Poin Utama:
- Wali Kota Bekasi Tri Adhianto secara resmi menolak wacana penambahan lokasi Car Free Day (CFD) di Alun-alun M. Hasibuan.
- Kawasan Jalan Pramuka dinilai masuk dalam ring obyek vital yang tidak memungkinkan ditutup total untuk aktivitas massa berskala besar.
- Pemkot Bekasi menganulir usulan Sekretaris Daerah dan belum pernah melakukan evaluasi kelayakan di kawasan tersebut.
- Enam wilayah sedang dikaji sebagai alternatif lokasi CFD, di antaranya Bantargebang, Medansatria, dan Mustikajaya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi secara resmi mencoret rencana penambahan titik Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Alun-alun M. Hasibuan, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan.
Keputusan ini sekaligus menganulir wacana yang sebelumnya sempat diproyeksikan oleh Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menilai kawasan tersebut merupakan obyek vital yang tata ruangnya tidak memungkinkan untuk ditutup penuh bagi kegiatan keramaian di akhir pekan.
Mengapa Pemkot Bekasi Menolak CFD di Alun-alun M. Hasibuan?
Penolakan ini didasarkan pada pertimbangan tata letak dan keamanan lokasi yang bersinggungan langsung dengan pusat pemerintahan dan obyek vital di Jalan Pramuka, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan.
Wacana yang belakangan berkembang luas menjadi isu di tengah masyarakat ini dinilai harus segera disudahi karena tidak masuk dalam peta evaluasi kelayakan ruang publik Pemkot Bekasi.
”Saya bilang enggak, enggak usah dibahas kembali. Karena memang menjadi sesuatu yang ketidakmungkinan, kalau kita melaksanakan CFD-nya di Alun-alun,” tegas Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Gedung DPRD Kota Bekasi, Senin (15/06/2026).
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Bekasi ini juga menegaskan bahwa wacana itu muncul secara sepihak tanpa adanya evaluasi mendalam terlebih dahulu terkait dampak lalu lintas dan kenyamanan warga di ring sentral kota.
”Jadi gini, untuk usulan CFD di Alun-alun mungkin itu adalah bagian usulan Pak Sekda. Tapi sampai hari ini saya juga masih bingung gitu. Karena kita tidak pernah melakukan evaluasi terkait CFD itu ada di Alun-alun,” tutur Tri.
Di Mana Saja Alternatif Lokasi CFD Kota Bekasi yang Baru?
Sebagai langkah solutif, kata dia, Pemkot Bekasi kini tengah membuka opsi dan melirik sejumlah kawasan strategis lainnya yang memiliki infrastruktur jalan raya memadai.
Lokasi alternatif ini difokuskan pada area komersial dan residensial besar yang mampu menampung antusiasme warga tanpa mengganggu fungsi jalan arteri utama.
Berikut adalah sejumlah wilayah yang sedang dikaji untuk menjadi alternatif lokasi CFD baru di Kota Bekasi:
- Kawasan Galaxy (Kecamatan Bekasi Selatan)
- Kawasan Grand Kamala Lagoon (Kecamatan Bekasi Selatan)
- Kota Harapan Indah (Kecamatan Medansatria)
- Kawasan Vida (Kecamatan Mustikajaya)
- Kawasan Bekasi Timur Regency / BTR (Kecamatan Mustikajaya)
- Kawasan Bantargebang
”Ya kita lihat lagi kemungkinan-kemungkinan yang lain, kalau usulan CFD itu yang lebih cocok diselenggarakan. Saya kira juga sudah ada beberapa tempat yang sudah dilakukan. Hanya memang belum dikaji lebih lanjut oleh Pemerintah Daerah,” pungkasnya.
Batalnya wacana CFD di jantung kota ini memberikan kejelasan bagi masyarakat mengenai tata ruang dan batasan wilayah vital di Kota Patriot.
Pemkot Bekasi kini dituntut untuk bergerak cepat mematangkan kajian di enam titik alternatif tersebut agar perputaran ekonomi UMKM dan ruang interaksi sosial warga saat akhir pekan dapat terus difasilitasi secara maksimal, aman, dan kondusif.
Apakah kawasan tempat tinggal Anda termasuk dalam daftar calon lokasi CFD di atas? Yuk, sampaikan opini Anda mengenai lokasi yang paling ideal di kolom komentar dan jangan lupa bagikan artikel ini ke grup WhatsApp warga Bekasi lainnya!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







