Utang RSUD CAM Rp70 Miliar Terungkap Pasca Rotasi Jabatan di Kota Bekasi

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Wali Kota Bekasi.

Kantor Wali Kota Bekasi.

Poin Utama:

  • Total Utang: Terungkap beban utang operasional mencapai hampir Rp70 Miliar di RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid (CAM).
  • Penyebab: Akumulasi masalah tata kelola lama yang baru terbuka setelah audit manajemen baru di bawah dr. Ellya Niken Prastiwi.
  • Momentum: Fakta ini mencuat pasca rotasi Direktur Utama (Dirut) yang dilakukan oleh Wali Kota Bekasi.
  • Jaminan Layanan: Pemkot Bekasi memastikan pelayanan pasien tetap berjalan normal tanpa diskriminasi.

​Keputusan strategis Wali Kota Bekasi melakukan penyegaran pucuk pimpinan RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid (CAM) mulai menampakkan hasil konkret dengan terbukanya tabir pengelolaan keuangan rumah sakit pelat merah tersebut.

Beban utang operasional yang disinyalir mencapai Rp70 miliar kini terungkap ke publik pasca evaluasi menyeluruh oleh manajemen baru di Jalan Veteran, Marga Jaya, Bekasi Selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Utang RSUD Kota Bekasi Baru Terungkap Sekarang?

​Pengamat Politik dan Pemerintahan, Azhes Melodi Saputra, menilai bahwa transparansi data keuangan ini adalah dampak positif langsung dari kebijakan rotasi jabatan yang dilakukan oleh kepala daerah.

Menurutnya, pergantian kepemimpinan dari dr. Kusnanto Saidi kepada dr. Ellya Niken Prastiwi menjadi pintu masuk untuk membedah “penyakit lama” dalam tata kelola rumah sakit yang selama ini tertutup rapat.

​”Kemarin banyak yang ribut soal mutasi Dirut. Nah, justru ini hasilnya. Karena Mas Tri ingin ada perbaikan sistem. Fakta bahwa persoalan besar ini akhirnya terungkap membuktikan bahwa strategi tersebut tepat dan cerdas,” kata Azhes Melodi Saputra kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat dihubungi di kawasan Bekasi Selatan, Rabu (14/01/2026).

​Azhes menambahkan, keberanian manajemen baru untuk membuka data riil—bukan sekadar data “asal bapak senang”—merupakan langkah awal pembenahan yang patut diapresiasi publik.

​Bagaimana Respon Wali Kota Bekasi Terkait Temuan Utang Ini?

​Menanggapi polemik keuangan di tubuh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah penyelesaian masalah tanpa mengorbankan hak masyarakat.

Ia meminta manajemen RSUD CAM untuk memisahkan urusan pembenahan manajerial dengan kewajiban pelayanan medis di garda terdepan.

​”Saya pastikan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu. Pasien tetap harus dilayani dengan baik, profesional, dan manusiawi,” tegas Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com usai meninjau layanan publik di Plaza Pemkot Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Rabu (14/01/2026).

​Apakah Layanan Pasien Luar Daerah Akan Terdampak?

​Kekhawatiran bahwa defisit anggaran akan berdampak pada pembatasan pasien ditepis langsung oleh Wali Kota.

Tri Adhianto menginstruksikan jajaran direksi RSUD CAM untuk tidak melakukan praktik tebang pilih atau diskriminasi, terutama bagi pasien yang berdomisili di wilayah perbatasan atau memiliki KTP luar Kota Bekasi.

​Langkah-langkah mitigasi layanan yang diinstruksikan meliputi:

  • ​Menerima seluruh pasien gawat darurat tanpa melihat domisili KTP.
  • ​Memastikan ketersediaan obat dan alat kesehatan tetap terjaga.
  • ​Melindungi tenaga kesehatan agar tetap fokus bekerja dan tidak terbebani isu manajemen.

​Apa Langkah Selanjutnya untuk Penyehatan RSUD CAM?

​Ke depan, publik dan pengamat mendorong adanya audit independen dan pengawalan ketat terhadap proses restrukturisasi keuangan RSUD CAM.

Azhes Melodi menekankan bahwa tantangan terbesar pasca pengungkapan ini adalah konsistensi perbaikan sistem.

​”Ini bukan soal mencari siapa yang salah, tapi memastikan persoalan lama tidak lagi ditutupi. Langkah awal sudah tepat. Tantangannya sekarang adalah konsistensi dalam menata sistem tanpa mengorbankan pelayanan,” pungkas Azhes.

​Terbukanya kondisi keuangan RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid diharapkan menjadi titik balik perbaikan layanan kesehatan di Kota Patriot.

Transparansi ini menjadi bukti bahwa reformasi birokrasi yang digulirkan Pemkot Bekasi bukan sekadar wacana, melainkan tindakan nyata demi akuntabilitas publik.

Punya keluhan terkait layanan di RSUD atau Puskesmas di wilayah Anda? Laporkan segera melalui kanal pengaduan resmi Pemkot Bekasi atau hubungi redaksi RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ringkus 26 Tersangka Pengedar Obat Keras di Bekasi
Venue Wall Climbing Bertaraf Nasional Segera Dibangun di Kawasan Patriot Candrabhaga
Bongkar PABSI! Wali Kota Bekasi Bangun Venue Wall Climbing di Plaza Patriot
Wali Kota Bekasi Sentil Camat dan Lurah Soal Minimnya Promosi Porprov XV Jabar 2026
Wali Kota Bekasi Gagas Jalan Mukhtar Tabrani 2: Solusi Macet dan Motor Penggerak Ekonomi Baru
Babeh Fayadh Kutuk Promosi Miras Ancol: Usut Tuntas Penistaan Agama!
Tri Adhianto Kukuhkan 50 Paskibraka Kota Bekasi untuk Upacara HUT RI ke-81
Dana Bagi Hasil Rp107 Miliar Belum Cair, Pemkot Bekasi Jamin Gaji Pegawai dan TPP Tetap Aman
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Polisi Ringkus 26 Tersangka Pengedar Obat Keras di Bekasi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Venue Wall Climbing Bertaraf Nasional Segera Dibangun di Kawasan Patriot Candrabhaga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Bongkar PABSI! Wali Kota Bekasi Bangun Venue Wall Climbing di Plaza Patriot

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:15 WIB

Wali Kota Bekasi Sentil Camat dan Lurah Soal Minimnya Promosi Porprov XV Jabar 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Wali Kota Bekasi Gagas Jalan Mukhtar Tabrani 2: Solusi Macet dan Motor Penggerak Ekonomi Baru

Berita Terbaru

Pengurus DPP PA GMNI berdiri tegap saat menyanyikan lagu Indonesia Raya di Sekretariat DPP PA GMNI, Jakarta Pusat, Kamis (13/08/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari siaran pers menyambut HUT ke-81 RI yang mendesak stop utang dan politik dinasti.

Nasional

Kritik Keras PA GMNI: Jabatan Publik Bukan Hadiah Politik!

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:24 WIB

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Ariyana beserta jajaran menunjukkan barang bukti puluhan ribu obat terlarang saat konferensi pers pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jumat (14/08/2026).

Bekasi

Polisi Ringkus 26 Tersangka Pengedar Obat Keras di Bekasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 15:19 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x