Poin Utama:
- Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengeluarkan imbauan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bersepeda ke kantor setiap hari Jumat guna menekan konsumsi BBM.
- Pemkot Bekasi juga resmi menetapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi pegawainya pada setiap hari Rabu.
- Minimnya infrastruktur dan angkutan transportasi publik di Kota Bekasi diakui menjadi alasan utama munculnya kebijakan alternatif ini.
- Selain sepeda, kendaraan bermotor listrik atau hybrid direkomendasikan sebagai opsi mobilitas yang lebih efisien.
Kondisi transportasi publik yang belum terintegrasi maksimal di Kota Bekasi memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mencari jalan pintas untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, secara resmi mengeluarkan imbauan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bekasi untuk menggunakan sepeda saat berangkat kerja setiap hari Jumat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan ini diharapkan mampu menghemat energi nasional sekaligus menutupi kekurangan fasilitas transportasi massal di wilayah perbatasan Ibu Kota tersebut.
Mengapa ASN Pemkot Bekasi Diminta Bersepeda Setiap Jumat?
Langkah ini diambil sebagai respons langsung atas arahan pemerintah pusat terkait penghematan energi.
Selain anjuran bersepeda di akhir pekan kerja, Pemkot Bekasi rupanya telah lebih dulu menjadwalkan kebijakan Work From Home (WFH) rutin setiap hari Rabu bagi seluruh pegawainya.
”Makanya dimungkinkan nanti kepada seluruh Aparatur Pemerintah Daerah mungkin kita pakai sepeda. Jadi tiap Jumat kita coba pakai sepeda untuk di hari-hari biasa,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Senin (30/03/2026).
Apakah Bersepeda ke Kantor Bersifat Wajib bagi ASN Bekasi?
Meski digaungkan oleh kepala daerah, kebijakan ini masih bersifat seruan opsional dan bukan kewajiban mutlak yang berujung pada sanksi kedisiplinan.
Tri Adhianto menekankan bahwa fokus utamanya adalah menekan pemborosan anggaran transportasi pribadi di kalangan aparatur daerah.
”Itu sifatnya himbauan. Jadi nanti kalau Rabu itu adalah memang Work From Home, untuk Jumat itu himbauan, jadi pegawai bisa pakai sepeda. Ataupun bisa pakai kendaraan bermotor listrik secara opsionalnya,” tambahnya.
[Baca Juga: ASN Pemkot Bekasi Bakal WFH tiap Rabu]
Bagaimana Kondisi Transportasi Publik di Kota Bekasi Saat Ini?
Secara gamblang, Wali Kota Bekasi mengakui bahwa infrastruktur angkutan umum di wilayahnya belum mumpuni untuk menopang mobilitas ribuan ASN setiap harinya.
Hal ini tentu berbanding terbalik dengan fasilitas transportasi massal di DKI Jakarta yang sudah jauh lebih modern dan terintegrasi.
Berikut adalah beberapa realita di balik kebijakan mobilitas Pemkot Bekasi:
- Kualitas Transportasi Umum Timpang: Layanan publik transport di Kota Bekasi dinilai masih belum lengkap dan kurang memadai untuk menjangkau seluruh pelosok kecamatan hingga kelurahan.
- Efisiensi Anggaran Personal: Mendorong pola hidup low cost bagi pegawai negeri di tengah tingginya biaya hidup dan harga BBM.
- Kampanye Transisi Energi: Menganjurkan peralihan ke penggunaan kendaraan hybrid atau berbasis listrik secara bertahap.
”Karena kan publik transport kita tidak selengkap seperti Jakarta. Kemudian, kalau memungkinkan gunakan kendaraan lainnya yang sifatnya hybrid secara himbauan. Jadi memang betul-betul low cost untuk penggunaan terkait dengan BBM,” tutupnya.
Kebijakan gowes dan WFH ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kesiapan fisik dan kedisiplinan abdi negara di Kota Bekasi. Apakah imbauan ini akan efektif berjalan, atau sekadar wacana musiman di tengah semrawutnya lalu lintas kota?
Bagaimana pendapat Anda tentang infrastruktur jalur sepeda di Bekasi saat ini? Tinggalkan komentar Anda di bawah, bagikan artikel ini, dan pantau terus berita kritis seputar kebijakan Pemkot Bekasi lainnya hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















