Sambut Tahun Baru Islam, Kajian MAGANK Bantargebang Serukan Aksi Hijrah Total

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana kajian rutin Majelis Gerakan Anak Punk (MAGANK) yang dipandu oleh Babeh Fayadh di SPS At-Tarbiyah, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Ahad (21/06/2026).

Suasana kajian rutin Majelis Gerakan Anak Punk (MAGANK) yang dipandu oleh Babeh Fayadh di SPS At-Tarbiyah, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Ahad (21/06/2026).

Poin Utama:

  • ​Majelis Gerakan Anak Punk (MAGANK) menggelar kajian keagamaan rutin di SPS At-Tarbiyah, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi pada Ahad (21/06/2026).
  • ​Kajian bertema “Memahami Tahun Baru Hijriah” ini mengajak para pemuda untuk berhijrah secara nyata dengan meninggalkan lingkungan pergaulan yang buruk.
  • ​Mengupas Kitab Nashaihul Ibad, pendakwah menyoroti empat faktor utama penyebab perpecahan umat Islam di era modern.

Puluhan pemuda yang tergabung dalam Majelis Gerakan Anak Punk (MAGANK) kembali menggelar kajian keagamaan di SPS At-Tarbiyah, Pangkalan 2, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

Mengusung tema “Memahami Tahun Baru Hijriah”, acara yang berlangsung pada Ahad (21/06/2026) ini menjadi sorotan positif bagi masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kajian ini secara lugas mengupas esensi hijrah yang sesungguhnya, yakni tekad kuat untuk berpindah dari lembah keburukan menuju jalan kebaikan.

​Apa Pesan Utama Kajian MAGANK di Bantargebang Bekasi?

​Kajian MAGANK di Bantargebang ini menekankan krusialnya memperbaiki lingkaran pergaulan demi transformasi diri yang lebih progresif.

Mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim, perumpamaan teman yang saleh bagaikan pembawa minyak wangi yang menularkan keharuman, sementara teman yang buruk ibarat peniup api pandai besi yang berpotensi membakar pakaian atau menularkan bau tidak sedap.

​”Perbaiki circle alias pertemanan yang berawal dari keburukan agar bisa membawa kebaikan. Hijrah itu artinya berpindah dari yang buruk kepada kebaikan,” kata Babeh Fayadh kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Ahad (21/06/2026).

​Mengapa Umat Islam Sering Gagal Bersatu?

​Dalam pemaparannya, Babeh Fayadh (Kang Faisal) juga mengupas tuntas kemunduran moral yang membuat umat Islam mudah terpecah belah.

Merujuk pada Kitab Nashaihul Ibad mahakarya Syaikh Nawawi al-Bantani, terdapat empat faktor destruktif penyebab perpecahan umat, yakni:

  • ​Merasa cepat puas dan cukup dengan keadaan atau capaian ibadahnya saat ini.
  • ​Sengaja melakukan perbuatan dosa dengan berlindung pada keyakinan bahwa Allah Maha Pengampun.
  • ​Giat menuntut ilmu agama namun enggan mengamalkannya dalam realitas kehidupan sosial.
  • ​Gemar meremehkan larangan dan batasan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

​Bagaimana Cara Menjaga Istiqomah Menurut Syariat?

​Guna menjaga konsistensi (istiqomah) dalam berhijrah, para peserta kajian ditantang untuk berani berkorban demi perjuangan Islam dan memprioritaskan penuntutan ilmu.

Babeh Fayadh mengutip syair Imam Asy-Syafi’i yang mengingatkan bahwa ilmu adalah cahaya mutlak, dan cahaya Allah tidak akan pernah menyinari hati individu yang gemar bermaksiat.

​Sebagai langkah konkret, terdapat empat amalan sederhana anjuran Rasulullah SAW yang wajib dihidupkan untuk menjaga harmoni sosial, yaitu:

  • ​Menebarkan salam (Afshus Salam) di tengah masyarakat.
  • ​Menyambung tali silaturahmi dan menumbuhkan kasih sayang.
  • ​Saling peduli dan memberi kepada sesama yang membutuhkan.
  • ​Mendirikan salat malam ketika mayoritas manusia tengah tertidur pulas.

Langkah pembinaan yang digagas secara mandiri oleh komunitas anak punk di Kota Bekasi ini membuktikan bahwa semangat belajar agama dapat tumbuh subur di kalangan mana pun, asalkan diiringi kemauan yang keras.

Hidup pada hakikatnya hanya menawarkan dua pilihan: terus istiqomah memperbaiki diri atau istirahat selamanya dalam penyesalan.

​Bagaimana pendapat Anda tentang inisiatif positif dari komunitas MAGANK di Bantargebang ini? Mari dukung terus gerakan kebaikan dan bagikan artikel ini ke media sosial Anda.

Jangan lupa baca terus informasi terbaru, faktual, dan kritis seputar layanan publik serta program Pemkot Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang is Coming! Debit Kali Bekasi Menyusut Drastis
Bau Limbah Metamorfosa Sumurbatu Lenyap, DLH Kini Bidik Kelengkapan Izin
Halangi Jarak Pandang Pengendara, Pemkot Bekasi Segera Tata Ulang Pagar GGC
Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Rp278 Miliar KSO PD Migas Kota Bekasi dan Foster Oil
Siap-Siap! Kejari Bidik Tersangka Baru Pungli MCK Pasar Bantargebang
Tinggal Finishing, DBMSDA Kota Bekasi Optimis Proyek Jembatan Kemang Pratama Segera Rampung
Jika Tak Berani Usut Tuntas Mafia SPMB 2026, GMNI Desak Wali Kota Bekasi Pakai Rok Saja
Skandal SPMB Kota Bekasi 2026, GMNI: Batalkan Siswa Jalur Siluman dan Titipan Anggota DPRD
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:08 WIB

Kemarau Panjang is Coming! Debit Kali Bekasi Menyusut Drastis

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:32 WIB

Bau Limbah Metamorfosa Sumurbatu Lenyap, DLH Kini Bidik Kelengkapan Izin

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:38 WIB

Halangi Jarak Pandang Pengendara, Pemkot Bekasi Segera Tata Ulang Pagar GGC

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:46 WIB

Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Rp278 Miliar KSO PD Migas Kota Bekasi dan Foster Oil

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:18 WIB

Siap-Siap! Kejari Bidik Tersangka Baru Pungli MCK Pasar Bantargebang

Berita Terbaru

ARSITEK BANGSA: Suasana lalu lintas dan pepohonan rindang di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, yang mengelilingi Jalan Prof. M. Yamin. Nama jalan bergengsi ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Prof. Mr. Mohammad Yamin, tokoh intelektual serbabisa yang merumuskan ikrar Sumpah Pemuda 1928, pencetus dasar awal Pancasila, sekaligus pelopor sistem hukum uji materi di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Prof M Yamin: Sang Arsitek Sumpah Pemuda

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:24 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x