Poin Utama:
- Majelis Gerakan Anak Punk (MAGANK) menggelar kajian keagamaan rutin di SPS At-Tarbiyah, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi pada Ahad (21/06/2026).
- Kajian bertema “Memahami Tahun Baru Hijriah” ini mengajak para pemuda untuk berhijrah secara nyata dengan meninggalkan lingkungan pergaulan yang buruk.
- Mengupas Kitab Nashaihul Ibad, pendakwah menyoroti empat faktor utama penyebab perpecahan umat Islam di era modern.
Puluhan pemuda yang tergabung dalam Majelis Gerakan Anak Punk (MAGANK) kembali menggelar kajian keagamaan di SPS At-Tarbiyah, Pangkalan 2, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
Mengusung tema “Memahami Tahun Baru Hijriah”, acara yang berlangsung pada Ahad (21/06/2026) ini menjadi sorotan positif bagi masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kajian ini secara lugas mengupas esensi hijrah yang sesungguhnya, yakni tekad kuat untuk berpindah dari lembah keburukan menuju jalan kebaikan.
Apa Pesan Utama Kajian MAGANK di Bantargebang Bekasi?
Kajian MAGANK di Bantargebang ini menekankan krusialnya memperbaiki lingkaran pergaulan demi transformasi diri yang lebih progresif.
Mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim, perumpamaan teman yang saleh bagaikan pembawa minyak wangi yang menularkan keharuman, sementara teman yang buruk ibarat peniup api pandai besi yang berpotensi membakar pakaian atau menularkan bau tidak sedap.
”Perbaiki circle alias pertemanan yang berawal dari keburukan agar bisa membawa kebaikan. Hijrah itu artinya berpindah dari yang buruk kepada kebaikan,” kata Babeh Fayadh kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Ahad (21/06/2026).
Mengapa Umat Islam Sering Gagal Bersatu?
Dalam pemaparannya, Babeh Fayadh (Kang Faisal) juga mengupas tuntas kemunduran moral yang membuat umat Islam mudah terpecah belah.
Merujuk pada Kitab Nashaihul Ibad mahakarya Syaikh Nawawi al-Bantani, terdapat empat faktor destruktif penyebab perpecahan umat, yakni:
- Merasa cepat puas dan cukup dengan keadaan atau capaian ibadahnya saat ini.
- Sengaja melakukan perbuatan dosa dengan berlindung pada keyakinan bahwa Allah Maha Pengampun.
- Giat menuntut ilmu agama namun enggan mengamalkannya dalam realitas kehidupan sosial.
- Gemar meremehkan larangan dan batasan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.
Bagaimana Cara Menjaga Istiqomah Menurut Syariat?
Guna menjaga konsistensi (istiqomah) dalam berhijrah, para peserta kajian ditantang untuk berani berkorban demi perjuangan Islam dan memprioritaskan penuntutan ilmu.
Babeh Fayadh mengutip syair Imam Asy-Syafi’i yang mengingatkan bahwa ilmu adalah cahaya mutlak, dan cahaya Allah tidak akan pernah menyinari hati individu yang gemar bermaksiat.
Sebagai langkah konkret, terdapat empat amalan sederhana anjuran Rasulullah SAW yang wajib dihidupkan untuk menjaga harmoni sosial, yaitu:
- Menebarkan salam (Afshus Salam) di tengah masyarakat.
- Menyambung tali silaturahmi dan menumbuhkan kasih sayang.
- Saling peduli dan memberi kepada sesama yang membutuhkan.
- Mendirikan salat malam ketika mayoritas manusia tengah tertidur pulas.
Langkah pembinaan yang digagas secara mandiri oleh komunitas anak punk di Kota Bekasi ini membuktikan bahwa semangat belajar agama dapat tumbuh subur di kalangan mana pun, asalkan diiringi kemauan yang keras.
Hidup pada hakikatnya hanya menawarkan dua pilihan: terus istiqomah memperbaiki diri atau istirahat selamanya dalam penyesalan.
Bagaimana pendapat Anda tentang inisiatif positif dari komunitas MAGANK di Bantargebang ini? Mari dukung terus gerakan kebaikan dan bagikan artikel ini ke media sosial Anda.
Jangan lupa baca terus informasi terbaru, faktual, dan kritis seputar layanan publik serta program Pemkot Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







