Prabu Gercep: Strategi Puskesmas Jatimakmur Gencarkan Skrining TBC dan Deteksi Dini di Bekasi

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 05:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Puskesmas Jatimakmur, Apt. Dinni Banyuwati, S.Farm, M.Farm menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas medis, melainkan sebuah gerakan jemput bola untuk memastikan kesehatan paru-paru masyarakat.

Kepala Puskesmas Jatimakmur, Apt. Dinni Banyuwati, S.Farm, M.Farm menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas medis, melainkan sebuah gerakan jemput bola untuk memastikan kesehatan paru-paru masyarakat.

BEKASI – Sebagai upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC), Puskesmas Jatimakmur bersinergi dengan Kelurahan Jatimakmur meluncurkan inisiatif kesehatan masyarakat bertajuk Pelayanan Rabu Gerak Cepat (Prabu Gercep). Program ini berfokus pada pelaksanaan skrining TBC secara masif kepada warga di wilayah setempat.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons aktif dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Kota Bekasi, sekaligus menekan angka penyebaran penyakit menular di tingkat akar rumput.

Gebyar Skrining TBC: Jemput Bola Demi Kesehatan Warga

Kepala Puskesmas Jatimakmur, Apt. Dinni Banyuwati, S.Farm, M.Farm, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas medis, melainkan sebuah gerakan jemput bola untuk memastikan kesehatan paru-paru masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gebyar Skrining TBC yang diinisiasi oleh Puskesmas Jatimakmur telah diselenggarakan secara intensif, salah satunya pada momentum 28 hingga 30 Oktober lalu. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya melakukan skrining gejala, tetapi juga tes dahak secara lintas sektor, baik pelayanan di dalam gedung puskesmas maupun kunjungan luar gedung,” ujar Dinni dalam keterangannya, Kamis (11/12/2025).

Pendekatan “Luar Gedung” ini menjadi kunci penting Prabu Gercep, di mana tenaga kesehatan turun langsung ke kantong-kantong pemukiman untuk menjangkau warga yang mungkin kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

Pentingnya Deteksi Dini untuk Memutus Mata Rantai Penularan

Dinni menekankan bahwa pelaksanaan skrining TBC merupakan langkah preventif yang krusial. Prinsip “mencegah lebih baik daripada mengobati” menjadi dasar utama program ini, mengingat pengobatan TBC akan jauh lebih efektif jika kasus ditemukan sebelum kondisi pasien menjadi parah.

“Penularan dan temuan kasus TBC di masyarakat harus segera ditangani. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat pula pengobatan dapat dilakukan. Kami berharap kegiatan ini membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang gejala, langkah pencegahan, serta kepatuhan prosedur pengobatan demi peningkatan angka kesembuhan kasus TBC,” tambahnya.

Mengenal Bahaya dan Gejala Tuberkulosis

Masyarakat perlu memahami bahwa TBC atau Tuberkulosis adalah penyakit menular serius yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan (droplet di udara) dan utamanya menyerang organ paru-paru, meski juga dapat menginfeksi organ tubuh lainnya.

Gejala umum yang patut diwaspadai meliputi:

  • Batuk berdahak terus-menerus selama lebih dari 2 minggu.
  • Batuk berdarah.
  • Demam dan berkeringat di malam hari tanpa aktivitas fisik.
  • Penurunan berat badan secara drastis.

Indonesia Peringkat Kedua Kasus TBC Tertinggi di Dunia

Urgensi skrining TBC seperti yang dilakukan Puskesmas Jatimakmur ini sejalan dengan kondisi darurat TBC global. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan terbesar kedua di dunia setelah HIV.

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia saat ini menduduki peringkat kedua di dunia dengan beban kasus TBC tertinggi, mencapai angka estimasi 1.000.000 kasus. Tragisnya, jumlah kematian akibat penyakit ini diperkirakan mencapai 110.000 kasus per tahun.

Data ini menjadi alarm keras bagi seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah untuk bersatu padu dalam upaya eliminasi TBC melalui deteksi dini dan pengobatan yang tuntas.

Jangan Tunggu Parah! Jika Anda atau kerabat mengalami gejala batuk yang tak kunjung sembuh, segera kunjungi Puskesmas Jatimakmur atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan skrining TBC gratis. Mari bersama-sama wujudkan Bekasi bebas TBC.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Panggilan Kemanusiaan! Ustadz Abu Fayadh Serukan Warga Padati Aksi Bekasi Bersama Palestina Jilid 6
Ribuan Warga Siap Penuhi CFD dalam Aksi Bekasi Bersama Palestina Jilid 6, Mari Tunjukkan Solidaritas Nyata
Gebrakan LASQI Kota Bekasi: Gus Shol Targetkan Seni Qasidah Tembus Ekstrakurikuler Sekolah
Ubah Sampah jadi Listrik, PT Wangneng Pamerkan Desain PSEL Kota Bekasi Berkonsep Wisata Hijau!
Sok Jago Bekingi Distributor Obat Keras Tipe G di Jatisampurna, Oknum Wartawan Dilibas!
400 Bank Sampah Bekasi Mati Suri, Dana Rp 100 Juta per RW Sia-Sia?
Rp 100 Juta Kurang? Pemkot Bekasi Kaji Kenaikan Dana Hibah per RW Jadi Rp 150 Juta
Wali Kota Bekasi Jamin Dana Hibah Rp100 Juta per RW Tetap Cair Meski Audit BPK Belum Rampung

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 21:38 WIB

Panggilan Kemanusiaan! Ustadz Abu Fayadh Serukan Warga Padati Aksi Bekasi Bersama Palestina Jilid 6

Sabtu, 25 April 2026 - 17:26 WIB

Ribuan Warga Siap Penuhi CFD dalam Aksi Bekasi Bersama Palestina Jilid 6, Mari Tunjukkan Solidaritas Nyata

Sabtu, 25 April 2026 - 15:38 WIB

Gebrakan LASQI Kota Bekasi: Gus Shol Targetkan Seni Qasidah Tembus Ekstrakurikuler Sekolah

Sabtu, 25 April 2026 - 14:55 WIB

Ubah Sampah jadi Listrik, PT Wangneng Pamerkan Desain PSEL Kota Bekasi Berkonsep Wisata Hijau!

Jumat, 24 April 2026 - 13:04 WIB

400 Bank Sampah Bekasi Mati Suri, Dana Rp 100 Juta per RW Sia-Sia?

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca