- Perilisan karya musik berjudul ‘Pancasila’ dilakukan tepat pada peringatan sejarah 1 Oktober 2026.
- Lagu berdurasi 162 detik ini diproduseri oleh Olivia Zalianty, diciptakan KGPH Ndaru Kusumo, dan dinyanyikan vokalis Isyana Sarasvati.
- Komposisi musik memadukan lirik kelima sila dengan aransemen orkestra dan unsur gamelan tradisional.
- Karya seni kebangsaan ini mendapat apresiasi dan dukungan resmi dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
SINEAS OLIVIA ZALIANTY, seniman KGPH Ndaru Kusumo, dan penyanyi Isyana Sarasvati resmi merilis lagu berjudul ‘Pancasila’ bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (01/10/2026).
Peluncuran karya seni musikal ini bertujuan untuk menanamkan kembali nilai-nilai ideologi dasar negara kepada generasi muda.
Melalui durasi 162 detik, lagu tersebut mengemas lirik otentik dari kelima sila dengan sentuhan magis musik gamelan yang khidmat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Memaknai Hari Kesaktian Pancasila Melalui Karya Seni Musik
Mengapa Lagu ‘Pancasila’ Dirilis Bertepatan dengan Peringatan 1 Oktober?
Peluncuran karya musik ini bukan sekadar selebrasi biasa, melainkan bentuk ikhtiar nyata merawat memori kolektif bangsa.
Momentum 1 Oktober sengaja dipilih para seniman untuk merefleksikan kembali penerapan ideologi kebangsaan dalam kehidupan sosial masyarakat modern.
”Kami ingin karya ini menjadi bagian dari ikhtiar kolektif untuk merawat nilai-nilai kebangsaan melalui cara yang relevan dengan generasi sekarang, salah satunya melalui kesenian. Musik adalah bahasa universal, dan melalui lagu ini, kami mengajak siapa pun yang mendengarnya untuk kembali merenungkan dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” kata Olivia Zalianty, Kamis (01/10/2026).
Bagaimana Aransemen dan Makna Lirik dalam Lagu ‘Pancasila’?
Secara struktural, lirik lagu sepenuhnya mengadaptasi teks murni dari kelima sila tanpa gubahan narasi tambahan.
Aransemennya meracik kemegahan instrumen modern dengan balutan tradisional gamelan, sehingga menghasilkan ritme yang menggugah sekaligus merangkul pendengar.
”Lagu ‘Pancasila’ terilhami langsung dari kelima sila yang menjadi fondasi negara. Kelima nilai tersebut—Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia—menjadi kerangka komposisi yang diterjemahkan ke dalam bahasa musik. Pancasila adalah fondasi yang menyatukan keberagaman Indonesia. Melalui lagu ini, saya ingin menghadirkan nuansa yang tidak hanya megah, tetapi juga merangkul. Setiap sila memiliki warna musikalnya sendiri, namun semuanya mengalir dalam satu kesatuan. Saya berharap pendengar dapat merasakan bahwa nilai-nilai Pancasila bukan sesuatu yang jauh, melainkan dekat dan hidup,” kata KGPH Ndaru Kusumo.
Apa Dampak Hadirnya Isyana Sarasvati Bagi Generasi Muda?
Kolaborasi lintas disiplin seni ini menjadi semakin berbobot dengan keterlibatan Isyana Sarasvati sebagai vokalis utama.
Tarikan vokal khasnya dinilai mampu menjembatani pesan-pesan berat kebangsaan agar lebih ringan dan mudah meresap di telinga kalangan milenial maupun Gen Z.
”Menyanyikan lagu ‘Pancasila’ adalah sebuah kehormatan. Saya tumbuh dengan pemahaman bahwa Pancasila adalah rumah bersama kita. Semoga lagu ini bisa menjadi pengingat bahwa persatuan adalah kekuatan kita,” kata Isyana Sarasvati.
Fakta Menarik di Balik Produksi Lagu Pancasila
Karya musikal ini tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh rekam jejak panjang para kreatornya di dunia seni pertunjukan serta dukungan penuh dari otoritas kebudayaan negara. Berikut sejumlah fakta di balik perilisannya:
- Produksi lagu ini mendapat sambutan dan dukungan positif secara resmi dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
- KGPH Ndaru Kusumo sebelumnya sukses menggelar orkestrasi kebangsaan bertajuk ‘Meradjoet Sendja’ di Gedung Kesenian Jakarta pada Agustus lalu, yang juga memuat lagu ‘Pancasila’.
- Olivia Zalianty aktif berperan ganda sebagai produser sekaligus sutradara dalam teater ‘Meradjoet Sendja—Persembahan Cinta untuk Republik’ yang menggabungkan musik, teater, dan gagasan pendiri bangsa.
- Masyarakat dapat langsung mengakses dan mendengarkan mahakarya ini melalui platform resmi YouTube OZ Production.
Karya seni seperti lagu ‘Pancasila’ menjadi bukti nyata bahwa semangat nasionalisme dapat terus diwariskan melalui medium yang kreatif, adaptif, dan mudah diakses.
Peringatan sejarah bangsa kini tidak sekadar seremonial, melainkan pijakan progresif untuk memperkuat persatuan anak bangsa.
Lagu ‘Pancasila’ saat ini dapat diakses melalui platform resmi YouTube OZ Production.
Mari bagikan artikel ini untuk terus menyebarkan semangat kebangsaan di lingkaran Anda. Jangan lupa ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update dengan berita pemerintahan, politik, dan layanan publik terkini yang akurat!
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















