- Lokasi Ikonik: Jalan Latuharhary membentang strategis di sekitar perlintasan rel kereta api kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat.
- Pendidikan Gemilang: Meraih gelar sarjana hukum bergengsi (Meester in de Rechten) dari Universitas Leiden, Belanda.
- Aktor Kemerdekaan: Berperan sentral sebagai pemimpin Sarekat Ambon serta perumus dasar negara di BPUPKI dan PPKI.
- Garda Terdepan NKRI: Menjabat sebagai Gubernur Maluku pertama (1945–1955) yang sukses mempertahankan kedaulatan negara dari ancaman gejolak separatisme.
Melengkapi akhir pekan pada Minggu (26/07/2026), Seniman Kemerdekaan peraih rekor MURI asal Kota Bekasi, Zenza TekSas, membedah sejarah Jalan Latuharhary di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat.
Tokoh Pahlawan Nasional asal Maluku, Mr. Johannes Latuharhary, ternyata bukan sekadar nama penanda arah.
Ia adalah pemikir kritis lulusan Belanda, perumus fondasi negara di BPUPKI, sekaligus Gubernur Maluku pertama yang gigih menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengungkap Sejarah Jalan Latuharhary di Kawasan Menteng
Siapa Sebenarnya Sosok Mr. Johannes Latuharhary?
Berjalan menyusuri kawasan Menteng, tepatnya di sekitar jalur perlintasan rel kereta api, kita akan menemukan sebuah nama jalan yang sarat akan nilai historis: Jalan Latuharhary.
”Bagi sebagian orang, nama ini mungkin sekadar penanda arah atau alamat harian. Namun, di balik plang jalan tersebut tersimpan kisah hidup seorang putra Maluku yang mendedikasikan seluruh napasnya untuk memperjuangkan berdirinya Republik Indonesia,” kata Zenza TekSas kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Minggu (26/07/2026).
Lahir di Saparua, Maluku, pada 6 Juli 1900, Mr. Johannes Latuharhary tumbuh menjadi sosok pemikir yang sangat tajam.
Kecerdasannya terbukti saat ia menempuh pendidikan tinggi di negeri Belanda, sukses meraih gelar sarjana hukum (Meester in de Rechten) dari Universitas Leiden.
Bagaimana Peran Johannes Latuharhary di BPUPKI dan PPKI?
Alih-alih menikmati kenyamanan pragmatis di bawah sistem kolonial bermodalkan latar belakang pendidikannya yang mentereng, ia justru memilih jalan terjal kemerdekaan.
Jiwa nasionalismenya yang membara diwujudkan melalui kepemimpinan di Sarekat Ambon, sebuah wadah penggerak kesadaran akan pentingnya persatuan.
Kapasitas intelektualnya yang tinggi membawa Latuharhary dipercaya memegang peranan krusial dalam pergerakan kemerdekaan, di antaranya:
- Perumus Dasar Negara: Duduk sebagai anggota BPUPKI dan PPKI yang bertugas merumuskan fondasi dasar konstitusi Republik Indonesia.
- Pengawal Proklamasi: Bersama para founding fathers lainnya, ia mengawal langsung detik-detik bersejarah lahirnya kemerdekaan Indonesia.
Mengapa Kiprah Gubernur Maluku Pertama Sangat Krusial?
Tantangan terbesar dalam rekam jejak perjuangannya justru datang pascaproklamasi. Negara mengangkat Mr. Johannes Latuharhary sebagai Gubernur Maluku yang pertama untuk periode 1945–1955.
Di tengah krisis politik yang sangat pelik, ancaman pecah belah dari sisa-sisa kekuatan kolonial, serta masifnya gejolak separatisme, ia berdiri tegak sebagai garda terdepan pertahanan.
Mengandalkan diplomasi yang cerdas, keberanian esktra, dan keteguhan hati, ia berhasil memastikan bahwa Maluku tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari NKRI.
Mr. Johannes Latuharhary menutup usia di Jakarta pada 8 November 1959. Namanya kini abadi di sebuah sudut jalan dekat deru rel kereta kawasan Menteng, mengingatkan setiap pelintas bahwa keutuhan Nusantara dibayar mahal oleh pengorbanan jiwa pahlawan sejati.
Bagaimana semangat persatuan dari sang pahlawan Maluku ini menginspirasi Anda hari ini? Sampaikan opini Anda di kolom komentar! Jangan lupa bagikan artikel sejarah penuh inspirasi ini ke media sosial Anda dan baca terus ulasan tokoh pahlawan lainnya secara eksklusif hanya di RakyatBekasi.com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







