Adik Wali Kota Bekasi Dimutasi dari Dinkes ke DKPPP, YAMSI Tepis Isu Nepotisme

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Suasana haru mewarnai perpisahan Satia Sriwijayanti Anggraini bersama puluhan jajaran pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi usai dirinya resmi dimutasi menjadi Kepala DKPPP. Tampak para pegawai membentangkan spanduk bertuliskan

​Suasana haru mewarnai perpisahan Satia Sriwijayanti Anggraini bersama puluhan jajaran pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi usai dirinya resmi dimutasi menjadi Kepala DKPPP. Tampak para pegawai membentangkan spanduk bertuliskan "Barisan Patah Hati Ditinggal Ibu Pergi" dan "Ibu yakin mau ninggalin kita" di lingkungan area Gedung Pemkot Bekasi, sebagai bentuk kehilangan dan apresiasi atas kepemimpinan adik kandung Wali Kota Bekasi tersebut.

  • ​Adik kandung Wali Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, resmi dimutasi dari jabatan Kepala Dinkes ke DKPPP Kota Bekasi.
  • ​YAMSI menepis keras isu nepotisme terkait rotasi pejabat eselon II tersebut, menilai langkah ini murni penyegaran birokrasi Pemkot Bekasi.
  • ​Jabatan Eselon II dinilai sah karena rekam jejak panjang Satia yang telah mengabdi sebagai ASN selama 25–30 tahun.
  • ​Kepindahan Kadinkes memicu kehebohan emosional, diwarnai isak tangis para staf dan Kepala Puskesmas tanpa rekayasa.

​Keputusan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, merotasi adik kandungnya dari kursi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) ke Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) memicu sorotan tajam publik.

Menanggapi dinamika politik birokrasi tersebut, Yayasan Marhaen Sejahtera Indonesia (YAMSI) pasang badan menepis keras isu nepotisme di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Pemindahan pejabat Eselon II ini justru dinilai sebagai langkah objektif yang diwarnai momen haru perpisahan jajaran pegawai kesehatan daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Rotasi Adik Wali Kota Bekasi: Bukti Integritas Bukan Nepotisme

​Mengapa YAMSI Menepis Isu Nepotisme di Pemkot Bekasi?

​YAMSI menepis tegas isu nepotisme karena Wali Kota Bekasi terbukti berani memindahkan adiknya yang dinilai cakap dari instansi krusial ke dinas lain demi penyegaran organisasi.

Langkah rotasi mutasi ini dipandang membantah tudingan politik kekerabatan yang selama ini diembuskan pihak luar.

​”Coba bayangkan kadis yang sudah bagus di kesehatan dipindahkan ke dinas lainnya. Luar biasa, berarti Wali Kota bukan nepotisme seperti yang dituduhkan orang,” kata Ketua Dewan Pembina YAMSI, Ricky Tambunan, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Kamis (30/07/2026).

​Apakah Jabatan Eselon II Adik Wali Kota Sesuai Aturan ASN?

​Pangkat Eselon II yang diemban oleh Satia dinilai sudah sangat sesuai dengan aturan, dedikasi, serta rekam jejak panjangnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pangkat tersebut dinilai proporsional dan murni karena durasi pengabdiannya, bukan karena status hubungan darah semata.

​”Karena apa? Karena mereka ASN. ASN tentunya dengan ukuran yang sudah 25-30 tahun bekerja tentu harus Eselon 2. Dan itu terjadi di adik Wali Kota. Tapi dengan pindahan, kepindahan mutasi ini, ini membuktikan bahwa Wali Kota bukan nepotisme. Melainkan penyegaran organisasi ditubuh Pemerintah Daerah,” paparnya.

​Bagaimana Respons Pegawai Dinkes Saat Adik Wali Kota Dimutasi?

​Para pegawai Dinkes hingga sejumlah Kepala Puskesmas menunjukkan respons yang sangat emosional dan menangis haru saat pimpinan mereka resmi dipindahtugaskan.

