Harga Sapi Impor Melambung, Pedagang Daging Bekasi Pilih Mogok Tiga Hari

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poin Utama:

  • Waktu Aksi: Mogok berjualan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (22/01) hingga Sabtu (24/01/2026).
  • Lokasi: Melibatkan pedagang di 11 pasar tradisional di wilayah Kota Bekasi, termasuk Pasar Baru dan Pasar Kranji.
  • Penyebab: Harga sapi timbang hidup (impor) melonjak hingga Rp58.000/kg, menyebabkan harga karkas menyentuh Rp108.000/kg.
  • Harga Eceran: Saat ini harga daging sapi di tingkat konsumen Kota Bekasi berkisar Rp135.000 hingga Rp140.000 per kilogram.

​Masyarakat Kota Bekasi diimbau untuk mengantisipasi kelangkaan daging sapi segar selama tiga hari ke depan.

Hal ini menyusul keputusan para pedagang daging sapi di 11 pasar tradisional di bawah naungan Pemkot Bekasi yang sepakat melakukan aksi mogok berjualan mulai Kamis (22/01/2026) sebagai bentuk protes atas melambungnya harga sapi impor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Pedagang Daging Sapi Memilih Mogok?

​Aksi mogok ini dipicu oleh tingginya harga dasar sapi timbang hidup (impor) yang dinilai tidak wajar, serta lesunya daya beli masyarakat.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagperin) Kota Bekasi mengonfirmasi bahwa aksi ini adalah bentuk solidaritas asosiasi pedagang untuk menuntut penurunan harga di tingkat penyuplai atau Rumah Potong Hewan (RPH).

​”Dengan kami melakukan sampling dari 11 pasar yang ada di Kota Bekasi. Dalam aksinya, para pedagang ini melakukan aksi tidak berjualan, yang ada di masing-masing pasar,” kata Analis Perdagangan Disdagperin Kota Bekasi, Eko Wijatmiko, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya di Bekasi, Rabu (21/01/2026).

​Eko menjelaskan bahwa kenaikan harga daging sudah terjadi di tingkat RPH, yang menyebabkan kesenjangan harga antara daging sapi timbang impor dan daging lokal makin lebar.

​Berapa Rincian Kenaikan Harga Daging di Bekasi?

​Berdasarkan data pemantauan lapangan, kenaikan harga daging sapi sudah terasa sejak awal tahun, tepatnya mulai 5 Januari 2026.

Lonjakan harga ini memaksa pedagang menaikkan harga jual ke konsumen, yang berimbas pada penurunan omzet.

​Berikut rincian harga daging sapi terkini di Kota Bekasi:

  • Sapi Timbang Hidup: Berkisar Rp58.000 per kilogram.
  • Daging Karkas (Utuh): Berkisar Rp108.000 per kilogram.
  • Harga Eceran Konsumen: Bervariasi antara Rp135.000 hingga Rp140.000 per kilogram.

​”Sesampai asosiasi pedagang daging ini yang ada di masing-masing unit pasar melakukan aksi demo tersebut untuk menuntut penurunan harga daging sapi timbang hidupnya atau karkas,” tegas Eko.

​Bagaimana Kondisi Harga di Pasar Kranji dan Wilayah Lain?

​Pantauan spesifik melalui situs Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) menunjukkan lonjakan signifikan di Pasar Kranji, Bekasi Barat.

Harga daging sapi yang sebelumnya berada di angka Rp135.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp140.000 per kilogram atau mengalami kenaikan sebesar Rp5.000.

​Sementara itu, Panel Harga Badan Pangan mencatat rata-rata harga daging sapi murni di tingkat konsumen Jawa Barat per Rabu (21/01/2026) berada di angka Rp133.659 per kilogram. Angka di Kota Bekasi tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi.

​Apakah Stok Daging Aman untuk Pelanggan Tetap?

​Meski aksi mogok berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (24/01/2026), para pedagang daging di pasar tradisional telah melakukan langkah antisipasi.

Mereka telah mendistribusikan stok bahan baku lebih awal kepada pelanggan setia, seperti pemilik warung makan dan pengusaha bakso, agar usaha mereka tidak terganggu.

​”Untuk di pasar tradisional ini kan mereka rata-rata punya langganan. Mereka sudah melakukan ketersediaan terhadap para konsumennya, jadi mereka sudah dipenuhi kebutuhannya selama 3 hari selama mereka melakukan aksi demo,” imbuh Eko menutup keterangannya.

​Pemkot Bekasi melalui Disdagperin akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan stok daging sapi pasca aksi mogok ini berakhir.

Masyarakat diharapkan tidak panik (panic buying) dan mencari alternatif protein hewani lainnya selama periode mogok berlangsung.

Punya informasi terkait lonjakan harga tidak wajar di pasar lingkungan Anda? Laporkan segera kepada redaksi kami atau melalui layanan pengaduan konsumen Pemkot Bekasi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPMB 2026 Usai, Wawali Bekasi Soroti Sengkarut Data Disdukcapil dan Keterbatasan Sekolah Negeri
Transisi Energi: Industri dan RS Primaya Kompak Pasang PLTS Atap Xurya
Hasil Final SPMB Kota Bekasi 2026: 37.237 Siswa Lolos Seleksi
Awas Perpeloncoan! Disdik Kota Bekasi Awasi Ketat MPLS 2026
SPMB 2026 Ditutup, 3 SMPN di Kota Bekasi Malah Sepi Peminat
Libur MBG Bikin Harga Pangan di Kota Bekasi Turun, Kok Bisa?
Tekan Inflasi, Pemkot Bekasi Gelar Pasar Murah di 12 Kecamatan
Gagal Serobot Antrean, Sopir Angkot K-02 Arogan Aniaya Pengemudi di Pekayon Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 11:07 WIB

SPMB 2026 Usai, Wawali Bekasi Soroti Sengkarut Data Disdukcapil dan Keterbatasan Sekolah Negeri

Senin, 13 Juli 2026 - 09:22 WIB

Transisi Energi: Industri dan RS Primaya Kompak Pasang PLTS Atap Xurya

Senin, 13 Juli 2026 - 08:58 WIB

Hasil Final SPMB Kota Bekasi 2026: 37.237 Siswa Lolos Seleksi

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:52 WIB

SPMB 2026 Ditutup, 3 SMPN di Kota Bekasi Malah Sepi Peminat

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:24 WIB

Libur MBG Bikin Harga Pangan di Kota Bekasi Turun, Kok Bisa?

Berita Terbaru

SANG ARSITEK TAKTIK: Suasana rimbunnya pepohonan dan arsitektur anggun di sepanjang Jalan Teuku Umar, kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat. Nama jalan protokol ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Teuku Umar, sosok pejuang dari Aceh yang berhasil mengelabuhi militer kolonial Belanda melalui taktik Kuda Troya demi merebut logistik perang pada tahun 1896. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Teuku Umar: Taktik Kuda Troya di Perang Aceh

Senin, 13 Jul 2026 - 04:26 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x