Poin Utama:
- Lokasi & Kapasitas: HI Avenue di Kecamatan Medansatria memasang PLTS Atap berkapasitas 1.015 kWp (1 Mega).
- Dampak Lingkungan: Instalasi ini diproyeksikan mengurangi emisi CO2 sebesar 1,2 juta kg per tahun.
- Produksi Energi: Mampu menghasilkan sekitar 1,3 juta kWh listrik bersih setiap tahunnya.
- Pionir: Menjadi pusat perbelanjaan pertama di Kota Bekasi yang menerapkan konsep Green Building secara masif.
KOTA BEKASI – Pusat perbelanjaan HI Avenue di kawasan Kecamatan Medansatria resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 1.015 Kilowatt Peak (kWp), Rabu (11/02/2026).
Langkah strategis yang menggandeng Xurya Daya Indonesia ini menjadikan HI Avenue sebagai pionir Green Building atau bangunan ramah lingkungan di sektor pusat perbelanjaan di Kota Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa HI Avenue Memilih Transisi ke Energi Terbarukan?
Manajemen HI Avenue menegaskan komitmennya untuk mendukung program pemerintah dalam transisi energi bersih.
Langkah ini bukan sekadar efisiensi bisnis, melainkan bentuk tanggung jawab sosial korporasi terhadap keberlangsungan lingkungan di masa depan.
”Kita bisa menjadi pionir di Kota Bekasi, dan teman-teman yang di Kota Bekasi juga bisa terinspirasi. Kita berharap, dengan kita mendahului memikirkan bagaimana keberlangsungan kehidupan masyarakat ke depan,” kata Direktur Utama PT Pro Alpine Utama, Stepvensen, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com usai peresmian di HI Avenue, Kecamatan Medansatria, Rabu (11/02/2026).
Stepvensen menjelaskan bahwa kehadiran PLTS ini diharapkan dapat memotivasi pengusaha lain di Kota Bekasi untuk mulai beralih ke solusi energi listrik yang lebih hijau.
Menurutnya, kontribusi pada masyarakat tidak melulu berbasis keuntungan bisnis, tetapi juga melalui aksi nyata pelestarian lingkungan seperti instalasi energi surya ini.
Berapa Besar Dampak Lingkungan dari PLTS Tersebut?
Kolaborasi dengan Xurya Daya Indonesia sebagai mitra strategis dan penyedia layanan sewa PLTS memberikan dampak signifikan secara teknis.
Fasilitas ini didesain untuk memaksimalkan potensi sinar matahari yang melimpah di kawasan Medansatria dan sekitarnya.
VP Operations Xurya Daya Indonesia, Philip Effendy merinci data teknis dari instalasi tersebut:
- Kapasitas terpasang mencapai 1 Mega (1.015 kWp).
- Potensi produksi listrik tahunan sebesar 1,3 Juta kWh.
- Pengurangan emisi karbon (CO2) diprediksi mencapai 1,2 Juta kg per tahun.
”Kemudian, dalam proses pemeliharaan PLTS sendiri ini akan dilakukan pengecekan 4 kali dalam satu tahunnya, atau per 3 bulan sekali, terkait instalasinya,” ujar Philip kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com dalam kesempatan yang sama.
Bagaimana Skema Perawatan dan Keamanan Operasionalnya?
Mengingat kerja sama ini menggunakan skema tanpa modal awal (DP nol) dari pihak mal, Xurya memastikan sistem berjalan optimal tanpa mengganggu operasional gedung. Pengawasan dilakukan secara ketat menggunakan teknologi sensor canggih.
”Sembari kami juga ingin memastikan operasional gedung tidak terganggu. Dengan kami (memantau) kondisi kelistrikan, alat-alatnya maupun sensor-sensor di setiap alat. Agar jangan sampai ada kerusakan daripada panel surya,” tutup Philip.
Dengan beroperasinya PLTS ini, HI Avenue di Medansatria kini menjadi tolok ukur baru bagi pengelolaan properti komersial yang berkelanjutan di wilayah Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.
Ingin tahu lebih banyak tentang perkembangan ‘Green Building’ dan kebijakan lingkungan di Kota Bekasi? Simak terus pembaruan beritanya hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















