Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi aliran Kali Bekasi yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi lumpur pada Kamis (23/07/2026). Pemerintah melalui BBWSCC akan kembali melanjutkan Normalisasi Kali Bekasi pada November mendatang sebagai langkah antisipasi banjir kiriman. (Foto: RakyatBekasi.com)

Kondisi aliran Kali Bekasi yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi lumpur pada Kamis (23/07/2026). Pemerintah melalui BBWSCC akan kembali melanjutkan Normalisasi Kali Bekasi pada November mendatang sebagai langkah antisipasi banjir kiriman. (Foto: RakyatBekasi.com)

Proyek normalisasi Kali Bekasi dijadwalkan berlanjut pada November 2026 untuk mengantisipasi banjir besar. Program yang dikelola Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane ini bertujuan memulihkan daya tampung sungai dari sedimentasi lumpur. Pemerintah Kota Bekasi terus berkoordinasi guna memastikan kelancaran mitigasi bencana di wilayah terdampak.

Meskipun pekerjaan fisik di Kota Bekasi hampir selesai, penanganan terus diprioritaskan untuk mengelola debit air dari wilayah hulu. Perubahan tata guna lahan di Bogor dan Puncak menjadi faktor utama meningkatnya risiko banjir. Sinergi lintas instansi diperlukan untuk menjaga fungsi ekologis sungai sebagai pengendali banjir utama.

​Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi memastikan proyek Normalisasi Kali Bekasi akan kembali berlanjut pada November 2026 mendatang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah strategis yang dieksekusi oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian PUPR ini bertujuan mencegah terulangnya banjir besar seperti awal 2024.

Pengerjaan ini difokuskan mengembalikan daya tampung sungai yang menyusut akibat tingginya sedimentasi lumpur dari wilayah hulu.

​Prioritas Pemkot Bekasi: Normalisasi Kali Bekasi Cegah Dampak Banjir Susulan

​Pengelolaan infrastruktur sungai yang melintasi Kota Bekasi ini sepenuhnya menggunakan skema lintas instansi.

Namun, Pemkot Bekasi terus mengawal agar progres pengerjaan berdampak langsung pada mitigasi bencana daerah.

​”Kalau Kali Bekasi itu kewenangannya ada di BBWSCC. Informasinya pada November nanti akan ada penanganan pekerjaan lagi untuk normalisasi,” kata Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (23/07/2026).

​Mengapa Normalisasi Kali Bekasi Harus Segera Dilanjutkan?

​Normalisasi sangat mendesak dilakukan untuk menjaga kapasitas sungai agar tetap optimal menampung debit air kiriman.

Idi menjelaskan bahwa progres pengerjaan fisik di wilayah administrasi Kota Bekasi sejatinya sudah mendekati tahap akhir penyelesaian.

​”Kalau paket pekerjaan di wilayah Kota Bekasi sendiri sebenarnya sudah hampir selesai. Tinggal yang berada di wilayah hilir Kabupaten Bekasi. Namun apabila lahan di wilayah hilir belum siap, dimungkinkan pekerjaan penanganannya bisa lebih dulu dilaksanakan di wilayah Kota Bekasi,” katanya.

​Bagaimana Skema Penganggaran Proyek Normalisasi Ini?

​Seluruh pendanaan dan perencanaan merupakan proyek tahun jamak (multiyears) di bawah kendali penuh pemerintah pusat.

DBMSDA Kota Bekasi mengambil peran proaktif dalam koordinasi lapangan untuk memantau titik-titik krusial yang membutuhkan atensi segera.

​”Itu seluruh pekerjaan normalisasi ada di wewenang Balai dan sifatnya multiyears. Jadi kami tidak mengetahui secara detail terkait penganggarannya. Yang terpenting bagi kami adalah terus berkoordinasi dan menyampaikan berbagai persoalan yang ada kepada BBWSCC,” jelasnya.

​Apa Dampak Perubahan Tata Guna Lahan Hulu terhadap Banjir Bekasi?

​Bencana banjir berskala besar pada awal 2024 menjadi alarm keras mengenai pentingnya menjaga tata ruang ekologis di kawasan hulu.

Alih fungsi lahan terbukti memperparah besaran debit air yang meluap ke kawasan permukiman warga hilir.

​”Kalau banjir kemarin memang karena volume airnya sangat besar. Kita melihat perubahan tata guna lahan di wilayah hulu sudah banyak berubah, terutama di kawasan Bogor dan Puncak. Hal itu tentu berdampak terhadap besarnya debit air yang mengalir ke wilayah hilir seperti Kota Bekasi,” ungkapnya.

​”Kita merasakan saat itu debit air yang datang sangat besar. Bisa dibilang salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu pengendalian di wilayah hulu menjadi sangat penting. Kalau air bisa ditahan dan dikelola dengan baik di hulu, tentu dampaknya ke Kota Bekasi juga bisa berkurang,” tuturnya.

​Pemkot Bekasi menaruh harapan besar agar sinergi pengerjaan antara BBWSCC dan pemerintah daerah dapat mengembalikan fungsi Kali Bekasi sebagai pengendali banjir utama. Pengelolaan tata air terpadu dari hulu ke hilir adalah kunci keselamatan warga.

Simak terus update terbaru seputar kebijakan infrastruktur dan penanganan banjir Wali Kota Bekasi hanya di RakyatBekasi.com.

Jangan lupa bagikan artikel ini dan berikan komentar Anda agar masyarakat semakin peduli dan waspada terhadap lingkungan sekitar.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat
Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini
Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026
Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja
Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga
Perbaikan Jalan Ir H Juanda Capai 60%, Kapan Rampung Total?
Kali Bekasi Mengering, Pemkot Desak BBWSCC Kebut Normalisasi
Penataan Pasar Baru Bekasi: Wali Kota Tri Adhianto Kaji Eskalator dan Awning Rooftop demi Kenyamanan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:08 WIB

Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:50 WIB

Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:22 WIB

Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:41 WIB

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:12 WIB

Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga

Berita Terbaru

Infografis resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi yang menampilkan rincian total 1.920.128 pemilih terdaftar dalam hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026, dirilis di Bekasi pada Rabu (22/07/2026). Terlihat rincian detail perbandingan pemilih laki-laki dan perempuan beserta jumlah kecamatan dan kelurahan (Sumber Foto: KPU Kota Bekasi).

Bekasi

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Jul 2026 - 18:41 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x