Operasi Patuh Jaya 2025 di Bekasi: Tak Pakai Helm dan Lawan Arus Mendominasi Pelanggaran

- Jurnalis

Jumat, 18 Juli 2025 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang petugas nampak memberhentikan seorang pengendara yang tak mengenakan helm dalam Operasi Patuh Jaya 2025.

Seorang petugas nampak memberhentikan seorang pengendara yang tak mengenakan helm dalam Operasi Patuh Jaya 2025.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Bekasi Kota mencatat sejumlah pelanggaran yang masih marak terjadi selama pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2025.

Operasi yang digelar sejak 14 Juli hingga 27 Juli mendatang ini menemukan bahwa tidak menggunakan helm dan sabuk pengaman, serta melawan arus menjadi tiga pelanggaran paling dominan.

Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Devi Mardiyono, mengungkapkan bahwa temuan ini menyoroti perlunya peningkatan disiplin berlalu lintas di kalangan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rincian Pelanggaran dan Lokasi Rawan

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Jumat (18/7/2025), Jalan Ahmad Yani menjadi salah satu titik dengan temuan pelanggaran tertinggi selama operasi berlangsung.

“Untuk jenis pelanggaran masih didominasi oleh kendaraan roda dua. Kami mencatat 25 pelanggaran tidak menggunakan helm dan 10 pelanggaran melawan arus,” ujar AKP Devi Mardiyono dalam keterangannya.

Sementara untuk kendaraan roda empat, pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman menjadi yang paling sering ditemukan. “Ada 7 pelanggaran tidak memakai sabuk pengaman yang mayoritas dilakukan oleh pengendara kendaraan perusahaan,” jelasnya.

Pendekatan Humanis dan Edukatif

AKP Devi menegaskan bahwa Operasi Patuh Jaya 2025 lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Tujuannya adalah untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih tertib di jalan raya, sehingga dapat menekan angka kecelakaan.

Petugas di lapangan akan berpatroli secara mobile dan memprioritaskan patroli persuasif. “Jika ditemukan pelanggaran, kami akan memberikan tindakan berupa teguran. Ini adalah upaya kami untuk mendidik, bukan sekadar menghukum,” katanya.

Operasi ini berlangsung setiap hari selama periode yang ditentukan, dengan jam operasional mulai pukul 08.00 hingga 24.00 WIB di beberapa titik strategis, seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Sersan Aswan, dan Jalan Ir. H. Juanda.

Sosialisasi Keselamatan hingga ke Sekolah

Dalam rangka mengoptimalkan tujuan operasi dan meminimalisasi tingkat kecelakaan, Satlantas Polres Metro Bekasi Kota juga aktif melakukan sosialisasi. Salah satu sasaran utamanya adalah lingkungan pendidikan.

“Kami juga melakukan sosialisasi keselamatan berlalu lintas di sekolah-sekolah. Upaya ini penting agar para siswa yang membawa kendaraan bermotor dapat memahami dan mematuhi seluruh peraturan lalu lintas sejak dini,” terang Devi.

Fokus pada 14 Jenis Pelanggaran Prioritas

Secara keseluruhan, Operasi Patuh Jaya 2025 menyasar 14 jenis pelanggaran yang dianggap berpotensi tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Berikut adalah rinciannya:

  • Melawan arus lalu lintas.
  • Berkendara di bawah pengaruh alkohol atau narkoba.
  • Menggunakan ponsel saat mengemudi.
  • Tidak menggunakan helm berstandar SNI.
  • Tidak menggunakan sabuk pengaman (untuk roda empat).
  • Berkendara melebihi batas kecepatan.
  • Pengendara di bawah umur atau tidak memiliki SIM.
  • Melanggar marka atau rambu jalan.
  • Kendaraan tidak layak jalan (knalpot brong, ban tidak standar).
  • Kendaraan tidak dilengkapi spion, STNK, atau kelengkapan standar lainnya.
  • Menggunakan knalpot tidak sesuai standar (bising).
  • Surat-surat kendaraan tidak lengkap.
  • Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tidak sesuai ketentuan.
  • Penggunaan rotator atau sirene yang tidak sesuai peruntukannya.

Polres Metro Bekasi Kota mengimbau seluruh pengendara untuk selalu mematuhi peraturan dan mengutamakan keselamatan sebagai kebutuhan nomor satu. Ikuti informasi lalu lintas terkini di rakyatbekasi.com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Kunjung Naik Status, Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu Pemkot Bekasi Tunggu Pemerintah Pusat
Sinergitas ​Pemkot Bekasi, Perumda Tirta Patriot, dan WTJJ: Perkuat Ketahanan Air Bersih di Musim Kemarau
Antisipasi Krisis Air, Wali Kota Bekasi Siagakan 11 Armada Water Trucking
Sempat Viral, Pagar Besi Pakuwon Mall Bekasi Kini Dibongkar
Pemkot Bekasi Izinkan Mall Berpagar Besi, Ini Syarat Ketat Wali Kota
APBD Kota Bekasi 2027 Terancam Defisit Rp207 Miliar, OPD Diminta Pangkas Anggaran
Kado Spesial Kemerdekaan HUT RI ke-81, Bapenda Kota Bekasi Hapus Denda Pajak 100%
Wali Kota Bekasi Bakal Tertibkan 80 Bangli Biang Banjir Limbah di Medansatria
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Tak Kunjung Naik Status, Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu Pemkot Bekasi Tunggu Pemerintah Pusat

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Sinergitas ​Pemkot Bekasi, Perumda Tirta Patriot, dan WTJJ: Perkuat Ketahanan Air Bersih di Musim Kemarau

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Antisipasi Krisis Air, Wali Kota Bekasi Siagakan 11 Armada Water Trucking

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Sempat Viral, Pagar Besi Pakuwon Mall Bekasi Kini Dibongkar

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:52 WIB

Pemkot Bekasi Izinkan Mall Berpagar Besi, Ini Syarat Ketat Wali Kota

Berita Terbaru

Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi Latu Har Hary.

Parlementaria

Komisi 2 Desak Wali Kota Bekasi Evaluasi Kadishub

Senin, 3 Agu 2026 - 13:08 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x