagai wujud dukungan nyata masyarakat terhadap program Waste-to-Energy yang selama ini dinantikan.
”Dengan kegiatannya diawali oleh apel pemilahan sampah terlebih dahulu sebelum ground breaking. Lantaran, pelaksanaan kegiatan awal dilakukan pada pukul 08.00 WIB di Lapangan Sepak Bola Ciketing Udik,” kata Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Selasa (25/08/2026).
Apa Saja Rangkaian Kegiatan Sebelum Peresmian PSEL Sumurbatu?
Apel tersebut bukan sekadar seremonial belaka. Pemerintah daerah merancang kegiatan ini agar memicu efek domino berupa kesadaran sirkular ekonomi dari level akar rumput hingga instansi pemerintahan.
”Kegiatan awal kita bersih-bersih lingkungan dulu yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan turut melibatkan masyarakat umum generasi muda, pihak sekolah, dan elemen lainnya,” tuturnya.
Siapa Saja Pejabat Negara yang Hadir di Bantargebang Esok?
Pembangunan fasilitas pengolahan sampah mutakhir ini mengundang atensi penuh dari pemerintah pusat.
Skala proyek yang masif membutuhkan sinergi dan pengawasan lintas kementerian serta lembaga khusus.
”Sedangkan untuk agenda ground breaking, terdapat tiga kategori besar tamu undangan, yaitu dari Pemerintah Kota Bekasi, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dan Danantara,” jelasnya.
Wakil Wali Kota Bekasi Pastikan Kesiapan Lahan 12 Hektare
Di sisi lain, kesiapan aspek agraria dan legalitas lahan telah dipastikan tuntas oleh pimpinan daerah. Pemkot Bekasi telah membebaskan dan menyiapkan belasan hektare area di Sumurbatu yang dialokasikan khusus untuk infrastruktur penyulap sampah menjadi listrik dan bahan bakar terbarukan (fuel) berbasis Pirolisis.
”InsyaAllah tanggal 26 Agustus ini ground breaking untuk pembangkit listrik tenaga sampah. Kebetulan Pak Presiden yang akan melakukan Ground Breaking,” kata Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Jumat (21/08/2026) lalu.
Bagaimana Status Kewenangan dan Perizinan Lahan PSEL Saat Ini?
Sebagai penopang utama megaproyek bernilai tinggi ini, Pemkot Bekasi berbagi porsi kewenangan dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang memegang kendali penuh atas tata kelola investasi dan proses lelang pihak ketiga.
”Lahan sudah disiapkan insyallah kita akan jalan. Kita hanya menyiapkan lahan, yang itu secara kewenangan penuh ada di Danantara yang melakukan lelang dan segala macam,” paparnya.
Demi memastikan kelancaran kegiatan fisik esok hari, alat berat saat ini telah disiagakan untuk finalisasi tapak proyek di lapangan.
”Alhamdulillah seluruh perizinan sudah selesai, tinggal perataan tanah saja,” tuturnya.
Pelaksanaan groundbreaking ini diharapkan menjadi titik balik transformasi Kota Bekasi dalam memitigasi krisis di hilir pembuangan akhir sekaligus mencetak kemandirian energi masa depan. Kehadiran fasilitas PSEL di Bantargebang adalah bukti konkret inovasi infrastruktur ekologis berskala nasional.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai pembangunan PSEL dan ajakan memilah sampah dari rumah ini? Mari diskusikan di kolom komentar dan bagikan artikel ini agar lebih banyak warga yang peduli!
Jangan lupa, pastikan Anda selalu update dengan berita terkini, kebijakan pemerintah, dan layanan publik di Kota Bekasi dengan mengikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini].
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















