- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi resmi merotasi 24 pejabat eselon II, III, dan IV pada Kamis (30/07/2026).
- Kursi strategis Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) justru kosong dan sementara waktu diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).
- Wali Kota Bekasi menginstruksikan jajaran pejabat baru untuk segera tancap gas menyusun perencanaan anggaran 2027.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, resmi melantik 24 pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi pada Kamis (30/07/2026).
Di balik gegap gempita penyegaran struktur birokrasi ini, rotasi justru menyisakan kekosongan pada kursi strategis Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) yang kini harus dikendalikan secara sementara oleh Pelaksana Tugas (Plt).
Rotasi 24 Pejabat Pemkot Bekasi: Strategi dan Kekosongan Jabatan
Mengapa Kursi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bekasi Kosong?
Kekosongan pada pucuk pimpinan Dinas Kesehatan terjadi sebagai imbas dari pergeseran pejabat eselon II. Satia Sriwijayanti Anggraini, yang sebelumnya menjabat definitif sebagai Kadinkes, resmi digeser oleh Wali Kota Bekasi untuk memimpin Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengingat krusialnya sektor kesehatan bagi pelayanan publik, jabatan ini untuk sementara waktu akan dijalankan oleh seorang Plt hingga ada penunjukan pejabat definitif baru.
Siapa Saja Wajah Baru Pejabat Eselon II Pemkot Bekasi?
Selain pergeseran di tubuh Dinas Kesehatan, perombakan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota ini juga menetapkan tiga wajah baru di jajaran eselon II yang berhasil lolos dari lelang jabatan.
Tiga pimpinan tinggi pratama tersebut adalah:
- Chondro Wibowo yang menempati posisi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik).
- Eko Choir Ivo Fauzi menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi).
- Fitri Widyati dipercaya mengisi kursi Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten Dua) Sekretariat Daerah Kota Bekasi.
Apa Target Wali Kota Bekasi untuk Pejabat yang Baru Dilantik?
Langkah mutasi ini diklaim sebagai upaya murni pemerintah daerah untuk mengoptimalkan kinerja pelayanan masyarakat dan mengisi pos birokrasi yang tak bertuan.
”Mengisi yang kosong-kosong, ya. Ada Dinas Pendidikan, Asisten Dua, terus juga Diskominfo,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com seusai melantik para pejabat di Gedung Pemkot Bekasi, Kamis (30/07/2026).
Menyoroti sektor komunikasi publik, orang nomor satu di Kota Bekasi itu menaruh ekspektasi khusus agar konsolidasi antar-instansi pemerintahan daerah dapat berjalan lebih padu.
”Mudah-mudahan dengan adanya bapak yang baru dari Diskominfostandi, akan lebih bisa terkonsolidasi. Komunikasinya bisa lebih baik lagi. Jadi, saya kira itu. Proses pembangunan pun bisa bergerak lebih cepat lagi,” tegasnya.
Menyadari tantangan birokrasi yang semakin berat, Tri menginstruksikan para pejabat baru untuk tidak berleha-leha dan langsung melakukan akselerasi kerja demi menyongsong penyusunan anggaran.
”Bagi mereka tentu ini merupakan hal yang baru di posisi yang baru. Tentu harapannya adalah mereka segera cepat belajar dan berlari. Karena hari ini tuntutannya adalah bagaimana mempersiapkan—apalagi ini ada proses untuk perencanaan dan penganggaran tahun 2027,” pungkasnya.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai dibiarkannya kursi Dinas Kesehatan kosong di tengah rotasi ini? Sampaikan komentar Anda di bawah dan bagikan artikel ini agar masyarakat turut memantau kinerja birokrasi daerah. Baca terus berita terkini dan tajam seputar Pemkot Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







