Misteri Jalan Juanda: Teknokrat Genius Pemersatu Laut RI

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Poin Utama:

  • Menteri Maraton: Menjabat sebagai menteri 14 kali di berbagai sektor pemerintahan tanpa memiliki latar belakang partai politik.
  • Deklarasi Djuanda (1957): Keberaniannya menyatukan laut teritorial Indonesia yang sebelumnya terpecah belah oleh aturan warisan Belanda.
  • Bapak Negara Kepulauan: Sukses mengunci kedaulatan laut hingga diakui PBB (UNCLOS 1982), menjadikan RI negara kepulauan terbesar.
  • Edukasi Sejarah: Merupakan naskah ketiga dari 45 tulisan tematik karya Zenza TekSas menuju perayaan HUT RI.

​Memasuki hari ketiga, Seniman Kemerdekaan asal Kota Bekasi, Zenza TekSas, merilis naskah sejarah tematik menuju HUT RI pada Minggu (05/07/2026).

Tulisan ini mengupas tuntas sosok pahlawan nasional di balik nama Jalan Ir. H. Juanda. Bukan sekadar jalan protokol biasa, Ir. H. Djuanda Kartawidjaja adalah teknokrat genius yang berhasil menyatukan dan mengamankan kedaulatan laut Republik Indonesia secara mutlak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Siapa Sebenarnya Sosok Ir. H. Juanda di Era Kemerdekaan?

​Ir. H. Djuanda Kartawidjaja adalah seorang teknokrat ulung kelahiran Tasikmalaya pada 14 Januari 1911 yang memuncak kariernya sebagai Perdana Menteri ke-11 Republik Indonesia.

Ia tampil sebagai figur profesional murni yang sangat diandalkan di tengah instabilitas iklim politik pada awal kemerdekaan.

​”Di era awal kemerdekaan yang penuh gejolak politik, Djuanda adalah sosok yang unik. Beliau bukanlah orang partai, melainkan seorang profesional murni (teknokrat),” kata Zenza TekSas kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu (05/07/2026).

​Berkat keahlian dan dedikasinya yang tak terbantahkan, lulusan Teknik Sipil ITB tahun 1933 ini mendapatkan julukan “Menteri Maraton”.

Ia dipercaya memegang jabatan menteri hingga 14 kali, melintasi berbagai kementerian krusial seperti Kementerian Perhubungan, Pekerjaan Umum, Keuangan, hingga Pertahanan.

​Apa Dampak Besar Deklarasi Djuanda bagi Kedaulatan Laut Indonesia?

​Deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada 13 Desember 1957 menjadi titik balik paling bersejarah bagi kedaulatan maritim dan teritorial Republik Indonesia.

Sebelum kebijakan berani ini lahir, aturan warisan kolonial Belanda menetapkan bahwa batas laut teritorial RI hanya dihitung sejauh 3 mil dari garis pantai.

​Kondisi tersebut sangat merugikan karena perairan di antara pulau-pulau Nusantara berstatus “laut bebas”. Kapal asing maupun kapal perang negara lain dapat bermanuver leluasa di tengah kepulauan Indonesia, memicu ancaman pertahanan dan memecah belah keutuhan geografis.

​Djuanda kemudian secara tegas mendeklarasikan bahwa seluruh perairan di sekitar, di antara, dan di dalam kepulauan Indonesia adalah satu kesatuan wilayah mutlak milik RI.

Gagasan brilian ini akhirnya diakui oleh dunia internasional melalui Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) pada tahun 1982, yang secara resmi mengukuhkan Indonesia sebagai Negara Kepulauan terbesar di dunia.

​Di Mana Saja Nama Ir. H. Juanda Diabadikan Saat Ini?

​Warisan pemikiran Djuanda sebagai arsitek pembangunan nasional terus hidup dalam keseharian masyarakat Indonesia.

Sebelum menjadi Perdana Menteri, beliau juga sempat memimpin Dewan Perancang Nasional (Depernas) yang menyusun fondasi awal ekonomi negara.

​Penghormatan terhadap pahlawan yang juga pernah mengabdi sebagai guru sekolah menengah ini diabadikan dalam berbagai bentuk strategis:

  • Jalan Protokol: Menjadi nama ruas jalan utama di Jakarta Pusat (tepat di sebelah utara Istana Kepresidenan), hingga di berbagai kota besar lainnya termasuk di wilayah Kota Bekasi.
  • Uang Pecahan Rp50.000: Wajah teduh sang pahlawan terpampang jelas pada lembaran uang kertas berwarna biru yang beredar saat ini.
  • Taman Hutan Raya (Tahura): Namanya diabadikan sebagai kawasan pelestarian alam dan destinasi wisata primadona di Dago Pakar, Bandung.
  • Hari Nusantara: Tanggal 13 Desember resmi diperingati setiap tahunnya untuk merayakan bersatunya laut dan darat Indonesia berkat deklarasinya.

​Jadi, ketika Anda melintasi Jalan Ir. H. Juanda di kota Anda hari ini, ingatlah bahwa nama tersebut adalah monumen abadi bagi seorang pahlawan tanpa pamrih politik.

Ia adalah tokoh yang telah mengunci kedaulatan perairan kita, memastikan Indonesia benar-benar utuh dari Sabang sampai Merauke.

​Bagaimana pendapat Anda tentang dedikasi “Menteri Maraton” ini bagi kedaulatan RI? Sampaikan opini Anda di kolom komentar dan bagikan terus serial 45 Tokoh Bangsa di Balik Nama Jalan Protokol eksklusif dari RakyatBekasi.com ke kerabat Anda!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelatihan Satpam Gratis SPD Group: Solusi Cerdas Pencari Kerja
Drone Syahid Ubah Tatanan Perang, Negara Adidaya Ketar-ketir
Sejarah Jalan Prof M Yamin: Sang Arsitek Sumpah Pemuda
PM Anwar Ungkap Dana Pensiun Malaysia Bobol Rp880 Miliar Akibat Ulah Gibran
Sejarah Jalan KH Wahid Hasyim: Menteri Agama Pertama RI
Sejarah Jalan H Agus Salim: Diplomat Melarat Perintis Negara Kesatuan Republik Indonesia
Sejarah Jalan Cut Meutia: Srikandi Aceh Penantang Penjajah
Suhu Ekstrem Eropa Renggut 14.000 Nyawa, Jerman Terparah
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:23 WIB

Pelatihan Satpam Gratis SPD Group: Solusi Cerdas Pencari Kerja

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:47 WIB

Drone Syahid Ubah Tatanan Perang, Negara Adidaya Ketar-ketir

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:24 WIB

Sejarah Jalan Prof M Yamin: Sang Arsitek Sumpah Pemuda

Jumat, 17 Juli 2026 - 03:47 WIB

Sejarah Jalan KH Wahid Hasyim: Menteri Agama Pertama RI

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:19 WIB

Sejarah Jalan H Agus Salim: Diplomat Melarat Perintis Negara Kesatuan Republik Indonesia

Berita Terbaru

ARSITEK BANGSA: Suasana lalu lintas dan pepohonan rindang di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, yang mengelilingi Jalan Prof. M. Yamin. Nama jalan bergengsi ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Prof. Mr. Mohammad Yamin, tokoh intelektual serbabisa yang merumuskan ikrar Sumpah Pemuda 1928, pencetus dasar awal Pancasila, sekaligus pelopor sistem hukum uji materi di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Prof M Yamin: Sang Arsitek Sumpah Pemuda

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:24 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x