Target Rutilahu 2025, Disperkimtan Kota Bekasi Siap Benahi 130 unit Rumah Tidak Layak Huni

- Jurnalis

Senin, 27 Januari 2025 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi.

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi menargetkan sebanyak 130 unit rumah di wilayahnya masuk kategori pembangunan sebagai golongan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) pada tahun 2025.

Sekretaris Disperkimtan Kota Bekasi, Edi Supriadi, mengatakan bahwa ratusan rumah berstatus Rutilahu tersebut tersebar di 12 kecamatan melalui 12 kelurahan di Kota Bekasi.

“Nantinya setiap rumah itu akan diseleksi secara selektif melalui survei dari pihak kelurahan setempat dan tim dari Perkimtan. Jika ada rumah yang awalnya masuk dalam kategori, tetapi setelah survei sudah tidak masuk kembali, maka akan dialihkan ke yang lainnya,” ucap Edi saat dihubungi RakyatBekasi.com melalui sambungan telepon, Senin (27/01/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Edi menjelaskan bahwa ratusan unit rumah itu merupakan usulan pengerjaan lanjutan sejak tahun 2022.

Tim survei mendapatkan permintaan bantuan pembangunan rumah melalui usulan RT dan RW, yang kemudian diusulkan oleh pihak kelurahan sebelum akhirnya diajukan ke Disperkimtan.

“Untuk di tahun 2025 ini dipastikan jatahnya 130 unit. Dari 130 unit itu yang sudah masuk akan diverifikasi sembari di survei. Baik di lapangan maupun lainnya untuk dialihkan ke yang lebih membutuhkan sesuai persyaratan,” ujarnya.

Edi menambahkan bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk setiap unit rumah adalah sebesar Rp 20 juta, sehingga total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 2,6 miliar.

“Proses anggarannya akan menggunakan dana dari APBD dan juga dibantu dari dana APBN yang biasanya disalurkan pada saat pertengahan waktu, yang kita masih menunggu perkembangannya,” tuturnya.

Selain itu, menurut Edi, proses bantuan pembangunan Rutilahu akan menyasar ke satu wilayah kelurahan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan ke kelurahan lainnya secara merata dalam kurun waktu tertentu.

“Sejauh ini kita menyesuaikan survei lebih dulu. Nanti kalau di Januari sudah oke, kita tinggal proses bergulirnya. Tinggal pemangku wilayah bilang kapan mau dieksekusi untuk memenuhi syarat atau tidaknya dari situ,” paparnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Disperkimtan Kota Bekasi menargetkan pembangunan 4.417 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang tersebar di 12 kecamatan Kota Bekasi sejak 2018 hingga akhir 2026.

“Saat ini target sudah mencapai 50 persen, yang belum terealisasi total ada 2.354. Di tahun 2023 ini kita ada 555 (pembangunan Rutilahu) yang akan kita selesaikan. Nah, di tahun 2024 sampai 2026 sekitar 750-an per tahun. Sehingga di tahun 2026 semua target itu sudah selesai,” terang Widayat Subroto Hardi, selaku Kepala Disperkimtan yang kala itu masih menjabat sebagai Sekretaris Disperkimtan, Jumat (14/07/2023) silam.

Widayat menambahkan bahwa jumlah tersebut dapat meningkat seiring bertambahnya bangunan yang rusak karena lanjut usia dalam setiap tahunnya.

Warga yang mendapatkan bantuan Rutilahu akan didahului dengan proses pendataan dan usulan perangkat kelurahan.

Setelah melalui proses verifikasi, bantuan bersifat stimulan ini kemudian disalurkan melalui skema transfer ke rekening Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) sebesar Rp 20 juta.

“Komposisi bantuan itu adalah Rp 17,5 juta untuk belanja material dan Rp 2,5 juta jasa tukang. Anggaran itu untuk Aladin (Atap, Lantai, dan Dinding). Karena sifatnya merangsang, jadi penerima bantuan dipersilakan jika ingin menambah sendiri seperti cat atau pasir,” pungkasnya.

Dengan berbagai upaya ini, diharapkan pembangunan rumah tidak layak huni di Kota Bekasi dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usai Kasus Penganiayaan di Bandung, Satpol PP Bekasi Perketat Pengawasan Kos dan Kontrakan
Truk Kontainer Hantam Portal Caringin Raya, Dishub Kota Bekasi Kecolongan!
Realisasi PAD Seret di 41%, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Ultimatum Bapenda Akselerasi Pendapatan
Misteri Dua Mayat Remaja di Mustikajaya Akhirnya Terungkap, Salah Satu Pelaku Masih di Bawah Umur
Pemadaman Listrik Dinilai Rugikan Pelaku Usaha, APINDO Kota Bekasi Desak Evaluasi PLN
Dalam Dua Tahun, Lebih dari 50 Ribu Warga DKI Jakarta Hijrah jadi Penduduk Kota Bekasi
Antusias Tinggi, 50 Ribu Calon Siswa Daftar SPMB Kota Bekasi 2026, 8 Ribu Berkas Pendaftar Mandek!
Sambut Tahun Baru Islam, Kajian MAGANK Bantargebang Serukan Aksi Hijrah Total
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:23 WIB

Usai Kasus Penganiayaan di Bandung, Satpol PP Bekasi Perketat Pengawasan Kos dan Kontrakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:37 WIB

Truk Kontainer Hantam Portal Caringin Raya, Dishub Kota Bekasi Kecolongan!

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:44 WIB

Realisasi PAD Seret di 41%, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Ultimatum Bapenda Akselerasi Pendapatan

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:12 WIB

Misteri Dua Mayat Remaja di Mustikajaya Akhirnya Terungkap, Salah Satu Pelaku Masih di Bawah Umur

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:47 WIB

Pemadaman Listrik Dinilai Rugikan Pelaku Usaha, APINDO Kota Bekasi Desak Evaluasi PLN

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x