Siapa Pemenang Proyek WtE Danantara di Bali dan Bekasi? Ini Profil Lengkapnya!

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 06:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) telah memasuki fase tender dengan partisipasi 24 perusahaan internasional berpengalaman.

Proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) telah memasuki fase tender dengan partisipasi 24 perusahaan internasional berpengalaman.

Poin Utama:

  • Lokasi Proyek: Kota Bekasi (Jawa Barat) dan Denpasar (Bali).
  • Pemenang Tender: Wangneng Environment Co., Ltd. (Bekasi) dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. (Denpasar).
  • Target Kapasitas: Wangneng mampu memproduksi ~3,04 miliar kWh listrik bersih per tahun; Weiming mencetak ~3,85 miliar kWh pada 2023.
  • Nilai Investasi: Weiming tercatat pernah menawarkan investasi hingga US$ 225 juta untuk proyek pengelolaan sampah di Bali.
  • Regulasi: Berjalan sesuai Perpres No. 109 Tahun 2025; wajib membentuk konsorsium dengan perusahaan lokal Indonesia.

​Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi mengumumkan dua mitra asing yang terpilih untuk menggarap proyek strategis Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap pertama di Indonesia.

​Proyek vital pengolahan limbah perkotaan ini akan mulai difokuskan di dua wilayah padat penduduk, yakni Kota Bekasi dan Kota Denpasar, Bali.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret atas krisis penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Pengumuman Resmi Danantara untuk Proyek WtE Bekasi dan Bali

​Dalam pengumuman resminya, Danantara menetapkan Wangneng Environment Co., Ltd. sebagai operator utama fasilitas WtE di Bekasi.

Sementara itu, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. ditunjuk sebagai operator untuk proyek PSEL di Denpasar, Bali.

​Langkah strategis ini selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Program ini bertujuan memperkuat tata kelola sampah perkotaan, sekaligus mengurangi ketergantungan ekstrem pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA)—seperti TPA Bantargebang di Bekasi—serta mendorong transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

​Meski mitra asing telah diumumkan, Danantara belum merilis daftar konsorsium lokal yang akan mendampingi mereka.

Sesuai aturan, para operator asing ini diwajibkan membentuk konsorsium dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau perusahaan lokal Indonesia untuk menjamin adanya transfer teknologi.

​Direktur Investasi Danantara Investment Management, Fadli Rahman, menjelaskan bahwa antusiasme investor cukup tinggi pada tahap awal ini.

​”Sebelumnya terdapat 9 perusahaan yang telah ikut mengajukan proposal untuk proyek WtE tahap satu. Namun dari 4 kota, baru dua yang diumumkan. Dua kota lainnya, yaitu Bogor dan Yogyakarta, akan diumumkan belakangan lantaran masih dalam proses finalisasi,” ungkap Fadli.

​Profil Raksasa Asing Pemenang Tender WtE Danantara

​Bagaimana rekam jejak kedua perusahaan asal Tiongkok tersebut hingga berhasil memenangkan proyek prestisius di Bekasi dan Denpasar? Berikut adalah profil singkatnya:

​1. Wangneng Environment Co., Ltd. (Operator WtE Bekasi)

​Wangneng Environment Co., Ltd. adalah perusahaan yang berkantor pusat di Huzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok.

Beroperasi sejak 2012, perusahaan ini memiliki portofolio yang luas di bidang pengelolaan lingkungan, mulai dari pemanfaatan limbah dapur, pengolahan air limbah dan lumpur, hingga daur ulang karet.

​Ekspansi Wangneng cukup masif. Saat ini, mereka menaungi 98 entitas perusahaan, termasuk lima anak usaha di luar negeri yang tersebar di Thailand, Kamboja, Australia, dan Singapura.

​Dalam sektor WtE, Wangneng menggunakan teknologi mutakhir—seperti pembakaran presisi, gasifikasi, hingga teknologi biologi—untuk mengubah limbah padat menjadi energi listrik.

Perusahaan ini mengklaim mampu menghasilkan sekitar 3,04 miliar kWh listrik bersih setiap tahunnya.

Jika diasumsikan dengan rata-rata konsumsi listrik rumah tangga di Indonesia, produksi tersebut diperkirakan mampu memasok kebutuhan sekitar 2,53 juta rumah tangga per tahun.

