DMI Kota Bekasi Dukung Kebijakan Gubernur Jabar tentang Penertiban Sumbangan Masjid di Pinggir Jalan

- Jurnalis

Selasa, 15 April 2025 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas pengumpul sumbangan masjid di perempatan Lampu Merah RS Bella, Bekasi Timur.

Petugas pengumpul sumbangan masjid di perempatan Lampu Merah RS Bella, Bekasi Timur.

Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bekasi secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menetapkan larangan praktik meminta sumbangan masjid di pinggir jalan melalui penerbitan Surat Edaran (SE).

Larangan ini berlaku di seluruh kawasan Jawa Barat dan bertujuan untuk mengatasi potensi gangguan lalu lintas serta mencegah dampak negatif lainnya.

Kebijakan ini disambut positif oleh berbagai pihak, termasuk DMI Kota Bekasi, yang menilai bahwa upaya tersebut dapat mengurangi kemacetan, mencegah kecelakaan, serta meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat .

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya rasa kebijakan yang diterapkan oleh Pak Gubernur itu sangat baik. Kenapa? Karena di daerah, terutama di jalan-jalan utama, sering kali ada kemacetan yang disebabkan oleh praktik meminta sumbangan masjid. Ini juga bisa membahayakan pengendara,” ujar Ketua DMI Kota Bekasi, Djaja Jaelani, kepada awak media, Selasa (15/04/2025).

Djaja Jaelani menambahkan bahwa selain aspek lalu lintas, penertiban ini juga dapat membantu mencegah praktik pungutan liar (pungli) serta menjaga citra umat Muslim agar tetap positif di mata masyarakat.

Ia menegaskan pentingnya mencari alternatif metode penggalangan dana yang lebih tertib dan terstruktur.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap mendukung pembangunan masjid di wilayah masing-masing, tetapi dengan metode yang lebih baik. Sehingga, proses pembangunan tetap berjalan tanpa harus mengganggu ketertiban umum atau menimbulkan kesalahpahaman terkait transparansi dana,” jelasnya.

Selain memberikan dukungan terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat, DMI Kota Bekasi juga mengimbau seluruh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kota Bekasi serta para jamaah untuk tetap melanjutkan pembangunan masjid dengan mengikuti regulasi yang ada.

“Kami akan menyampaikan hal ini kepada DKM-DKM di Kota Bekasi, sekaligus mempertegas apa yang telah disampaikan oleh Pak Gubernur. Harapannya, langkah ini dapat meningkatkan keamanan serta memastikan pelaksanaan pembangunan masjid berjalan sesuai aturan,” tambah Djaja.

Menurutnya, penting bagi setiap DKM untuk menyesuaikan metode penggalangan dana, agar tetap dapat mengumpulkan sumbangan tanpa harus menggunakan cara yang berisiko bagi ketertiban umum.

“Kita juga mendorong Pemerintah Daerah untuk turut berkontribusi dengan mengalokasikan anggaran bagi pembangunan masjid di berbagai wilayah. Selain itu, metode penggalangan dana yang dilakukan harus segera disesuaikan dengan mekanisme yang lebih modern dan transparan,” tuturnya.

DMI Kota Bekasi juga menyerukan agar Pemerintah Kota Bekasi lebih aktif dalam memberikan dukungan terhadap pembangunan masjid di wilayahnya.

Ia berharap agar pemerintah dapat menyisihkan anggaran untuk membantu fasilitas keagamaan dan memastikan keberlanjutan pembangunan tanpa bergantung pada penggalangan dana yang kurang terstruktur.

“Masjid adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat, sehingga pemerintah harus turut serta dalam memastikan bahwa pembangunan fasilitas keagamaan tetap berjalan dengan baik. Kami berharap ada skema pendanaan yang lebih sistematis dari pemerintah daerah agar pembangunan masjid tetap terakomodasi dengan baik,” tutup Djaja.

Dengan adanya kebijakan penertiban praktik meminta sumbangan di jalan raya, DMI Kota Bekasi berharap agar masyarakat dapat memahami pentingnya ketertiban dan keselamatan dalam penggalangan dana.

Selain itu, diharapkan langkah ini mampu menghindari kesalahpahaman terkait pengelolaan dana, serta menjaga marwah dan citra umat Muslim sebagai komunitas yang tertib dan taat hukum.

Pemerintah daerah diharapkan turut mengambil peran dalam menyediakan solusi alternatif, seperti platform digital, kotak amal di masjid, atau kerjasama dengan lembaga zakat, agar sistem sumbangan tetap berjalan tanpa harus mengganggu lalu lintas dan aktivitas masyarakat.

Visited 216 times, 1 visit(s) today


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semester I Belum Usai, Realisasi PAD Kota Bekasi Hampir Tembus 40 Persen dari Target
Peluang Emas! PBPI Kota Bekasi Buka Sertifikasi Wasit Padel
Akses PSEL Bantargebang Dikebut, Pemkot Bekasi Siapkan Rp24 Miliar
Bansos Tunai Rp5,4 Juta: Pemkot Bekasi Siap, Tunggu Aturan!
Piala Dunia 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jagokan Portugal demi CR7
Kontrak BOT Betos Habis: Pemkot Bekasi Didesak Ambil Alih Aset!
Praktik Suap Pendidikan Bekasi Dikuliti Habis Majelis SEPAGETI
Proyek Pirolisis Bantargebang, Gunungan Sampah Bakal Disulap Jadi BBM
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:11 WIB

Semester I Belum Usai, Realisasi PAD Kota Bekasi Hampir Tembus 40 Persen dari Target

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:56 WIB

Peluang Emas! PBPI Kota Bekasi Buka Sertifikasi Wasit Padel

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WIB

Akses PSEL Bantargebang Dikebut, Pemkot Bekasi Siapkan Rp24 Miliar

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:35 WIB

Piala Dunia 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jagokan Portugal demi CR7

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:36 WIB

Kontrak BOT Betos Habis: Pemkot Bekasi Didesak Ambil Alih Aset!

Berita Terbaru

Ilustrasi Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya (tengah), saat memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta, belum lama ini. Sony kini resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dan berani mengungkap 26 nama elite politik yang diduga terlibat.

Nasional

Siapa Berani Bantah “Nyanyian MBG” Sony Sanjaya?

Jumat, 12 Jun 2026 - 20:25 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x