Sidak ke Koperasi Merah Putih di Bekasi, Bulog Pastikan Harga Beras SPHP Rp 12.500/Kg Tersedia

- Jurnalis

Minggu, 27 Juli 2025 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melakukan sidak monitoring pengecekan ketersediaan Beras SPHP di Koperasi Merah Putih di Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Minggu (27/07/2025).

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melakukan sidak monitoring pengecekan ketersediaan Beras SPHP di Koperasi Merah Putih di Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Minggu (27/07/2025).

Perusahaan Umum (Perum) Bulog melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok di Koperasi Merah Putih, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Langkah ini diambil untuk memastikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), khususnya untuk beras, berjalan efektif di tingkat masyarakat.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, yang memimpin langsung sidak pada Minggu (27/07/2025), menyatakan kegiatan ini bertujuan untuk memverifikasi ketersediaan produk Bulog di lapangan.

Stok Aman dan Harga Jauh di Bawah Pasar

Dalam inspeksinya, Ahmad Rizal Ramdhani menemukan bahwa stok bahan pokok yang didistribusikan melalui Bulog dalam kondisi aman dan lengkap.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin memastikan barang-barang Bulog, baik beras, minyak goreng, maupun gula, betul-betul tersedia di Koperasi Merah Putih. Alhamdulillah, tadi saya cek, ternyata lengkap dan kondisinya juga baik,” ucap Rizal saat ditemui di lokasi.

Ia menyoroti perbedaan harga yang signifikan sebagai bukti keberhasilan program. Beras SPHP dijual dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

“Kami diperintahkan memberikan harga yang sangat rendah. Di Koperasi Merah Putih, masyarakat cukup membeli dengan harga Rp 12.500 per kilogram. Ini luar biasa, karena di pasaran beras dengan kualitas serupa harganya rata-rata di atas Rp 15.000 hingga Rp 16.000 per kilogram,” jelasnya.

Mekanisme Pembelian untuk Penerima Bantuan

Untuk memastikan program tepat sasaran, terdapat mekanisme khusus bagi masyarakat yang ingin membeli beras SPHP di Koperasi Merah Putih. Pembelian ini ditujukan bagi warga yang terdaftar sebagai penerima bantuan pangan.

“Persyaratannya adalah membawa undangan penerima bantuan pangan yang dikeluarkan oleh Dinas Sosial kota atau kabupaten setempat,” terang Rizal.

Selain undangan, warga juga harus menunjukkan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli saat melakukan pembelian.

“Pembelian bisa diwakilkan oleh anggota keluarga yang ada di dalam KK. Setiap penerima bantuan dapat membeli maksimal dua karung beras,” imbuhnya.

Memotong Rantai Distribusi untuk Tekan Harga

Kehadiran Koperasi Merah Putih sebagai mitra Bulog merupakan strategi untuk memotong rantai distribusi yang panjang. Dengan demikian, harga di tingkat konsumen dapat ditekan dan tetap stabil.

“Dengan Koperasi Merah Putih, rantai penjualan dari pabrik ke distributor, lalu ke agen, itu dipotong. Dari pabrik Bulog, barang langsung ke koperasi, sehingga harganya tidak akan berubah jauh. Ini sangat meringankan ibu-ibu,” pungkasnya.

Langkah ini merupakan komitmen Bulog sebagai Badan Urusan Logistik untuk menjalankan amanat pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan dan keterjangkauan harga bagi seluruh lapisan masyarakat.

Masyarakat di sekitar Jatimakmur dapat mengunjungi Koperasi Merah Putih untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penataan Pasar Baru Bekasi Terus Berlanjut, Relokasi Pedagang Jalan Mohamad Yamin Masih jadi PR
Proyek GOR Basket Kota Bekasi Capai 60%, Fasilitas AC Terpaksa Sewa?
Eks Direktur Usaha Perumda Tirta Bhagasasi Resmi Pakai Rompi Pink
Kejanggalan Pengadaan PC Bapenda Kota Bekasi: Harga Selangit dari Vendor Katering
Aksi Zenza TekSas Pecahkan Rekor 2.026 Soal di CFD Bekasi
DBMSDA Rapikan Trotoar Caman, Targetkan Kawasan Pedestrian Lebih Aman dan Nyaman
Pemkot Bekasi Kebut Proyek Ducting, Targetkan Bebas Kabel Semrawut 2027
Kejar Target Pajak Kendaraan, Bapenda Jabar Terjunkan Penelusur di 12 Kecamatan Kota Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Penataan Pasar Baru Bekasi Terus Berlanjut, Relokasi Pedagang Jalan Mohamad Yamin Masih jadi PR

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:13 WIB

Proyek GOR Basket Kota Bekasi Capai 60%, Fasilitas AC Terpaksa Sewa?

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:54 WIB

Eks Direktur Usaha Perumda Tirta Bhagasasi Resmi Pakai Rompi Pink

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Kejanggalan Pengadaan PC Bapenda Kota Bekasi: Harga Selangit dari Vendor Katering

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:25 WIB

DBMSDA Rapikan Trotoar Caman, Targetkan Kawasan Pedestrian Lebih Aman dan Nyaman

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x