​2. Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. (Operator WtE Denpasar)

​Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. sejatinya bukan nama baru di lanskap proyek lingkungan Indonesia.

Perusahaan asal Tiongkok ini merupakan pemain utama dalam desain, investasi, konstruksi, dan pengoperasian fasilitas WtE.

​Fokus bisnis utama Weiming mencakup manufaktur dan instalasi peralatan insinerator, serta operasional pembangkit listrik bertenaga sampah padat perkotaan (municipal solid waste/MSW).

Kapasitas mereka terbukti dari rekam jejak tahun 2023, di mana Weiming berhasil memproduksi sekitar 3,85 miliar kWh listrik, yang mayoritas disumbang dari pembangkit berbasis WtE.

​Rekam Jejak Weiming di Indonesia

  • Penyedia Teknologi: Melalui anak usahanya, Weiming Equipment, mereka pernah meneken kontrak ekspor teknologi penyediaan peralatan insinerator WtE dengan Shanghai Dingxin Investment (Qingshan Park) di Indonesia.
  • Investasi di Bali: Weiming sebelumnya pernah menawarkan investasi fantastis senilai US$ 225 juta kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk proyek pengelolaan sampah dengan skema Build-Own-Operate (BOO).
  • Eksplorasi di Jawa Barat: Mereka juga sempat menjajaki penerapan teknologi insinerasi untuk proyek TPPAS Cirebon Raya, dan telah menggelar serangkaian pertemuan dengan Pemprov Jawa Barat serta Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

​Menanti Konsorsium Lokal dan Pengumuman Kota Selanjutnya

​Kehadiran dua raksasa teknologi pengelolaan limbah ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi penyelesaian masalah sampah yang kronis di Indonesia.

Publik kini menanti pengumuman resmi mengenai perusahaan lokal yang akan tergabung dalam konsorsium, serta penetapan pemenang tender untuk kota Bogor dan Yogyakarta.

Ingin tahu perkembangan lebih lanjut mengenai proyek PSEL dan transisi energi di Indonesia? Bagikan artikel ini dan ikuti terus pembaruan berita kami agar tidak ketinggalan informasi terbaru seputar kebijakan hijau dan ekonomi sirkular!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Warga Siap Penuhi CFD dalam Aksi Bekasi Bersama Palestina Jilid 6, Mari Tunjukkan Solidaritas Nyata
Gebrakan LASQI Kota Bekasi: Gus Shol Targetkan Seni Qasidah Tembus Ekstrakurikuler Sekolah
Ubah Sampah jadi Listrik, PT Wangneng Pamerkan Desain PSEL Kota Bekasi Berkonsep Wisata Hijau!
Sok Jago Bekingi Distributor Obat Keras Tipe G di Jatisampurna, Oknum Wartawan Dilibas!
400 Bank Sampah Bekasi Mati Suri, Dana Rp 100 Juta per RW Sia-Sia?
Rp 100 Juta Kurang? Pemkot Bekasi Kaji Kenaikan Dana Hibah per RW Jadi Rp 150 Juta
Wali Kota Bekasi Jamin Dana Hibah Rp100 Juta per RW Tetap Cair Meski Audit BPK Belum Rampung
Layanan Jemput Bola 24 Jam! Gebrakan Pelayanan Publik Prima Camat Mustikajaya

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 17:26 WIB

Ribuan Warga Siap Penuhi CFD dalam Aksi Bekasi Bersama Palestina Jilid 6, Mari Tunjukkan Solidaritas Nyata

Sabtu, 25 April 2026 - 15:38 WIB

Gebrakan LASQI Kota Bekasi: Gus Shol Targetkan Seni Qasidah Tembus Ekstrakurikuler Sekolah

Sabtu, 25 April 2026 - 14:55 WIB

Ubah Sampah jadi Listrik, PT Wangneng Pamerkan Desain PSEL Kota Bekasi Berkonsep Wisata Hijau!

Jumat, 24 April 2026 - 14:55 WIB

Sok Jago Bekingi Distributor Obat Keras Tipe G di Jatisampurna, Oknum Wartawan Dilibas!

Jumat, 24 April 2026 - 11:32 WIB

Rp 100 Juta Kurang? Pemkot Bekasi Kaji Kenaikan Dana Hibah per RW Jadi Rp 150 Juta

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca