- Lokasi Protokol: Jalan AM Sangaji merupakan ruas jalan penting di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, yang sering dilintasi warga.
- Profil Tokoh: Didedikasikan untuk Abdoel Moethalib Sangadji, tokoh besar asal Maluku Tengah yang berjuluk “Si Jago Tua”.
- Trio Sarekat Islam: Dikenal sebagai orator ulung dan anggota Trio Sarekat Islam (SI) bersama HOS Tjokroaminoto dan Haji Agus Salim.
- Aktor Sumpah Pemuda: Terlibat aktif dalam perumusan Sumpah Pemuda 1928 dan peduli pendidikan anak bangsa di Samarinda.
Menjelang perayaan HUT RI ke-81, seri tulisan sejarah jalan protokol ke-30 dari 45 resmi dirilis, menyoroti Jalan AM Sangaji di Harmoni, Jakarta Pusat, Sabtu (01/08/2026).
Naskah karya Seniman Kemerdekaan sekaligus peraih rekor MURI, Zenza TekSas, ini membedah profil tokoh Maluku Abdoel Moethalib Sangadji, atau Si Jago Tua, orator ulung Trio Sarekat Islam dan perumus identitas nasional.
Menelusuri Sejarah Jalan AM Sangaji di Kawasan Harmoni
Siapakah Sosok Abdoel Moethalib Sangadji di Balik Nama Jalan AM Sangaji?
Di balik papan nama Jalan AM Sangaji di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, tersimpan rekam jejak tokoh besar yang mendedikasikan hidupnya untuk kemerdekaan Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Ia adalah Abdoel Moethalib Sangadji, atau yang lebih akrab disapa dengan julukan ‘Si Jago Tua’,” kata Zenza TekSas kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Sabtu (01/08/2026).
Lahir di negeri Rohomoni, Maluku Tengah, pada 3 Juni 1889, AM Sangadji berasal dari keluarga bangsawan dan sang ayah merupakan raja kampung halaman.
Meski mendapat privilese pendidikan Belanda di HIS dan MULO, ia memilih mendedikasikan hidup melawan ketidakadilan pemerintah kolonial demi memperjuangkan kemerdekaan.
Apa Rekam Jejak Abdoel Moethalib Sangadji dalam Sejarah Pergerakan?
Konsistensi perlawanan ‘Si Jago Tua’ membawa namanya tercatat dalam sejarah pergerakan nasional yang sangat disegani pada masanya.
Abdoel Moethalib Sangadji dikenal sebagai seorang orator ulung yang mampu membakar semangat rakyat melalui pidato-pidatonya.
Pergerakan mobilitasnya sangat luar biasa, melintasi berbagai pulau mulai dari tanah Jawa, Sulawesi, hingga Kalimantan guna menyatukan kesadaran berbangsa.
Namanya tercatat sebagai Trio Sarekat Islam (SI) yang sangat berpengaruh bersama HOS Tjokroaminoto dan Haji Agus Salim.
Bagaimana Peran ‘Si Jago Tua’ dalam Membangun Identitas Nasional?
Jejak langkah AM Sangadji juga terekam kuat dalam peristiwa penting pembentukan identitas nasional Indonesia.
Ia menjadi salah satu tokoh penting yang turut hadir dan berperan aktif dalam perumusan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 di Jakarta.
Selain piawai berpolitik, AM Sangadji sangat peduli pada dunia pendidikan dan percaya bahwa kebodohan adalah alat penjajah.
Karena itu, ia mendirikan Balai Pengadjaran dan Pendidikan Rakjat (BPPR) serta mengelola Neutrale School di Samarinda, Kalimantan Timur, guna mencerdaskan anak bangsa.
AM Sangadji wafat pada 20 April 1949 setelah mendedikasikan seluruh tenaga dan pemikirannya untuk Indonesia.
Nama besarnya kini abadi pada prasasti jalan di jantung ibu kota dan fondasi kemerdekaan. Bagaimana pandangan Anda tentang peran orator Trio Sarekat Islam ini?
Sampaikan opini Anda di kolom komentar! Jangan lupa bagikan artikel sejarah inspiratif ini ke media sosial Anda dan ikuti terus penelusuran sejarah bangsa karya Zenza TekSas secara eksklusif hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







