DPRD Ancam ‘Sikat’ Hotel dan Apartemen Penunggak Pajak di Bekasi: Tak Pandang Bulu, Bekingan Pun Akan Ditabrak!

- Jurnalis

Jumat, 25 Juli 2025 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama jajaran Komisi 3 DPRD Kota Bekasi mengambil tindakan tegas terhadap Hotel Amaroossa Grande Bekasi, Kamis (24/07/2025).

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama jajaran Komisi 3 DPRD Kota Bekasi mengambil tindakan tegas terhadap Hotel Amaroossa Grande Bekasi, Kamis (24/07/2025).

Genderang perang terhadap para penunggak pajak di sektor perhotelan dan properti resmi ditabuh. Komisi 3 DPRD Kota Bekasi, bekerja sama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), bersiap melakukan penyisiran masif terhadap hotel dan apartemen yang tidak patuh pada kewajiban membayar pajak daerah.

Langkah tegas ini diambil sebagai upaya serius untuk mengamankan dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi. Peringatan keras ini menyusul inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi 3 dan Bapenda ke Hotel Grand Amaroossa Bekasi pada Kamis (24/07/2025). Hotel berbintang tersebut dilaporkan memiliki tunggakan wajib pajak (WP) yang fantastis, mencapai sekitar Rp 900 Juta.

Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, memastikan bahwa operasi ini tidak akan berhenti pada satu titik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua hotel, restoran, ataupun apartemen yang ada di Kota Bekasi, dalam waktu dekat akan kita datangi semua. Termasuk juga Apartemen Kemang View, datanya sudah kita minta dan kumpulkan. Dalam waktu dekat kita akan melakukan kunjungan ke sana,” ucap Arif Rahman Hakim melalui keterangannya, Jumat (25/07/2025).

Menambal Kebocoran PAD dan Menegakkan Perda

Arif menegaskan, tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk menutup celah kebocoran PAD dan menegakkan Peraturan Daerah (Perda) tentang pajak dan retribusi daerah. Ia menyebut bahwa Komisi 3 memiliki kewajiban untuk mengawasi dan memastikan optimalisasi pendapatan daerah.

“Ini upaya kita untuk bekerja sama dengan Bapenda, untuk menegakkan Perda. Bagaimana potensi-potensi kebocoran pendapatan PAD ini bisa berkurang,” jelasnya.

Menurutnya, komunikasi persuasif sudah diupayakan. Namun, jika tidak diindahkan, tindakan tegas akan menjadi pilihan utama.

“Kita coba memberikan satu peringatan terhadap Bapenda untuk kemudian membangun komunikasi yang baik terhadap para pelaku usaha Wajib Pajak, agar tunggakan pajaknya terhadap pemerintah daerah bisa lebih dioptimalisasikan,” katanya.

Sanksi Bertahap: Dari Stiker Peringatan Hingga Spanduk

Pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan mekanisme sanksi yang akan diterapkan secara bertahap bagi para pelaku usaha yang membandel. Arif memaparkan alur penindakan yang akan dilakukan.

“Kalau mereka sudah diberikan peringatan pertama dan kedua namun tidak ada itikad baik untuk melakukan pembayaran, maka kewajiban kita adalah melakukan tindakan pemasangan stiker (penunggak pajak),” tegasnya.

Jika sanksi stiker pun masih diabaikan, DPRD dan Bapenda tidak akan segan untuk mengambil langkah yang lebih mempermalukan.

“Kalau itu pun masih diindahkan, kita akan pasang spanduk besar di depan pintu masuk (hotel atau apartemen),” imbuh Arif.

Peringatan Keras: Tak Ada Ruang bagi ‘Bekingan’

Pesan paling keras dari Komisi 3 ditujukan kepada para pengusaha yang mungkin merasa aman karena memiliki pelindung atau “bekingan” dari oknum aparat maupun pejabat. Arif Rahman Hakim dengan lantang menyatakan bahwa pihaknya tidak akan gentar menghadapi siapa pun.

“Satu hal yang harus teman-teman media catat, apakah ada bekingan-bekingan di belakang mereka yang tidak patuh pajak? Komisi 3 tidak akan melihat bekingan itu. Siapapun kita tabrak! Kalaupun ada raksasa di belakangnya, kita sikat juga!” pungkasnya dengan nada tegas.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa DPRD Kota Bekasi tidak akan main-main dalam menertibkan para Wajib Pajak nakal demi kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bongkar Kesemrawutan Menahun, Tri Adhianto Tata Ulang Pasar Baru dan Pondokgede
Waspada! PENA’98 Tegaskan Tak Terkait dengan Media Online PENA 98
Dana RW 100 Juta Seret! Wali Kota Bekasi Sentil Pengurus
Alfamidi Cabang Bekasi Kembali Gelar Donor Darah Bersama PMI Kabupaten Bekasi
Darurat Stunting! Alfamidi Guyur 18 Ribu Telur di Cikarang
Pemkot Bekasi Matangkan Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di Plaza Patriot Candrabhaga
Awas! 398 Kasus HIV Baru di Bekasi, Dinkes Ungkap Faktanya
Awas Pemadaman PLN! Fasyankes Kota Bekasi Siagakan Genset
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 20:21 WIB

Bongkar Kesemrawutan Menahun, Tri Adhianto Tata Ulang Pasar Baru dan Pondokgede

Senin, 22 Juni 2026 - 18:31 WIB

Waspada! PENA’98 Tegaskan Tak Terkait dengan Media Online PENA 98

Senin, 22 Juni 2026 - 14:00 WIB

Dana RW 100 Juta Seret! Wali Kota Bekasi Sentil Pengurus

Senin, 22 Juni 2026 - 12:16 WIB

Darurat Stunting! Alfamidi Guyur 18 Ribu Telur di Cikarang

Senin, 22 Juni 2026 - 11:23 WIB

Pemkot Bekasi Matangkan Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di Plaza Patriot Candrabhaga

Berita Terbaru

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Parlementaria

Tagih Janji Presiden, Flyover Bulak Kapal Baru Dibangun 2027

Senin, 22 Jun 2026 - 16:08 WIB

Infografis. (Nano Banana Pro2)

Parlementaria

Banpres Flyover Bulak Kapal Buram, DPRD Tagih Janji Presiden

Senin, 22 Jun 2026 - 15:50 WIB

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Bekasi

Dana RW 100 Juta Seret! Wali Kota Bekasi Sentil Pengurus

Senin, 22 Jun 2026 - 14:00 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x