Kecam Tragedi Kanjuruhan, Spanduk Suporter Bayern Munchen: Lebih dari 100 Orang Dibunuh Polisi!

- Jurnalis

Rabu, 5 Oktober 2022 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Lebih dari 100 orang dibunuh polisi. Mengenang kematian di (Stadion) Kanjuruhan,” demikian tulisan spanduk di atas kain putih yang dibentang para penonton di tribun.

“Lebih dari 100 orang dibunuh polisi. Mengenang kematian di (Stadion) Kanjuruhan,” demikian tulisan spanduk di atas kain putih yang dibentang para penonton di tribun.

MUNCHEN – Suporter Bayern Munchen menunjukkan solidaritas kepada pendukung Arema FC dan juga sepak bola Indonesia dengan mengenang tragedi Kanjuruhan saat Die Roten menjamu Viktoria Plzen pada laga ketiga Liga Champions, Selasa (04/10/2022).

“Lebih dari 100 orang dibunuh polisi. Mengenang kematian di (Stadion) Kanjuruhan,” demikian tulisan spanduk di atas kain putih yang dibentang para penonton di tribun.

Para suporter ikut berduka atas korban suporter usai pertandingan Arema versus Persebaya di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (01/10/2022) malam WIB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laga ketiga Liga Champions tersebut juga dimulai dengan mengheningkan cipta untuk menghormati ratusan Aremania yang merenggang nyawa di Stadion Kanjuruhan.

“Sebelum kick-off, tim dan penonton yang hadir di stadion mengheningkan cipta untuk para korban tragedi yang terjadi di stadion Kanjuruhan (Indonesia),” demikian keterangan yang diunggah akun resmi klub.

Tragedi Kanjuruhan bukan saja jadi duka bagi sepak bola Indonesia, tetapi dunia. Di Benua Biru, laga pekan ketiga Liga Champions diawali dengan mengheningkan cipta untuk Tragedi Kanjuruhan.

UEFA telah mengumumkan bahwa semua pertandingan di Eropa, yakni Liga Champions, Liga Europa, Liga Konferensi Europa dan play-off Piala Dunia pekan ini akan diawali dengan moment of silence untuk memberikan penghormatan kepada para korban Tragedi Kanjuruhan.

Tim-tim Liga Primer, La Liga hingga Eredivisie semuanya mengenakan ban hitam di lengan dan ada juga yang melakukan hening cipta sebelum laga sebagai bentuk penghormatan.

UEFA juga mengumumkan bahwa semua pertandingan di bawah naungannya akan diawali dengan momen penghormatan.

“UEFA hari ini mengumumkan bahwa mengheningkan cipta akan diadakan sebelum kick-off untuk mengenang para korban persitiwa tragis di Stadion Kanjuruhan di Indonesia,” bunyi pernyataan dalam laman resmi UEFA.

Insiden tragis diketahui bermula dari kekalahan tuan rumah Arema dari Persebaya Surabaya, 2-3. Kekalahan membuat suporter turun ke lapangan.

Tetapi sikap suporter itu berujung bentrok dengan polisi. Bentrokan berlanjut dengan tembakan gas air mata polisi kepada pendukung Arema.

Tembakan gas air mata yang diarahkan ke tribune membuat penonton panik dalam menyelamatkan diri. Kondisi itu membuat penonton berdesakan dalam mencari jalan keluar.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejarah Jalan Imam Bonjol: Taktik Ulama di Perang Padri
Jejak Juang Pangeran Diponegoro: Pahlawan Besar Perang Jawa
Hati-Hati Syahwat Bikin ‘Manusia Kehilangan Surga’!
Misteri Jalan Sisingamangaraja: Simbol Perlawanan 30 Tahun Raja Batak
Sejarah Jalan Sudirman: Guru Desa Jadi Panglima Gerilya
Sejarah Jalan MH Thamrin: Singa Parlemen Pembela Pribumi
Sejarah Jalan Kartini Bekasi: Pena Tajam Pelopor Emansipasi
Misteri Jalan Juanda: Teknokrat Genius Pemersatu Laut RI
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:11 WIB

Sejarah Jalan Imam Bonjol: Taktik Ulama di Perang Padri

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:03 WIB

Jejak Juang Pangeran Diponegoro: Pahlawan Besar Perang Jawa

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:03 WIB

Hati-Hati Syahwat Bikin ‘Manusia Kehilangan Surga’!

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:16 WIB

Misteri Jalan Sisingamangaraja: Simbol Perlawanan 30 Tahun Raja Batak

Rabu, 8 Juli 2026 - 01:11 WIB

Sejarah Jalan Sudirman: Guru Desa Jadi Panglima Gerilya

Berita Terbaru

Suasana lalu lintas di kawasan Jalan Imam Bonjol. Nama jalan protokol elite yang kerap ditemui di berbagai kota besar ini didedikasikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol, ulama besar Sumatra Barat yang berhasil menyatukan rakyat dan memimpin Perang Padri (1803–1838) melawan penjajah Belanda. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Imam Bonjol: Taktik Ulama di Perang Padri

Sabtu, 11 Jul 2026 - 12:11 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x