Fenomena ini diklaim sebagai bukti otentik keberhasilan pendekatan kerja kepemimpinan yang humanis di instansi kesehatan.

​”Kadinkes disayangi stafnya, Tanpa rekayasa. Kadis harus kerja pake hati, itu buktinya beliau kerja dengan hati sehingga disayangi seluruh staf dan pegawainya. Ini belum pernah terjadi di Kota Bekasi, Natural tanpa rekayasa,” tegas Ricky.

Suasana haru mewarnai perpisahan Satia Sriwijayanti Anggraini bersama puluhan jajaran pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi usai dirinya resmi dimutasi menjadi Kepala DKPPP. Tampak para pegawai membentangkan spanduk bertuliskan “Barisan Patah Hati Ditinggal Ibu Pergi” dan “Ibu yakin mau ninggalin kita” di lingkungan area Gedung Pemkot Bekasi, sebagai bentuk kehilangan dan apresiasi atas kepemimpinan adik kandung Wali Kota Bekasi tersebut.

​Respons haru ini menunjukkan tingginya tingkat kecintaan bawahan terhadap kinerja pimpinannya.

​”Haru biru, bahkan ada kepala puskesmas nangis-nangis begitu tahu Bu Kadinkes dimutasi ke DKPPP,” bebernya.

​Perombakan kabinet eselon II ini diharapkan meredam spekulasi politis dan justru memacu para ASN untuk bekerja dengan hati melayani masyarakat.

Bagaimana pandangan Anda tentang momen haru tangisan pegawai saat mutasi birokrasi ini? Berikan komentar Anda dan bagikan artikel ini. Simak terus informasi tajam, kritis, dan berimbang seputar pemerintahan daerah hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Bekasi Terima Aset Sitaan KPK Rp3,6 Miliar di Jatiasih, Lahan Bakal Disulap Jadi Polder Air
Rusuh di HNM Jatisampurna: Jam Operasional Dilanggar, Ketegasan Pemkot Bekasi Diuji!
Kebakaran TPST Bantargebang Bikin Warga Panik, Lurah Ciketing Udik Beberkan Dugaan Penyebabnya
Zona 3 TPST Bantargebang Terbakar Akibat El Nino, Pemkot Bekasi Gerak Cepat Pastikan Api Tak Meluas
Kontrak TPST Bantargebang Berakhir 26 Oktober 2026, Ini Langkah Kritis Pemkot Bekasi
Berantas Kabel Semrawut, Wali Kota Bekasi Targetkan Proyek Ducting Bawah Tanah Rampung 3 Tahun
Telan APBD Rp5 Miliar, Progres Pembangunan Wall Climbing Patriot Baru Capai 25 Persen
DPRD Minta Belanja Pegawai Ditekan dan Atasi Krisis Guru, Ini Respons Wali Kota Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 13:06 WIB

Wali Kota Bekasi Terima Aset Sitaan KPK Rp3,6 Miliar di Jatiasih, Lahan Bakal Disulap Jadi Polder Air

Senin, 14 September 2026 - 11:19 WIB

Rusuh di HNM Jatisampurna: Jam Operasional Dilanggar, Ketegasan Pemkot Bekasi Diuji!

Senin, 14 September 2026 - 10:07 WIB

Kebakaran TPST Bantargebang Bikin Warga Panik, Lurah Ciketing Udik Beberkan Dugaan Penyebabnya

Senin, 14 September 2026 - 09:14 WIB

Zona 3 TPST Bantargebang Terbakar Akibat El Nino, Pemkot Bekasi Gerak Cepat Pastikan Api Tak Meluas

Senin, 14 September 2026 - 09:03 WIB

Kontrak TPST Bantargebang Berakhir 26 Oktober 2026, Ini Langkah Kritis Pemkot Bekasi

Berita Terbaru

Seorang petugas sedang membersihkan logo Gedung KPK. (Foto: antara).

Nasional

Skandal Suap HGB di BPN Kabupaten Bogor: KPK OTT Fahd A Rafiq

Senin, 14 Sep 2026 - 23:16 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x