Guru Ditugaskan Awasi Makan Bergizi Gratis, PGRI Dilema antara Insentif dan Beban Kerja Tambahan

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinkes Kota Bekasi menggandeng para guru untuk terlibat aktif dalam pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dinkes Kota Bekasi menggandeng para guru untuk terlibat aktif dalam pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BEKASI – Wacana pelibatan guru sebagai pengawas dan penanggung jawab program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah Kota Bekasi kini menjadi sorotan utama.

Menanggapi kebijakan ini, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bekasi menyatakan akan melakukan kajian mendalam untuk menimbang kelebihan dan tantangan yang akan dihadapi para tenaga pendidik.

Kebijakan ini digulirkan sebagai langkah preventif menyusul maraknya kasus dugaan keracunan makanan dalam program serupa di daerah lain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para guru yang ditugaskan nantinya akan mendapatkan insentif tambahan, namun di sisi lain juga dihadapkan pada potensi penambahan beban kerja yang signifikan.

PGRI Lakukan Kajian Mendalam

Ketua PGRI Kota Bekasi, Supyanto, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam menyikapi kebijakan ini.

Sebuah kajian komprehensif diperlukan untuk memahami seluruh implikasinya sebelum memberikan respon resmi.

​”Kami akan mempelajari lebih dulu terkait dengan kebijakan tersebut,” ujar Supyanto saat dikonfirmasi pada Kamis (02/10/2025). “Lantaran [ini] kebijakan lebih lanjut, [kami perlu] memberikan respon yang tepat setelah memahami detail dan implikasinya terhadap guru dan sekolah.”

​PGRI memandang kebijakan ini seperti dua sisi mata uang yang perlu dianalisis secara cermat.

Kelebihan: Motivasi dan Peningkatan Kualitas

​Di satu sisi, PGRI melihat adanya potensi positif dari kebijakan ini. Beberapa kelebihan yang diidentifikasi antara lain:

  • Peningkatan Motivasi: Adanya insentif dianggap dapat menjadi pendorong semangat bagi guru dalam menjalankan tugas pengawasan tambahan.
  • Pengawasan Kualitas: Keterlibatan langsung guru dapat membantu memastikan keamanan dan kualitas gizi makanan yang diterima siswa setiap hari.
  • Peran Aktif Guru: Memberikan kesempatan bagi guru untuk berperan aktif dalam menjamin siswa mendapatkan asupan yang aman dan bergizi.

Tantangan: Potensi Beban Kerja Berlebih

​Namun, di sisi lain, PGRI menyoroti tantangan serius yang tidak bisa diabaikan, terutama terkait beban kerja guru.

​”Guru mungkin merasa terbebani dengan tugas tambahan ini, terutama jika mereka sudah memiliki beban kerja yang tinggi,” imbuh Supyanto.

​Selain itu, efektivitas pengawasan juga menjadi pertanyaan. Guru perlu dibekali dengan pengetahuan dan sumber daya yang memadai agar dapat melakukan tugas pemantauan makanan secara efektif. Tanpa pelatihan yang cukup, tujuan utama untuk menjamin keamanan pangan bisa jadi tidak tercapai.

Dukungan dari Dinas Pendidikan

Berbeda dengan PGRI yang masih dalam tahap kajian, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi menyambut baik dan mendukung penuh kebijakan ini.

Sekretaris Disdik Kota Bekasi, Warsim Suryana, menegaskan bahwa peran aktif Disdik dan sekolah dalam mengawal program MBG adalah sebuah kewajiban.

“Hasil rapat dengan Kemendagri pada Senin (29/09) lalu menegaskan bahwa peran Disdik itu hukumnya wajib dalam pengawalan program MBG,” ucap Warsim. “Walau kita hanya sebatas menerima manfaat, tapi Pemerintah wajib hadir untuk melakukan pengawasan dan pengawalan agar tidak terjadi kasus seperti di daerah lain.”

Pengawasan sebagai Langkah Preventif

​Warsim menjelaskan bahwa kebijakan ini adalah langkah preventif yang sangat penting. Selama ini, pemantauan awal sudah dilakukan melalui Unit Kesehatan Siswa (UKS) dan tim piket yang melibatkan guru serta siswa. Namun, dengan adanya penugasan resmi, pengawasan menjadi lebih terstruktur.

​”Ini dianggap hal positif, termasuk juga untuk antisipasi, langkah preventif terkait dengan hal-hal yang dikhawatirkan, dan peran UKS sangat penting,” katanya.

​Menurutnya, insentif yang diberikan akan menjadi pendorong semangat yang signifikan bagi para guru.

​”Tentunya dengan adanya insentif, guru-guru yang membantu akan lebih termotivasi, lebih semangat lagi. Saya yakin motivasi dan semangatnya lebih meningkat lagi,” pungkasnya.

Dasar Hukum dan Rincian Insentif

​Kebijakan penugasan guru ini didasari oleh Surat Edaran (SE) Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pemberian Insentif bagi Guru Penanggung Jawab Program MBG di Sekolah Penerima Manfaat.

​Dalam surat edaran tersebut, ditetapkan bahwa guru yang bertugas akan menerima insentif sebesar Rp100.000 yang akan dicairkan setiap 10 hari sekali sebagai kompensasi atas tugas tambahan yang mereka emban.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Tri Adhianto, Ses Jampidsus dan Kajari Kompak Hadiri Laga Perdana Adhyaksa Bekasi FC
Siaga Penuh! Polda Metro Jaya Sikat Praktik Perjudian di Pilkades Kabupaten Bekasi 2026, 154 Desa Masuk Radar
Babak Baru Suap Summarecon! Penggeledahan KPK di Bekasi Sita 4 Koper Bukti dari Rumah Dirjen ATR/BPN
Skandal Rp2 Triliun Korupsi PT Migas Kota Bekasi, Kejagung Didesak Ringkus Aktor Intelektual!
Negara Rugi Rp2 Triliun, Kejagung Terus Geledah Titik Baru Kasus Korupsi KSO PT Migas Kota Bekasi
Wali Kota Tri Adhianto Pastikan Pemkot Bekasi Kooperatif dan Layanan Publik Normal
Digeledah Kejagung Usut Korupsi KSO PT Migas, Pemkot Bekasi Jamin Pelayanan Publik Tak Terganggu
Digeledah Kejagung RI Terkait Korupsi KSO PT Migas, Pemkot Bekasi Janji Kooperatif Serahkan Dokumen
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 03:10 WIB

Wali Kota Tri Adhianto, Ses Jampidsus dan Kajari Kompak Hadiri Laga Perdana Adhyaksa Bekasi FC

Jumat, 18 September 2026 - 22:23 WIB

Siaga Penuh! Polda Metro Jaya Sikat Praktik Perjudian di Pilkades Kabupaten Bekasi 2026, 154 Desa Masuk Radar

Jumat, 18 September 2026 - 22:06 WIB

Babak Baru Suap Summarecon! Penggeledahan KPK di Bekasi Sita 4 Koper Bukti dari Rumah Dirjen ATR/BPN

Jumat, 18 September 2026 - 16:03 WIB

Skandal Rp2 Triliun Korupsi PT Migas Kota Bekasi, Kejagung Didesak Ringkus Aktor Intelektual!

Jumat, 18 September 2026 - 15:13 WIB

Wali Kota Tri Adhianto Pastikan Pemkot Bekasi Kooperatif dan Layanan Publik Normal

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x