Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tinjau Pompa Polder Kalimati yang Terbakar

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau kondisi mesin pompa air yang rusak akibat overheat di Polder Kalimati, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kamis (29/01/2026).

​Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau kondisi mesin pompa air yang rusak akibat overheat di Polder Kalimati, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kamis (29/01/2026).

Poin Utama:

  • Insiden: Satu unit pompa air di Polder Kalimati terbakar dan meledak akibat overheat.
  • Penyebab: Mesin dinyalakan nonstop selama 8 jam (02.00 – 10.00 WIB) untuk menyedot luapan Kali Bekasi.
  • Dampak Banjir: BPBD mencatat 7 wilayah terdampak banjir akibat hujan deras dan kiriman air dari Bogor.
  • Solusi Cepat: Pemkot Bekasi berkoordinasi dengan BBWSCC untuk mendatangkan pompa portable sebagai pengganti sementara.

​Satu unit mesin pompa air di Polder Kalimati, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, mengalami kebakaran hingga tidak dapat difungsikan pada Kamis (29/01/2026).

Insiden ini terjadi akibat pemakaian mesin secara terus-menerus guna menanggulangi debit air kiriman dan hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Pompa Air Polder Kalimati Bisa Terbakar?

​Kerusakan pada pompa air disebabkan oleh durasi operasional yang melebihi kapasitas (overload) saat berupaya mengurangi volume air yang tinggi. Mesin tersebut dipaksa bekerja ekstra keras sejak dini hari untuk mengimbangi luapan Kali Bekasi yang mengancam pemukiman warga.

​”Makanya pompa ini baru kita nyalakan tadi pagi dari jam 02.00 WIB. Tadi kejadian kurang lebih jam 10.00 WIB dinyalakan secara terus menerus kemudian meledak, dan hari ini tidak bisa digunakan yang satu,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat ditemui di Polder Kalimati, Kelurahan Margahayu, Kamis (29/01/2026).

​Insiden ini terjadi di tengah situasi siaga banjir, di mana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat terdapat 7 wilayah dari 15 titik pantau yang terdampak genangan. Kondisi ini diperparah oleh hujan deras sejak Rabu (28/01) malam serta adanya kiriman air dari hulu di wilayah Bogor.

​Bagaimana Langkah Pemkot Bekasi Mengatasi Kerusakan Tersebut?

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi langsung bergerak cepat untuk memastikan proses penyedotan air tetap berjalan meski satu unit pompa utama lumpuh.

Wali Kota Bekasi menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).

​Strategi penanganan darurat meliputi:

  • ​Penyediaan satu unit tambahan pompa portable dari BBWSCC.
  • ​Penyiaagaan kendaraan operasional pendukung di lokasi banjir.
  • ​Perbaikan segera pada unit pompa yang mengalami kerusakan.

​”Karena itu kita dengan gerak cepat, kita kombinasi dengan BBWSCC, kita siapkan satu tambahan pompa portable, kendaraan kita siagakan. Karena dampaknya kalau ini tidak kita bantu, itu cukup luar biasa,” tegas Tri Adhianto.

​Apa Kata Dinas Terkait Soal Teknis Kerusakan?

​Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, membenarkan bahwa faktor utama kerusakan adalah overheat. Pengoperasian nonstop dilakukan karena situasi mendesak mengingat tingginya debit air di area Polder Kalimati.

​”Sebetulnya tergantung kebutuhan, akan tetapi pompa air tersebut dinyalakan sejak kemarin malam. Karena semalem hujan di sini (Kalimati). Karena situasinya tinggi kita pompa,” kata Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di lokasi yang sama, Kamis (29/01/2026).

​Pihak DBMSDA memastikan perbaikan langsung dilakukan segera agar pompa tersebut dapat beroperasi kembali dalam waktu dekat guna mengantisipasi potensi banjir susulan.

​Pemkot Bekasi mengimbau warga yang tinggal di bantaran kali untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air, mengingat curah hujan yang masih tinggi.

Butuh bantuan evakuasi atau laporan banjir?

Hubungi Call Center Pemkot Bekasi di 112 atau layanan darurat BPBD Kota Bekasi yang siaga 24 jam.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketegasan Wali Kota Bekasi Berantas Pungli PKL Tuai Pujian, YAMSI Soroti Kinerja Lamban OPD
Ratusan Warga Serbu Mancing Gratis Karang Taruna Bojong Menteng, Buru Ikan Lele Raksasa 5 Kg di Rawa Pesona Laut
Penataan PKL Plaza Patriot Tuai Tantangan, Pedagang Kaki Lima Lebih Suka Kejar Keramaian
Kali Bekasi Menghitam Pekat Imbas Limbah Bogor, Sanksi Tegas KLH Menanti Pelaku Pencemaran
Groundbreaking PSEL Sumurbatu Kota Bekasi Digelar Esok, 2.000 Peserta Siap Ramaikan Gerakan K3
Groundbreaking PSEL Sumurbatu: Zulhas Hadir Atasi Darurat Sampah Bekasi
Normalisasi Kali Harun, Distaru Kota Bekasi Ratakan 40 Bangunan Liar
Akademisi UGM Kritik Cara Wali Kota Bekasi Tegur PKL: Pemimpin Harus Jadi Teladan, Bukan Adu Mulut
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:41 WIB

Ketegasan Wali Kota Bekasi Berantas Pungli PKL Tuai Pujian, YAMSI Soroti Kinerja Lamban OPD

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Ratusan Warga Serbu Mancing Gratis Karang Taruna Bojong Menteng, Buru Ikan Lele Raksasa 5 Kg di Rawa Pesona Laut

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Penataan PKL Plaza Patriot Tuai Tantangan, Pedagang Kaki Lima Lebih Suka Kejar Keramaian

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Kali Bekasi Menghitam Pekat Imbas Limbah Bogor, Sanksi Tegas KLH Menanti Pelaku Pencemaran

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Groundbreaking PSEL Sumurbatu Kota Bekasi Digelar Esok, 2.000 Peserta Siap Ramaikan Gerakan K3

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x